"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Agnez Mo Ungkap Kondisi di Tengah Ketegangan Iran vs AS, Pastikan Keamanan di Dubai: Jangan Percaya Media Sosial

Agnez Mo Memastikan Kondisinya dalam Keadaan Aman di Tengah Konflik Timur Tengah

Di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, penyanyi ternama Agnez Mo memastikan bahwa dirinya dalam keadaan aman. Ia juga mengingatkan publik untuk tidak langsung percaya pada semua informasi yang beredar di media, terutama di masa yang penuh ketidakpastian seperti sekarang ini.

Agnez Mo diketahui sedang berada di Dubai, Uni Emirat Arab, saat konflik antara negara-negara tersebut memanas. Kondisi kota tersebut menjadi perhatian karena dilaporkan termasuk wilayah yang terdampak eskalasi serangan. Beberapa lokasi penting seperti Bandara Internasional Dubai dan hotel ikonik Burj Al Arab disebut menjadi sasaran serangan rudal. Laporan menyebutkan adanya kerusakan signifikan dan korban jiwa akibat serangan tersebut.

Namun, beberapa informasi yang muncul sempat menimbulkan kebingungan. Salah satunya adalah unggahan di platform X dari Abu Dhabi Airports yang menyebutkan satu orang warga negara Asia tewas dan tujuh lainnya luka-luka. Unggahan tersebut kemudian dihapus, sehingga memperumit situasi.

Di tengah simpang siurnya informasi, Agnez Mo akhirnya angkat bicara. Meski ia biasanya tidak suka memberikan klarifikasi terkait kondisi pribadinya, ia merasa perlu memberikan kepastian agar keluarga dan orang-orang terdekatnya tidak khawatir.

Melalui Instagram Story pribadinya, Agnez memastikan bahwa dirinya dalam keadaan aman. “Hai semuanya, aku menerima banyak DM dan pesan. Terima kasih untuk memastikan. Aku baik-baik saja,” ujarnya. Selain itu, ia juga mengingatkan publik untuk tidak langsung mempercayai semua informasi yang beredar di media.

“Situasi mungkin terlihat intens di media sosial, tapi tolong jangan mempercayai semua yang kamu lihat di media,” pintanya. Lebih lanjut, ia membantah terjebak di Dubai. Bahkan, ia membagikan situasi apartemennya yang kondusif.

“Aku harus menyampaikan sedikit pernyataan di sini, biasanya aku benci melakukan ini, tetapi banyak teman dan penari-penariku, beberapa orang terdekat dalam hidupku, mengirimiku pesan karena sangat khawatir setelah membaca berita utama yang sama sekali tidak benar,” kata Agnez dengan bahasa Inggris.

Ia menegaskan bahwa dirinya dalam keadaan baik dan tidak terjebak seperti yang diberitakan. “Jangan percaya pada judul berita yang mengatakan saya terjebak saat sedang berlindung, tidak, saya baik-baik saja,” katanya. Dengan membuka jendela apartemennya, ia memperlihatkan deretan gedung tinggi yang terlihat utuh dan aman.

“Saya sedang berada di apartemen saya sekarang dan semuanya aman,” lanjutnya. Agnez berjanji akan menjaga keselamatan dan bersikap hati-hati di tengah situasi yang berkembang.

“Saya berusaha untuk tetap aman dan sangat berhati-hati, saya mengambil keputusan yang bertanggung jawab sesuai dengan situasi yang ada,” ucapnya. Sekali lagi, ia menegaskan dirinya baik-baik saja dan sama sekali tidak terjebak.

Dia turut mendoakan orang-orang yang terdampak dalam situasi perang di Timur Tengah. “Saya hanya ingin meluruskan bahwa saya baik-baik saja dan tidak terjebak di Dubai. Saya mendoakan orang-orang yang benar-benar terdampak oleh situasi ini.”

Di akhir kalimatnya, Agnez kembali meminta orang-orang untuk tidak memperkeruh suasana dengan berita bohong. “Tolong jangan membuat judul yang justru memperkeruh suasana. Jangan dibuat-buat judulnya, saya mohon. Saya baik-baik saja dan aman.” Ia juga berjanji akan menjadi orang pertama yang memberi tahu jika situasi tidak kondusif.

“Jika ada sesuatu, saya pasti akan menjadi orang pertama yang memberi tahu,” tutupnya.

Serangan Balasan Iran Hujani Pangkalan Militer AS dan Negara-negara Timur Tengah

Iran langsung melancarkan aksi balasan atas serangan terkoordinasi Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serangan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan para pejabat keamanan tinggi Iran. Adapun serangan balasan Iran telah menargetkan Israel dan aset-aset AS di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, Irak, dan Oman.

Dalam laporan pembaruannya, Al Jazeera menyebut tiga tentara AS tewas dalam pertempuran dan lima lainnya luka serius setelah serangan Iran di seluruh Timur Tengah, menurut Komando Pusat AS (Centcom). Serangan balasan Iran juga menyasar langsung Israel. Sedikitnya sembilan orang tewas dalam serangan rudal Iran di kota Beit Shemesh, Israel.

Serangan balasan Iran ini mengabaikan ancaman Presiden AS, Donald Trump yang memperingatkan Iran bahwa mereka akan dihantam “dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya” jika mereka menyerang “dengan sangat keras hari ini”.

Di sisi lain, unit elite militer Iran, Korps Garda Revolusi bersumpah akan membalas dendam dan mengatakan telah melancarkan serangan terhadap 27 pangkalan yang menampung pasukan AS di Timur Tengah, serta fasilitas militer Israel di Tel Aviv. Serangan balasan Iran ini membuat seluruh kawasan membara karena sebagian negara di Timur Tengah menampung sejumlah pangkalan militer AS.

“Ledakan terus terdengar di Qatar dan Uni Emirat Arab,” tulis laporan Al Jazeera. Media pemerintah Iran mengatakan setidaknya 201 orang tewas dalam serangan di 24 provinsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *