"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Dua mitra lokal menang tender WTE Danantara, salah satunya adalah emiten BEI siapa?

Proyek Waste-to-Energy di Bekasi dan Denpasar Ditetapkan

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah menetapkan mitra terpilih untuk proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap pertama. Proyek ini akan berlangsung di dua kota, yaitu Bekasi dan Denpasar. Mitra yang dipilih akan mengelola fasilitas WtE di kedua lokasi tersebut.

Untuk wilayah Bekasi, perusahaan yang ditunjuk sebagai operator adalah Wangneng Environment Co., Ltd. Sementara itu, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. akan menjadi operator proyek di Denpasar. Kedua perusahaan ini akan bekerja sama dengan perusahaan lokal dalam pengembangan proyek tersebut.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa penunjukan operator ini merupakan langkah penting untuk memastikan fasilitas WtE dikelola dengan standar tinggi dalam hal keandalan operasional, keselamatan, dan akuntabilitas. Ia menekankan bahwa Danantara akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk menciptakan kemajuan yang terukur dalam pengurangan sampah sekaligus mendukung pembangkitan energi bersih.

“Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat,” ujar Pandu dalam pengumuman resmi.

Seiring dengan pengumuman resmi dari Danantara, kedua perusahaan pemenang tender juga telah merilis pernyataan. Mereka menyampaikan beberapa langkah strategis yang akan diambil dalam menjalankan proyek.

Wangneng Environment menyatakan rencana untuk membangun fasilitas pembangkit listrik pembakaran limbah tungku kisi modern dengan kapasitas pengolahan harian sekitar 1.500 ton. Masa konstruksi proyek ini diperkirakan sekitar dua tahun, dan setelah beroperasi, akan masuk ke masa operasi stabil jangka panjang selama 30 tahun.

“Wangneng Environment akan bekerja sama erat dengan Danantara dan mitra lokal untuk memanfaatkan sepenuhnya keunggulan profesional dari seluruh rantai industri dan merancang sistem pengolahan limbah terpadu yang efisien, andal, dan ramah lingkungan untuk Kota Bekasi,” tulis Wangneng dalam pengumuman resmi.

Menurut manajemen, kemenangan proyek Bekasi tidak hanya mencerminkan daya saing internasional perusahaan dalam teknologi pengolahan limbah padat dan kemampuan pelaksanaan proyek, tetapi juga semakin memperkuat posisi strategis Wangneng di pasar Asia Tenggara. Adapun untuk proyek di Bekasi, Wangneng telah membentuk konsorsium bernama Wangneng Adyawinsa Energy, yang merupakan kerjasama dengan PT Adyawinsa Electrical and Power.

Skema kepemilikan saham konsorsium ini terdiri dari 98% dipegang oleh Wangneng dan 2% oleh AEP. Sesuai persyaratan, Wangneng sebagai pihak utama konsorsium mengajukan total jaminan penawaran sebesar Rp 120 miliar. AEP turut terlibat sesuai porsi saham yang dimiliki dalam konsorsium.

Sementara itu, Zhejiang Weiming dalam pengumuman resmi menyatakan bahwa perusahaan telah membentuk konsorsium dengan mitra lokal bernama Konsorsium Weiming Nusantara Energy Alliance untuk proyek Pengembangan dan Pengelolaan Pengolahan Limbah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Listrik (BUPP PSEL) di Denpasar Raya. Proyek ini melibatkan pembangunan fasilitas pembakaran limbah dan pembangkit listrik dengan tungku kisi-kisi dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.500 ton per hari.

Kerangka kerja sama mencakup periode konstruksi sekitar dua tahun, diikuti oleh fase operasional selama 30 tahun sejak tanggal proyek dimulainya operasi komersial. Perusahaan menyatakan bahwa proyek ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan pada 2026, tetapi diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis dan pendapatan perusahaan di masa depan.

“Kemenangan tender proyek Bali ini menandai terobosan penting perusahaan di pasar Indonesia,” tulis manajemen dalam pengumuman resmi.

Syarat Pemilihan Mitra Lokal

Direktur Investasi Danantara Fadli Rahman mengatakan bahwa pelibatan mitra lokal menjadi salah satu syarat penilaian bagi peserta tender. Mitra lokal nantinya akan bertugas untuk membantu pemenang tender dalam menjalin kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah daerah.

Menurut Fadli, pada tahap pertama hanya ada 9 perusahaan yang ikut dalam tender, dan semuanya merupakan perusahaan asal Tiongkok. Ada perusahaan yang mengajukan proposal untuk proyek di 4 kota, namun ada pula perusahaan yang hanya mengajukan proposal untuk satu kota.

Danantara menetapkan beberapa kriteria yang menjadi syarat agar perusahaan itu memenangi lelang, antara lain latar belakang perusahaan, kemampuan teknis, serta aspek-aspek dalam proposal seperti peralatan (equipment), operasional, kualitas desain, kualitas pembangunan, penilaian dampak lingkungan, dampak sosial, dampak ekonomi, kemampuan finansial, hingga mitra lokal menjadi perhatian utama.

Lebih lanjut, Fadli mengatakan bahwa dari 9 perusahaan yang ikut mengajukan tender, tidak semua menggandeng mitra lokal. Terdapat satu peserta yang tidak menggandeng mitra lokal sehingga menjadi nilai pemberat dalam proses tender. Di sisi lain, ia menyebut ada empat perusahaan terbuka (Tbk) yang ikut dalam tender tahap pertama.

Fadli menjelaskan bahwa aspek yang diperlukan dari mitra lokal berkaitan dengan perizinan dan kemampuan dalam melakukan sosialisasi. Mitra lokal juga dibutuhkan dalam memahami budaya masyarakat setempat. Meski begitu, dia menyatakan bahwa perusahaan lokal tidak perlu memiliki pengalaman di bidang pengelolaan sampah. Ia mencontohkan perusahaan yang bergerak di bidang batu bara bisa saja ikut menjadi mitra karena juga mengalami pengalaman dalam instalasi termal.

“Tidak harus perusahaan yang bergerak di WTE karena sama saja,” ujar Fadli lagi.

Fadli tidak mau berkomentar soal nama beberapa emiten yang disebut-sebut terlibat proyek WtE. Ia pun tak merinci perusahaan lokal mana saja yang berpotensi menjadi mitra dalam proyek WtE. Ia juga tidak berkomentar saat ditanya peluang DAAZ masuk sebagai pemenang tender. Menurut Fadli, pengumuman nama-nama akan disampaikan secara terbuka pada waktunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *