"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Operasi Hidung Dokter Tompi: Rahasia Rina Nose Terungkap

Rina Nose Akui Lakukan Operasi Plastik pada Hidung dan Bawah Mata

Sosok komedian sekaligus presenter Rina Nose kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkap bahwa dirinya telah menjalani operasi plastik. Pernyataan tersebut menarik banyak perhatian warganet, terutama karena prosedur yang biasanya dianggap kontroversial ini dilakukan di dalam negeri.

Rina memilih untuk menjalani operasi plastik di Indonesia, bukan di luar negeri seperti yang sering dibayangkan oleh masyarakat. Ia mempercayakan prosedur tersebut kepada dokter sekaligus musisi Tompi. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @rinanose16, Rina menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

Ia mengungkap bahwa selain operasi hidung, ia juga menjalani prosedur lain pada bagian bawah mata. “Saya memilih dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE (Tompi) untuk tindakan operasi hidung, dan dr. Puti Adla Runisa, Sp.BP-RE untuk tindakan pengencangan bagian bawah mata di klinik Beyoutiful Bintaro. Alasannya karena lokasinya dekat rumah dan ‘local pride’,” ujarnya.

Alasan Memilih Dokter Tompi

Rina menjelaskan bahwa alasan utamanya memilih Tompi adalah karena sudah lama mengenal karakteristik hidungnya. Menurutnya, dokter tersebut lebih memahami bentuk hidung yang sesuai dengan dirinya.

“Selain karena dr. Tompi sudah lama dan lebih dulu kenal ‘trade mark’ hidung saya, sejauh yg saya tahu (riset saya) beliau cukup sering menangani bentuk yang sejenis dengan hidung saya, dan hasilnya menurut saya sangat natural,” jelas Rina.

Ia juga mempertimbangkan pengalaman pasien lain yang pernah menjalani prosedur serupa. Menurutnya, hasil penanganan dokter Tompi relatif minim efek samping yang berat.

“Kebanyakan pasien yang saya tau juga tidak mengalami memar, pendarahan atau bengkak berlebihan. Napas tetap lega/normal. Beberapa pasien bahkan sudah bisa beraktivitas biasa dalam satu-dua minggu post op.”

Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, Rina akhirnya mantap mempercayakan prosedur operasi hidungnya kepada dokter Tompi.

“Dari hasil pertimbangan, saya mempercayakan kepada beliau untuk ngulik hidung saya.”

Penjelasan tentang Istilah “Plastik”

Di akhir penjelasannya, Rina juga meluruskan anggapan yang sering muncul terkait istilah “plastik” dalam operasi plastik. Ia menegaskan bahwa prosedur tersebut tidak menggunakan bahan plastik seperti yang dibayangkan sebagian orang.

“Dan FYI, di sini nggak ada unsur atau bahan plastik sama sekali ya. Apalagi bahan plastik yang kayak dipake untuk bikin ember atau tutup botol kecap,” terangnya.

Wanita berusia 42 tahun ini kemudian menjelaskan makna istilah tersebut dalam dunia medis. “Plastik” dalam bedah plastik itu artinya “membentuk” atau “mencetak”, atau dalam hal ini “mengubah bentuk”. Dari bahasa Yunani plastikos/plastos/plassein (molded/formed/to mold).

Operasi Plastik Bukan Sekadar Mengubah Penampilan

Pemilik nama asli Nurina Permata Putri ini menilai operasi plastik bukan sekadar tindakan untuk mengubah penampilan. Menurutnya, keputusan tersebut juga berkaitan dengan berbagai pertimbangan yang lebih kompleks.

Rina mengawali penjelasannya dengan menekankan bahwa operasi plastik kerap menjadi perdebatan ketika dibicarakan di ruang publik.

“OPERASI PLASTIK. SEBUAH KEPUTUSAN PRIBADI YANG MENJADI ARGUMENTATIF KETIKA MEMASUKI RANAH PUBLIK,” ujar Rina.

Ia menegaskan bahwa keputusan menjalani operasi plastik bukanlah sesuatu yang diambil secara sembarangan.

“Bagi saya, operasi plastik bukan sekedar prosedur untuk mengubah penampilan, apalagi cuma pengen ikut-ikutan.”

Menurutnya, proses tersebut melibatkan banyak pertimbangan yang tidak sederhana.

“Melainkan sebuah keputusan etis dan estetis yang cukup rumit karena melibatkan banyak aspek.”

Dalam penjelasannya, Rina juga menyinggung bahwa operasi plastik berkaitan dengan berbagai faktor teknis maupun biologis. Mulai dari pemahaman, perhitungan (rasio-geometri) bentuk wajah untuk mendapatkan bentuk yang sesuai-harmonis, juga aspek biologis (struktur tulang, kulit, fungsi jaringan, dll.) agar tidak berdampak pada masalah kesehatan.

Ia juga menyebut bahwa faktor lingkungan dan kondisi geografis turut memengaruhi karakteristik fisik seseorang. Menyadari bahwa letak/posisi geografis di setiap belahan dunia berbeda, punya alam, pola, dan iklim yang berbeda yang memengaruhi gen, ciri fisik, termasuk bentuk wajah dan hidung, pilihan dan keputusan untuk mengubah bagian kecil itu merupakan sebuah tantangan.

Rina menegaskan bahwa setiap orang memiliki pertimbangan masing-masing terkait keputusan terhadap tubuhnya. “Setiap individu tentu punya pilihan dan pertimbangan masing-masing.”

Pada akhirnya, ia mengakui bahwa faktor estetika dan perawatan menjadi salah satu alasan utama. “Bagi saya, dan tentunya bagi kebanyakan perempuan, estetika dan perawatan adalah alasan pasti secara umum. Karena bukan hanya hidung, tapi keseluruhan juga di-tune up untuk peremajaan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *