"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Mengungkap Rahasia Kinerja Sehat Perusahaan Susu



JAKARTA – Kinerja perusahaan pengolahan susu di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2025. Hal ini terlihat dari kenaikan pendapatan dan laba bersih yang mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar. Kinerja positif ini didorong oleh beberapa faktor, seperti penurunan harga bahan baku serta upaya optimalisasi biaya operasional.

Pendapatan dan Laba Bersih yang Meningkat

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp10,72 triliun pada tahun lalu, tumbuh sebesar 18,82% secara year-on-year (YoY). Sementara itu, laba bersih perusahaan meningkat 33,80% YoY menjadi Rp2,03 triliun. Peningkatan ini terutama berasal dari dua segmen utama, yaitu Produk Olahan Susu yang mencatatkan penjualan sebesar Rp4,07 triliun dan Segmen Makanan Konsumsi yang mencapai Rp6,65 triliun.

Direktur Utama Cimory, Farell Sutantio, menjelaskan bahwa strategi perusahaan berfokus pada inovasi produk, perluasan saluran distribusi, serta ekspansi pasar ekspor. Ia juga menekankan pentingnya efisiensi operasional sebagai salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan.

Sementara itu, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) juga menunjukkan kinerja yang solid. Meskipun pendapatannya turun 1,2% YoY menjadi Rp8,76 triliun, laba bersih perusahaan justru naik signifikan sebesar 19,06% YoY menjadi Rp1,35 triliun. Hal ini menunjukkan kemampuan ULTJ dalam mempertahankan profitabilitas meski menghadapi tantangan pasar.

Di sisi lain, Prochiz, produsen keju ternama, juga mencatat pertumbuhan yang positif. Pendapatan perusahaan meningkat 19,13% YoY menjadi Rp1,50 triliun, sementara laba bersihnya tumbuh 22,17% YoY menjadi Rp179,44 miliar.

Perbandingan Pertumbuhan Kinerja

Berikut adalah data pertumbuhan kinerja top line dan bottom line dari emiten pengolahan susu:

Emitter Pertumbuhan Pendapatan Pertumbuhan Laba Bersih
ULTJ -1,20% 19,06%
CMRY 18,82% 33,80%
KEJU 19,13% 22,17%

Penyebab Kinerja Positif

Menurut Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, penurunan harga bahan baku susu global menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kinerja positif perusahaan. Selain itu, efisiensi biaya operasional dan permintaan yang stabil terhadap produk susu juga berkontribusi pada pertumbuhan kinerja.

Wafi menilai bahwa ULTJ dan CMRY memiliki keunggulan dibandingkan perusahaan lain. Untuk ULTJ, posisi keuangan yang kuat dan dominasi pasar UHT menjadi nilai tambah. Sementara itu, CMRY unggul dalam inovasi produk premium yang memiliki margin tinggi serta diversifikasi yang baik di segmen consumer foods.

Tantangan yang Menghadang

Meskipun prospek kinerja perusahaan pengolahan susu cukup optimis, Wafi menyampaikan adanya risiko yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah potensi kenaikan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak dapat memengaruhi biaya logistik dan harga bahan baku impor, sehingga berdampak pada margin laba perusahaan.

Rekomendasi Saham

Berdasarkan analisis tersebut, Wafi merekomendasikan saham ULTJ dengan target harga Rp2.000, CMRY dengan target harga Rp5.500, dan KEJU dengan target harga Rp650 per saham. Rekomendasi ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi investor yang ingin mempertimbangkan investasi di sektor pengolahan susu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *