Kisah Sukses Resifta Ratu Angelyanto, Pengusaha Rental iPhone Muda Asal Tuban
Resifta Ratu Angelyanto (22), seorang perempuan asal Tuban, Jawa Timur, berhasil membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk meraih kesuksesan. Ia kini menjadi salah satu pengusaha rental penyewaan iPhone yang sukses di daerahnya. Bisnis ini dimulai dengan satu unit ponsel pribadi dan kini telah berkembang pesat.
Awal Mula Bisnis
Pada tahun 2023, Resifta memulai bisnisnya dengan hanya satu unit iPhone XR miliknya sendiri. Tidak disangka, antusiasme pasar di Tuban sangat besar. Keuntungan yang diperoleh ia gunakan kembali untuk menambah koleksi iPhone. Saat ini, ia memiliki 21 unit berbagai tipe, mulai dari seri iPhone XR, XS Max, hingga iPhone 13 dan 14.
“Awalnya hanya satu unit iPhone type XR. Sekarang alhamdulillah sudah ada 21 unit dari berbagai tipe yang siap disewa,” ujar Resifta.
Pasar Utama dan Strategi Pemasaran
Menurut Resifta, pasar utama persewaan iPhone di Kabupaten Tuban adalah kalangan pelajar SMP dan SMA. Orang tua jarang menyewa karena lebih mengutamakan fungsi telepon. “Bagi remaja, kualitas kamera iPhone adalah segalanya.”
Untuk strategi pemasarannya, ia memanfaatkan Instagram dan TikTok. Layanan delivery order juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan jumlah penyewa. “Kalau COD ada biaya tambahan tergantung lokasinya, tarifnya kisaran Rp 30.000 hingga Rp 40.000 untuk kurirnya.”
Biaya sewa juga cukup bersahabat bagi kantong pelajar. Sewa durasi pendek (3 jam) dibanderol mulai Rp 20.000, sedangkan sewa mingguan tipe tertinggi bisa mencapai Rp 650.000.
Aturan Ketat dalam Bisnis
Resifta menerapkan aturan ketat demi keamanan unit dan antisipasi risiko. Zonasi penyewa maksimal berjarak 1 jam perjalanan dari lokasi rental. Penyewa wajib menggunakan WhatsApp dan Instagram asli untuk verifikasi. Saat booking, pembayaran uang muka 50 persen dari harga sewa harus dilakukan, sisanya saat pengambilan unit. Selain itu, penyewa harus menitipkan identitas asli (KTP/akte/kartu pelajar) dan foto bersama unit saat pengambilan sebagai dokumentasi.
Pahitnya Dikhianati Pelanggan
Di balik kesuksesannya, Resifta pernah merasakan pahitnya dikhianati penyewa. Pada awal buka di tahun 2023, ia sempat kehilangan satu unit ponsel. Tak hanya itu, ia juga pernah menghadapi tiga kali percobaan penggelapan seperti unit digadaikan oleh penyewa, hingga penyewa yang menunggak pembayaran.
“Pernah hampir dicuri juga beberapa kali, tapi alhamdulillah bisa saya ambil kembali unitnya,” kenangnya.
Bisnis Kedua: Usaha Kuliner
iPhone bukan satu-satunya sumber penghasilan Resifta. Ia juga menjalankan usaha kuliner bernama Stand Mie Angel yang dirintisnya sejak setahun lalu. Lokasinya berada di Kecamatan Palang. Dari balik kemudi bisnis rental ponsel hingga meracik mie di warungnya, Resifta membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk mandiri secara finansial.
“Mumpung masih muda mas, harus kerja keras dan hasilnya urusan Sang Pencipta,” ungkapnya.
Berita Lain: Bisnis Persewaan iPhone Laris Manis
Bisnis persewaan iPhone juga laris manis di daerah lain, seperti Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilik persewaan ‘Ras Kamera’, Riyan Andi Setiyawan, mengatakan bahwa hampir separuh stok iPhone dipesan pelanggan. “Sudah 20 an unit bookingan iPhone dari 45 unit yang kami sediakan.”
Harga sewa tergantung tipe maupun seri iPhone, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 500.000 per hari. Riyan menyewakan mulai dari XR hingga iPhone seri terbaru 17 Pro Max. Untuk pengamanan, sistem ganda diterapkan, termasuk tidak logout dari iCloud dan meninggalkan identitas atau kartu pelajar jika dari luar daerah.
Meski pengamanan sudah ganda, ada saja yang dilarikan penyewa. “Hingga kini masih ada beberapa iPhone yang dibawa kabur pelanggannya,” katanya.
Pelanggan yang Memilih iPhone
Salah satu pelanggan, Rasyaddin, mengaku sengaja menyewa iPhone 17 Pro Max untuk merekam kegiatan sehari-hari dan buka bersama temannya. “Iya nyewa iPhone untuk merekam kegiatan buka bersama, dan kameranya juga bagus dibanding ponsel saya,” kata dia.











