"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Dongkrak Ekspor, Kadin Kolaborasi dengan Bank Bantul dan Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Gubug

Peluncuran Aplikasi Gubug untuk Mendukung UMKM Bantul

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerja sama dengan Bank Bantul dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul meluncurkan aplikasi bernama Guyub Bakul Bantul Gumregah (Gubug). Tujuan dari peluncuran ini adalah untuk memfasilitasi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memperluas pemasaran produk lokal mereka.

Meningkatkan Pemasaran Produk Lokal

Ketua Kadin Bantul, Nur Ikhsan Hidayat, menjelaskan bahwa aplikasi Gubug dirancang sebagai upaya untuk memperkenalkan dan meningkatkan penjualan produk lokal. Dengan adanya aplikasi ini, pelaku UMKM dapat lebih mudah menjual produknya kepada konsumen dari berbagai daerah.

“Jadi, itu aplikasi dari Kadin Bantul, yang dibuat oleh anak Bantul. Kami berharap kehadiran Gubug bisa meningkatkan UMKM Bantul,” ujarnya saat peluncuran aplikasi Gubug di aula BPR Bank Bantul, Kamis (16/4/2026).

Aplikasi ini juga akan membantu pelaku UMKM dalam mempromosikan produk mereka hingga ke pasar internasional. Anggota Kadin Bantul akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan jemput bola di sejumlah pelaku UMKM. Dari situ, mereka akan membantu para pelaku UMKM untuk mengunggah dan mempromosikan produk ke luar daerah hingga mancanegara.

Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Nur Ikhsan Hidayat, kehadiran aplikasi Gubug diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan pasar ekspor produk lokal Bumi Projotamansari. Pertumbuhan ekonomi Bantul pada tahun 2025 hanya mencapai 4,92 persen, turun dari 5,04 persen pada tahun 2024. Selain itu, pasar ekspor Bantul pada tahun 2025 juga mengalami penurunan sekitar 10 juta USD.

“Dari aplikasi itu, kami sudah ada market sendiri dari luar negeri. Jadi, nanti pemasaran produk lokal Bantul tergantung dari pelaku UMKM itu sendiri. Yang jelas untuk makanan kecil, sebisa mungkin Bantul bisa menjual ke pasar luas,” terangnya.

Fasilitas Perbankan untuk UMKM

Selain aplikasi Gubug, Kadin Bantul juga mendapatkan fasilitas dari kerja sama dengan PT BPR Bank Bantul (Perseroda). Bank Bantul hadir untuk memberikan pengembangan, pemberdayaan UMKM, dan fasilitas perbankan kepada para pelaku UMKM dari Kadin Bantul.

Direktur Utama PT BPR Bank Bantul (Perseroda), Bambang Suryo Wibowo, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sinergi khusus dalam hal pengembangan, pemberdayaan UMKM, dan pemberian fasilitas perbankan. Tujuannya adalah untuk memberdayakan UMKM melalui pelatihan, kemitraan, hingga permodalan.

“Pemberian kredit modal tentunya yang utama adalah tepat sasaran. Jadi kemampuan UMKM berapa sehingga kita tidak menawarkan sesuatu yang tidak masuk akal,” ujarnya.

Kemudahan Izin Usaha

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan bahwa Pemkab Bantul hadir untuk melakukan konsolidasi sumber daya manusia (SDM) dan memberikan kemudahan izin usaha. Ia mengatakan bahwa banyak perizinan yang perlu dilakukan perubahan agar sesuai dengan era modern.

“Saya hanya bisa berbicara tentang kewenangan pemerintah daerah. Di mana, memang banyak perizinan yang menurut saya perlu dilakukan perubahan. Karena, kita perlu melakukan transformasi pada era seperti ini,” katanya.

Menurut Bupati, kehadiran pelaku usaha dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan ekonomi. Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak bisa membuka lapangan kerja sendiri, sehingga diperlukan pihak swasta untuk mendukung peningkatan lapangan kerja dan ekonomi.

“Jadi, pemerintah hanya bisa mempermudah izin usaha. Kalau pun ada pengendalian, ya pengendalian yang berbahaya saja. Bagi usaha yang risiko rendah yakni tidak ada limbah, cerobong asap, dan sebagainya ya sudah lah diperbolehkan berusaha,” tutup dia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *