Progres Pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi
Pembangunan jalan tol yang menghubungkan Provinsi Jambi dengan Sumatera Selatan terus berjalan dengan percepatan yang signifikan. Salah satu proyek utama adalah Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi, yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan fisik di beberapa seksi. Progres konstruksi menunjukkan tren positif, meskipun masih ada sejumlah segmen yang belum mencapai target.
Progres Konstruksi di Berbagai Seksi
Berdasarkan data terbaru, pengerjaan fisik pada 118,14 km jalur Tol Betung–Tempino–Jambi terus menunjukkan perkembangan. Berikut rincian progresnya:
-
Seksi 1A (Betung–Tungkal Jaya)
Progres konstruksi fisik mencapai 57,64 persen, menjadi yang tercepat dibandingkan seksi lainnya. Sementara itu, pembebasan lahan berada di angka 48,32 persen. -
Seksi 1B (Betung–Tungkal Jaya)
Realisasi konstruksi fisik mencapai 13,39 persen, dengan progres lahan sebesar 41,14 persen. -
Seksi 2A (Tungkal Jaya–Bayung Lencir)
Capaian konstruksi fisik sebesar 22,03 persen dan pembebasan lahan sekitar 28,45 persen. -
Seksi 2B (Tungkal Jaya–Bayung Lencir)
Progres konstruksi fisik mencapai 22,37 persen, sementara pembebasan lahan berada di 40,48 persen.
Selain itu, Segmen Bayung Lencir–Tempino–Ness sudah beroperasi fungsional tanpa tarif, sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.
Proyek Lanjutan: Jambi–Rengat
Setelah ruas Betung–Tempino–Jambi selesai, pembangunan akan dilanjutkan ke ruas Tol Jambi–Rengat yang memiliki panjang 198,13 km. Proyek ini merupakan bagian dari rencana besar untuk meningkatkan konektivitas antar provinsi.
PT Hutama Karya (Persero), yang menjadi pelaksana utama, saat ini sedang mempersiapkan rencana pembangunan agar proyek ini dapat berjalan sesuai jadwal. Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa seluruh progres akan dipantau ketat untuk memastikan kualitas infrastruktur yang andal dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sinergi dan Strategi Ekonomi Regional
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menyatakan bahwa pengawasan terhadap proyek ini tetap dilakukan agar sinergi antar-BUMN dan pemerintah daerah berjalan optimal. Pembangunan jalan tol ini tidak hanya sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga strategi besar untuk menghidupkan ekonomi regional dan menunjang kawasan produktif.
Di sisi lain, percepatan pembangunan juga terjadi di ujung utara Sumatera, khususnya pada ruas Tol Sigli–Banda Aceh. Progres fisik di ruas ini kini telah mencapai 97,91 persen. Jalur sepanjang 74,2 km ini sangat penting, terutama dalam mendukung distribusi logistik pasca-bencana di Aceh. Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum ditargetkan beroperasi penuh pada Kuartal II 2026.
Dengan tersambungnya Jambi hingga Rengat nantinya, wajah distribusi barang di Sumatera akan berubah total menjadi lebih cepat dan efisien. Sinergi kuat antara kementerian, BUMN, dan legislatif diharapkan mampu memastikan proyek JTTS tidak terhambat kendala lahan maupun teknis.











