Momentum Puncak Hari Pers Nasional 2026 di Kota Serang
Momentum puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang semakin istimewa dengan penyerahan PWI Awards kepada Dahlan Dahi. Sosok CEO Tribun Network sekaligus anggota Dewan Pers itu diberikan penghargaan atas perannya sebagai figur kunci dalam rekonsiliasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap jasanya yang berhasil menyatukan dua kubu PWI yang berseteru, yaitu kepengurusan Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang, yang sempat memicu dualisme kepengurusan pada 2024–2025.
Ketua Umum PWI Pusat, Ahmad Munir, menyerahkan langsung piala penghargaan tersebut dan menyebut Dahlan sebagai pribadi yang “ikhlas, tulus, dan telaten” dalam mengurai konflik panjang tersebut. “Kami memberi award kepada figur anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi, atas jasa-jasa beliau yang bisa mempertemukan dan menyelesaikan konflik dualisme PWI,” ujar Munir usai acara. “Beliau berhasil merajut kembali perbedaan keras antara Bang HCB dan Bang Zul. PWI yang tadinya mengalami dualisme, alhamdulillah berkat ketelatenan, keikhlasan, dan ketulusan mas Dahlan Dahi, akhirnya tercapai kesepakatan untuk menggelar Kongres Persatuan PWI 2025,” tambahnya.
Jejak Karier Dahlan Dahi
Dahlan Dahi lahir di Wanci, Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada 1971. Karier jurnalistiknya dimulai dari media kampus di Universitas Hasanuddin, Makassar, sebelum menjadi jurnalis profesional.
Dahlan memulai karier jurnalis profesional pada Surat Kabar Harian Surya, pers daerah milik Kompas Gramedia, pada 1 Januari 1994. Awal era reformasi, euforia demokrasi memungkinkan dengan mudah lahirnya perusahaan penerbitan pers. PT Indopersda Primamedia menerbitkan tabloid politik Bangkit. Dahlan menjadi koordinator peliputan mengerjakan tabloid Bangkit bersama almarhum Uki M Kurdi, almarhum Achmad Subechi, dan tim lainnya.
Pada saat konflik Teluk, dan penggulingan Presiden Irak Saddam Hussein, tahun 2003, Dahlan bertugas meliput ke Timur Tengah. Ia reportase untuk koran-koran Persda, seperti Surya (Jatim), Banjarmasin Post dan Metro Banjar (Kalsel), Sriwijaya Post (Sumsel), Serambi Indonesia (Aceh), Pos Kupang (NTT), Bangka Pos, dan Metro Bandung (Jabar). Juga laporan untuk stasiun televisi TV7.
Pada kurun waktu bersamaan, Pers Daerah Kompas Gramedia mulai mengembangkan koran merek Tribun, dengan Harian Tribun Kaltim terbit perdana 8 Mei 2003. Sepulang tugas di Irak, akhir 2003, Dahlan kemudian mendapat tugas baru bersama Uki M Kurdi mendirikan Surat Kabar Harian Tribun Timur (tribun-timur.com), yang terbit perdana 10 Februari 2004, dan kemudian menjadi Editor in Chief (Pemimpin Redaksi) Tribun Timur, 1 Januari 2009.
Seterusnya, karier Dahlan melejit menjadi General Manager Tribunnews, Director of Digital Tribunnews.com, dan Vice President of Entertainment News Kompas Gramedia. Lalu sejak 1 Juli 2019, Dahlan mendapat Amanah menjadi Chief Digital Officer KG Media, membawahi unit media berbasis digital di KG Media yakni Kompas.com, Kompas.TV, Kontan.co.id, Tribunnews.com, dan Grid Network.
Puncaknya, 1 November 2020, ia menjabat Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network. Di bawah kepemimpinan Dahlan, Tribun Network berkembang pesat menjadi media online yang mengelola 70 website dan 21 surat kabar harian, dan kini memiliki kantor di 42 kota tersebar di 37 provinsi. Tribun Network hadir di semua provinsi Indonesia, minus Papua Pegunungan. Tribun Network merupakan media online dengan jumlah pembaca terbesar di Indonesia.
Satukan Dualisme Pengurus PWI

Dahlan terpilih menjadi anggota Dewan Pers 2025-2028 melalui konstituen Aliansi Media Siber Indonesia (AMSI). Setelah dilantik menjadi anggota dewan pers, 14 Mei 2025, Dahlan yang kemudian menjabat Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, segera mencari solusi untuk konflik dan dualism PWI.
Dahlan sendiri bukan anggota PWI, melainkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Begitu dilantik menjadi anggota Dewan Pers, Dahlan coba mencari Solusi konflik panjang di tubuh PWI. Satu kubu adalah Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch. Bangun, dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Sayid Iskandarsyah, serta sejumlah kawan-kawan. Kubu lainnya Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Sasongko Tedjo, pengurus PWI hasil Kongres Bandung Zulmansyah Sakedang.
Dahlan bertindak sebagai mediator dalam rapat virtual atau online dengan Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung 2023 Hendry Ch Bangun, dan ketua versi Kongres Luar Biasa Jakarta 2024, Zulmansyah Sekedang. Dua hari setelah duduk di kursi anggota Dewan Pers, Dahlan mempertemukan HCB sapaan untuk Hendry Ch Bangun, dan Zul, sapaan Zulmansyah Sekedang, Jumat (16/5/2025) malam.
Dua kubu yang berseteru sepakat mengakhiri perpecahan dan menyatukan langkah melalui sebuah Kongres Persatuan PWI yang akan digelar paling lambat 30 Agustus 2025 di Jakarta. Kongres pun dilaksanakan. Pendek cerita, Hendry maju kontestasi kembali melawan dengan Ahmad Munir. Ujungnya, Munir terpilih menjadi ketua umum PWI 2025-2030, dan selanjutnya dilakukan konsolidasi yang menampung semua pihak.
Kilas Balik Konflik PWI 2024-2025

-
Awal Mula Konflik: Dana Bantuan BUMN (Awal 2024)
• Konflik dipicu oleh isu cashback dan komisi yang melibatkan dana bantuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Forum Komunikasi Humasa BUMN yang diperuntukkan bagi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
• Persoalan ini menimbulkan kekisruhan internal antara Ketua Umum PWI (Hendry Ch Bangun) dkk dan Dewan Kehormatan PWI Tedjo Sasongko dkk. -
Sanksi Dewan Kehormatan (April 2024)
• Dewan Kehormatan PWI menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Hendry Ch Bangun atas persoalan dana tersebut.
• Sebaliknya, kubu Hendry memecat Tedjo sebagai Dewan Kehormatan PWI. -
Ketegangan Berlanjut dan Rapat Pleno (Juni – Juli 2024)
• Konflik sempat mereda setelah Rapat Pleno Diperluas PWI pada akhir Juni 2024 yang menyepakati penerimaan pengunduran diri beberapa pengurus harian.
• Namun, kekisruhan kembali terjadi menyusul perombakan susunan Dewan Kehormatan dan Pengurus PWI Pusat, yang memicu desakan adanya KLB (Kongres Luar Biasa). -
Intervensi Dewan Pers dan Gugatan (Oktober – November 2024)
• Akibat kekisruhan, Dewan Pers mengambil langkah tegas pada September/Oktober 2024, termasuk tidak memperbolehkan PWI menggelar UKW dan menggembok sementara sekretariat PWI.
• Hendry Bangun merespons dengan mengajukan gugatan perdata terhadap Dewan Pers dan sejumlah pihak lainnya pada November 2024. -
Rekonsiliasi dan Islah (Mei 2025)
• Dua tokoh sentral dalam konflik, Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang, akhirnya sepakat untuk islah (damai).
• Kesepakatan ini dimediasi oleh Dewan Pers Dahlan Dahi dan berfokus pada penyatuan kembali PWI. -
Menuju Kongres Persatuan (Agustus 2025)
• Sebagai bentuk akhir dari dualisme, disepakati penyelenggaraan “Kongres Persatuan” PWI yang dijadwalkan pada akhir Agustus 2025 di Cikarang.
• Kongres ini bertujuan untuk menyatukan pengurus, menuntaskan laporan pidana/perdata antaranggota, dan memilih pengurus baru. -
Akhmad Munir Terpilih (September 2025)
• Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat untuk periode 2025-2030, menandai berakhirnya era dualisme.
• PWI menyelenggarakan Hari Pers Nasional 2026 di Kota Serang, Banten, Senin 9 November 2026.











