"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Budaya  

Sulaiman Bawa Nuansa Lawas, Pasar Slumpring Tegal Hadirkan Zona Permainan Tradisional

Zona Permainan Tradisional di Pasar Slumpring, Mengajak Anak-Anak Kembali pada Budaya Lokal

Pasar Slumpring di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal kini menjadi tempat yang menarik bagi masyarakat untuk mengenal permainan tradisional. Dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan dan penuh nuansa budaya lokal, zona permainan ini hadir sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gadget dan game digital.

Nuansa Tradisional yang Menarik

Saat tiba di lokasi, pengunjung langsung merasakan suasana yang khas dengan bangunan yang didominasi dari kayu dan bambu. Para koordinator atau pengelola zona permainan ini juga menggunakan seragam tradisional yang membuat kesan khas semakin kental. Mereka sangat mahir dalam memainkan permainan seperti Rangku Alu, yang merupakan permainan tradisional dari Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menggunakan tongkat bambu berirama.

Selain itu, mereka juga memainkan permainan Egrang Bambu dan Egrang Batok dengan sangat lihai tanpa kesulitan. Permainan-permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman unik bagi anak-anak yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari kebiasaan mereka sehari-hari.

Aktivitas yang Menarik dan Edukatif

Zona permainan tradisional di Pasar Slumpring mulai aktif sekitar dua bulan terakhir. Sesuai namanya, di sini banyak diperkenalkan permainan tradisional seperti egrang bambu, egrang batok, rangku alu, panggalan kayu, panggalan bambu, dan masih banyak lagi. Setiap minggunya, rata-rata kunjungan mencapai 70-100 koin bambu terkumpul.

Bagi pengunjung yang ingin bermain di zona permainan tradisional, terdapat biaya tambahan sebesar dua koin atau setara Rp5 ribu per orang. Setelah membayar tiket, pengunjung bisa memainkan berbagai permainan yang tersedia, termasuk spot foto di dapur jadul yang disediakan. Di lokasi juga tersedia area melukis bagi anak-anak dengan biaya tersendiri.

Inisiatif untuk Melestarikan Budaya Lokal

Hadirnya zona permainan tradisional ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gadget dan game digital. Berdasarkan situasi saat ini, anak-anak generasi muda cenderung lebih tertarik bermain gadget daripada bermain permainan tradisional. Oleh karena itu, Pokdarwis Desa Cempaka inisiatif menghadirkan zona permainan tradisional agar anak-anak dapat mengenal budaya lokal dan mengetahui berbagai jenis permainan yang ada di jaman dulu.

Zona permainan tradisional di kawasan Pasar Slumpring dihadirkan sejak tahun 2024 bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Selain itu, pengelola juga menyediakan sewa pakaian tradisional untuk menciptakan suasana yang seakan kembali ke jaman dulu, ketika masyarakat masih memasak menggunakan tungku dan kayu.

Pengalaman yang Unik dan Berkesan

Menurut Hidayatullah, Manajer Pasar Slumpring, peminat permainan tradisional cukup banyak setiap minggunya. Rata-rata pengunjung adalah anak-anak, sedangkan para dewasa lebih tertarik pada spot foto dapur jadul. Dengan adanya zona permainan tradisional ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan melestarikan budaya lokal yang kaya akan nilai-nilai tradisional.

Untuk informasi lebih lanjut tentang zona permainan tradisional di Pasar Slumpring, masyarakat dapat memantau akun Instagram @Prabucampa.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *