Vihara Budhi Asih Jadi Oase bagi Pemudik di Jalur Pantura
Vihara Budhi Asih yang terletak di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, menjadi salah satu tempat yang menyediakan posko mudik selama masa arus mudik hingga arus balik Lebaran 2026. Lokasi vihara ini berada di jalur utama Pantura, sehingga sangat strategis untuk para pemudik yang melintasi wilayah tersebut.
Vihara Budhi Asih juga turut serta dalam program Rumah Ibadah Ramah Pemudik yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Program ini bertujuan untuk menjadikan rumah ibadah sebagai pusat layanan kemanusiaan, khususnya pada momen arus mudik dan balik Lebaran. Dengan demikian, vihara tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat istirahat yang nyaman bagi para pemudik.
Lokasi vihara yang berada di sisi Jalan Letnan Joni tampak asri dan menenangkan. Di tengah kebisingan kendaraan yang melintas, suasana di dalam vihara terasa damai. Aula besar di vihara telah disulap menjadi ruang peristirahatan yang nyaman. Ada alas duduk dan tempat untuk melepas lelah sejenak. Di sudut ruangan yang sejuk, aroma kopi dan teh mengepul, disajikan bersama air mineral secara gratis bagi para pemudik yang singgah.
Fasilitas yang Disiapkan
Ketua Vihara Budhi Asih, Fusen Chandra, menjelaskan bahwa seluruh fasilitas tersebut siap digunakan oleh pemudik selama periode arus balik Lebaran. “Kami membuka posko mudik dari mulai 14 sampai 29 Maret 2026, tetapi sebenarnya tidak hanya saat arus mudik. Hari biasa pun, jika dalam perjalanan jauh dan butuh tempat istirahat, silakan singgah,” ujar Fusen.
Fasilitas yang disediakan cukup mumpuni, seperti ruang istirahat yang mampu menampung hingga 100 orang. Selain itu, tersedia pula fasilitas sanitasi dan kamar mandi yang dalam kondisi bersih. Semua ini ditujukan agar para pemudik merasa nyaman dan aman ketika singgah di vihara.
Menurut Fusen, hingga kini belum banyak pemudik yang mengetahui keberadaan posko mudik ini. Hal ini disebabkan karena program Rumah Ibadah Ramah Pemudik baru dimulai pada tahun ini, meskipun telah disosialisasikan melalui media sosial. “Tahun lalu, Vihara Budhi Asih belum menjadi posko mudik secara resmi, tetapi kami selalu terbuka 24 jam untuk siapa saja termasuk para pemudik yang melintasi wilayah Indramayu,” tambahnya.
Apresiasi dari Kemenag RI
Pihak vihara juga mendapatkan apresiasi dari jajaran Ditjen Bimas Islam Kemenag RI. Rombongan tersebut awalnya hanya diagendakan untuk meninjau posko mudik berbasis masjid di wilayah Sukra, Kabupaten Indramayu. Namun, setelah mengetahui ada sebuah vihara di wilayah Jatibarang yang secara sukarela bertransformasi menjadi posko mudik, mereka langsung berkunjung ke Vihara Budhi Asih.
Fusen mengatakan bahwa kehadiran vihara ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi oase keteduhan bagi para pemudik. “Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami, karena dari banyaknya vihara di Jawa Barat hanya Vihara Budhi Asih yang menjadi posko mudik,” katanya.
Persiapan untuk Tahun Depan
Fusen juga menyampaikan bahwa program Rumah Ibadah Ramah Pemudik baru diluncurkan pada tahun ini, sehingga banyak pemudik yang belum mengetahui keberadaan posko mudik Vihara Budhi Asih. Lokasi vihara yang sedikit masuk dari bibir jalan utama Pantura membuat banyak pengendara melintas begitu saja tanpa menyadari ada oase yang siap menyambut mereka.
Untuk musim mudik tahun depan, Fusen telah menyusun rencana agar para pemudik tidak melewatkan tempat istirahat di Vihara Budhi Asih. “Tahun depan persiapan harus lebih matang, karena posisi kami agak masuk, sehingga harus pasang banyak banner di sepanjang jalan menuju vihara agar pemudik tahu ada tempat yang nyaman,” ujarnya.











