"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Bisnis  

Ekspansi Besar DCII di Bintan dengan Target 2.000 MW



Perusahaan yang dimiliki oleh para konglomerat seperti Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia, PT DCI Indonesia Tbk (DCII), menunjukkan tanda-tanda ekspansi bisnis pusat data di Indonesia. Selain itu, perseroan juga memiliki rencana untuk mencapai kapasitas total hingga 2.000 megawatt (MW).

Berdasarkan materi paparan publiknya, saat ini DCI sedang melakukan ekspansi di DCI Hyperscale 3 Sky (H3) yang berlokasi di Pulau Bintan, Kepulauan Riau dengan kapasitas skalabel hingga lebih dari 1.000 MW. Direktur DCI Indonesia, Evelyn, menyampaikan bahwa seiring pertumbuhan industri pusat data yang terus meningkat, perseroan akan terus melanjutkan investasi untuk memperkuat kapasitas operasional.

Hingga saat ini, realisasi belanja modal (capex) 2026 berjalan sesuai rencana dan difokuskan untuk ekspansi kapasitas pusat data. Namun demikian, ia enggan mengungkapkan besaran anggaran capex maupun lokasi ekspansi yang akan dilakukan tahun ini.

“Kedepannya, investasi akan terus kami lakukan secara disiplin untuk mempertahankan posisi kami sebagai pemimpin pasar,” ujar Evelyn dalam paparan publik secara virtual, Senin (30/3).

Lebih jauh, Evelyn menjelaskan bahwa ekspansi akan dilakukan secara berkelanjutan mengikuti permintaan pasar. Tak hanya itu, pembangunan kapasitas pusat data sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

“Jadi kalau misalnya ada customer yang datang dan mencari kapasitas pusat data kami pasti akan membangun sesuai dengan permintaan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur DCI Indonesia, Indri Koesindrijastoeti, menyebutkan bahwa perseroan mencatatkan kinerja operasional dengan 100% power uptime secara konsisten selama 13 tahun sejak awal beroperasi.

Hingga saat ini, DCI Indonesia memiliki platform pusat data terbesar di Tanah Air dengan total kapasitas terpasang sebesar 128 MW, dengan potensi pengembangan yang dapat mencapai lebih dari 2.000 MW yang tersebar di empat lokasi strategis. Adapun kapasitas layanan yang telah beroperasi saat ini mencapai 128 MW, misalnya di kampus H1 Jibitung, H2 Karawang, E1 Jakarta, dan E2 Surabaya.

Secara rinci, untuk segmen hyperscale, DCI memiliki H1 Campus di Cibitung dengan kapasitas IT sebesar 73 MW yang dapat ditingkatkan hingga 220 MW. Lalu H2 Campus di Karawang dengan kapasitas 27 MW yang berpotensi dikembangkan hingga lebih dari 600 MW.

Sementara itu, untuk segmen edge data center, DCI mengoperasikan E1 di Jakarta dengan kapasitas 19 MW dan E2 di Surabaya dengan kapasitas 9 MW.

Selain itu, ia mengatakan sebagai pusat data cloud and carrier neutral pertama di Indonesia, DCI menghubungkan pelanggan dengan ekosistem yang luas, mulai dari penyedia layanan cloud global, industri keuangan, konten digital, hingga perusahaan dan penyedia jaringan. Hal ini menjadi fondasi perseroan dalam mendukung percepatan transformasi digital nasional secara andal dan berkelanjutan.

“Saat ini DCI Indonesia dipercaya oleh lebih dari 270 pelanggan dari berbagai sektor, baik internasional maupun lokal,” ujarnya.

Strategi di Tengah Pesatnya Bisnis Data Center

Seiring dengan itu, VP Market Development & Sales Strategy DCI Indonesia (DCII), Abieta Billy, menyampaikan bahwa dalam persaingan industri pusat data ada sejumlah kriteria utama yang menjadi pertimbangan pelanggan, salah satunya adalah rekam jejak dalam melayani klien.

Ia menyebut saat ini DCII memiliki posisi kuat dengan lebih dari 270 pelanggan dan sekitar 80% merupakan perusahaan multinasional, termasuk perusahaan teknologi dan enterprise global. Ia mengklaim rekam jejak ini menjadi salah satu pembeda utama DCII dibandingkan para kompetitornya.

“Itu yang pertama. Jadi, memberikan peace of mind bahwa kita sudah melayani banyak customer-customer yang besar dan lain-lain,” kata Billy.

Billy juga mengatakan faktor yang menjadi keunggulan DCII adalah speed to market. Ia menjelaskan DCII mampu membangun pusat data dengan waktu yang relatif cepat, yakni kurang dari 12 bulan dari tahap awal hingga siap beroperasi.

Menurutnya, keunggulan ini menjadi faktor penting dalam persaingan industri data center. Semakin cepat pembangunan pusat data, kata Billy, pelanggan juga dapat lebih cepat memanfaatkan layanan dan juga cepat menghasilkan pendapatan.

“Jadi kami dari DCII juga terus berinovasi dari sisi proses kami, dari sisi design dan arsitektur kami supaya kami bisa mendeliver kapasitas pusat data lebih cepat lagi daripada sebelumnya,” ujar Billy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *