"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Okin Buka Suara Soal Jual Rumah, Nafkah Tidak Terpenuhi

Perselisihan Rumah yang Mengguncang Hubungan Rachel Vennya dan Okin

Konflik antara Rachel Vennya dan mantan suaminya, Okin, kembali mencuat setelah terjadi perselisihan terkait rencana menjual rumah yang saat ini ditempati oleh keluarga Rachel. Masalah ini muncul karena perbedaan pandangan mengenai kepemilikan aset dan tanggung jawab pemenuhan nafkah anak. Keputusan untuk menjual rumah diambil sebagai jalan keluar akibat komunikasi yang tidak berjalan baik dan seringnya terjadi perselisihan.

Rachel sebelumnya sudah menawarkan balik nama rumah tersebut, tetapi hal itu tidak terealisasi. Hal ini menjadi salah satu pemicu kekecewaannya terhadap Okin. Dalam klarifikasi yang diberikan oleh Okin, ia menjelaskan latar belakang terkait rumah tersebut. Ia mengatakan bahwa rumah tersebut dibeli sebelum anak pertama mereka lahir dengan harapan bisa menjadi awal baik bagi keluarga kecilnya. Tidak ada sedikit pun terlintas akan terjadi perpisahan.

Okin juga menjelaskan proses panjang yang terjadi setelah perceraian, termasuk soal pembagian harta dan komunikasi yang dinilai tidak berjalan mulus. Di dalam perpisahan tersebut, mereka harus melewati banyak proses, termasuk permintaan uang mut’ah dan pembagian harta. Namun, saat Okin menanyakan mengenai penukaran aset, ybs memberikan statement yang tidak sesuai dengan omongannya awalnya.

Ia mengaku sempat merasa kecewa atas respons yang diterimanya saat membahas hal tersebut. Meskipun awalnya tidak ingin menerima tanah tersebut, ia merasa ada sedikit kekecewaan terhadap respons dari Rachel. Okin menegaskan bahwa dalam pembagian harta pada 2021, rumah tersebut diputuskan menjadi bagian dari miliknya.

Terkait kewajiban yang sempat tertunda, Okin mengakui adanya kelalaian pada 2023. Ia menjelaskan bahwa hal itu dipicu oleh kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan. Pada tahun 2023, terdapat kelalaian dari Okin dalam membayarkan kewajiban, karena di saat itu ia sedang menghadapi kasus dalam bisnis yang sempat membuatnya burn out.

Lebih lanjut, Okin mengungkapkan persoalan komunikasi yang memburuk, terutama saat muncul peringatan dari pihak bank. Karena ada peringatan mengenai pelabelan dari pihak bank dan posisinya rumah itu sudah ditempati oleh keluarga Rachel, di sinilah titik komunikasi mulai tidak baik. Permasalahan mengenai rumah ini menjadi ke mana-mana. Hal seperti ini yang sebetulnya Okin hindari, itulah salah satu alasan ia pernah menawarkan untuk mengganti nama.

Okin juga menyinggung adanya kesalahpahaman terkait pembayaran KPR di awal 2026. Di awal tahun 2026, ada kesalahpahaman dalam pembayaran rumah tersebut antara Okin dan bank, yang mana ia merasa sudah melakukan pembayaran setiap bulannya. Namun pihak bank mengatakan ada miss yang membuat pihak bank ingin melabeli rumah tersebut.

Menurut Okin, keputusan menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan. Karena semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, ia memutuskan untuk menjual rumah tersebut karena merasa banyak timbulnya perselisihan. Dari awal ia sudah menawarkan untuk membalik nama, namun tidak pernah terjadi. Harapan Okin adalah hanya ingin menjalankan hubungan baik demi keberlangsungan hidup anak-anak tanpa ada sangkut paut mengenai harta benda.

Terkait polemik kunjungan ke rumah, Okin menyebut hal itu sudah diinformasikan sebelumnya. Pada hari Rabu malam, ia menginfokan kepada Rachel bahwa pada hari Kamis siang akan ada orang datang untuk mengecek kondisi rumah. Namun pada hari Kamis, muncullah narasi dari Rachel bahwa tanpa babibu ada orang ingin mengukur rumah. Yang sebenarnya, Rachel sudah mengetahui mengenai akan terjadi pengecekan bukan pengukuran. Dan mungkin Rachel beranggapan bahwa rumah tersebut harus dikosongkan pada hari itu juga, padahal tidak. Semua penjualan pasti melewati banyak proses terlebih dahulu.

Okin menegaskan tetap mengakui adanya kekurangan di masa lalu, namun tidak sepakat jika dirinya disebut tidak menafkahi anak. Terlepas dari semua yang sudah ia jelaskan, ia mengakui memang ada beberapa kali kelalaian pada tahun 2023 dalam membayarkan kewajiban dikarenakan pada saat itu ia sedang menghadapi case dalam bisnis. Tapi rasanya tidak fair kalau Rachel berstatement seakan-akan ia tidak kasih nafkah. Untuk uang mut’ah-nya sendiri, tidak pernah terucap dari mulutnya untuk tidak membayarkan, dan Rachel pun tahu mengenai hal itu.

Ia juga menegaskan skema pembayaran KPR sebelumnya dimaksudkan sebagai bagian dari pemenuhan nafkah. Win win solution yang Rachel berikan untuk menukar rumah, bukan sebagai alasan Okin untuk tidak menafkahi anak-anak lagi. Karena nominal KPR yang harus dibayarkan untuk rumah tersebut sama dengan nominal nafkah, jadi ia alokasikan uang nafkah dengan membayarkan KPR. Setelah KPR selesai, ia akan melanjutkan kembali kewajiban untuk nafkah. Begitu rencana yang sudah disusun, tapi ternyata semakin ke sini rencana tersebut tidak tereksekusi dengan baik.

Di akhir klarifikasinya, Okin mempertanyakan narasi yang berkembang di publik. Yang ia bingung, kenapa narasi yang ditulis seakan-akan Rachel marah mengetahui soal penjualan rumah? Sedangkan beberapa hari lalu ia dan Rachel sudah menemukan titik tengah mengenai rumah tersebut.

Pengakuan Rachel Vennya

Sebelumnya, Rachel meluapkan amarah pada Okin yang mendadak menjual rumah anak tanpa izin. Rachel juga membeberkan terkait perjanjian saat bercerai dulu dengan mantan suaminya. Di awal perjanjian, ia memberikan rumah yang dia bilang #rumahuntukbiru, dia cuma punya kewajiban nafkah dan kasih uang mut’ah. Tapi ternyata tidak dikasih, win win solution dia yang kasih itu rumah biar dia tidak nafkahin anak-anak lagi.

Rachel setuju dan mengambil alih rumah tersebut dengan merenovasinya. Serta kini ditempati oleh adik-adiknya. Pas datang ke rumah udah bobrok pas dia pakai, akhirnya kita renov buat adik-adik.

Tak disangka kesepakatan tersebut, ternyata hanya berdasarkan kepercayaan satu sama lain saja dan tidak ada catatan hitam di atas putih. Kini Rachel mendapati kabar rumah tersebut mendadak dijual oleh pihak Okin. Bahkan pihak calon pembeli sudah melakukan pengukuran di rumah tersebut.

Tentunya kejadian itu menyulut murka sang selebgram 30 tahun tersebut, Okin dinilai telah melanggar perjanjian saat cerai dulu. Terus sekarang karena nggak ada hitam di atas putih, mau dia jual notabene adik-adik masih tinggal di sana, tanpa babibu langsung ada orang yang mau ngukur dan mau jual rumahnya yang adik-adik gue nggak tahu harus gimana.

Kini Rachel merasa dikhianati oleh mantan suaminya tersebut, yang sebelumnya ia merasa bisa terus menjalin hubungan baik demi anak. Ya sudah ambil tuh rumah. Orang yang gue pikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *