"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Mitigasi Dampak El Nino, Pemerintah Perkuat Stok Pangan Dalam Negeri

Persiapan Pemerintah Menghadapi El Nino Godzilla

Pemerintah Indonesia saat ini sedang bersiap menghadapi potensi El Nino Godzilla yang kemungkinan akan melanda wilayah selatan garis ekuator, terutama mulai awal bulan Mei 2026. Fenomena iklim ini diperkirakan akan berlangsung hingga enam bulan ke depan dan dapat menyebabkan musim kemarau ekstrem di sejumlah wilayah.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan ketersediaan pangan tetap stabil. Salah satu upaya utama adalah penguatan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), yang menjadi prioritas utama dalam menghadapi ancaman El Nino.

Upaya Penguatan Stok CPP

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan bahwa pemerintah telah meningkatkan kesiapan stok CPP dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kami sesuai arahan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, mitigasi pertamanya, artinya kami begitu mendengar ada fenomena El Nino yang akan terjadi, tentu kita sudah menyiapkan kewaspadaan. Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak kita,” ujarnya.

Penguatan stok CPP tidak hanya berupa beras, tetapi juga melibatkan jagung pakan dan minyak goreng. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan pada masa kemarau mendatang.

Status Stok CPP Saat Ini

Menurut data Bapanas per 2 April 2026, stok CPP terdiri dari:

  • Beras: 4,4 juta ton
  • Jagung pakan: 168 ribu ton
  • Minyak goreng: 121 ribu kiloliter
  • Gula pasir: 49 ribu ton
  • Daging sapi: 8 ribu ton
  • Daging kerbau: 3 ribu ton
  • Daging ayam dan telur ayam: masing-masing 39 ton dan 17 ton

Selain itu, program penyaluran CPP seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2026 telah mencapai 70 ribu ton. Sementara untuk program bantuan pangan, telah tersalurkan beras sebanyak 21,3 juta kilogram (kg) dan minyak goreng sebanyak 4,2 juta liter.

Peran Kementerian Pertanian

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia saat ini dalam kondisi siap menghadapi potensi musim kemarau ekstrem akibat El Nino Godzilla. “Jadi infrastruktur untuk menghadapi El Niño sudah jauh lebih baik. Pompanisasi, 70-an ribu pompa di lapangan dan sudah terpasang. Irigasi pompa sudah jalan,” ujarnya.

Amran juga memastikan bahwa seluruh stakeholder terkait telah melakukan berbagai mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan. Salah satunya adalah Kementerian Pekerjaan Umum RI yang telah menyiapkan infrastruktur irigasi untuk jutaan hektar lahan.

Pengalaman Tahun 2023

El Nino bukanlah fenomena baru bagi Indonesia. Pada tahun 2023, negara ini pernah mengalami kondisi serupa. Namun, pengalaman tersebut membantu pemerintah dalam merancang strategi yang lebih baik untuk menghadapi situasi serupa di masa depan.

“Rencana waktu itu saya masih ingat dalam ratas kita mau impor 10 juta ton,” kata Amran. “Tapi dengan kerja keras paralel sambil kita kerja keras mengantisipasi El Niño, kita lakukan pompanisasi, irigasi, opla itu kita tekan sampai impor hanya 3 juta ton lebih, 3,7 kalau tidak salah. Nah itu alhamdulillah berhasil.”

Prediksi BMKG dan BRIN

Selain BRIN, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah memberikan peringatan tentang potensi kemunculan fenomena El Nino yang disebut-sebut sebagai “Godzilla El Nino 2026”. Prediksi ini menunjukkan bahwa pemerintah harus terus waspada dan memperkuat persiapan.

Dengan persiapan yang matang, pemerintah yakin bahwa pasokan pangan RI tidak akan terganggu secara signifikan oleh cuaca ekstrem yang diprediksi. Stok beras di PT Perum Bulog saat ini mencapai 4,3 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 5 juta ton pada April 2026.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *