Program Pemeriksaan Kesehatan Rutin di Sekolah Kota Balikpapan
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan pelajar melalui program pemeriksaan kesehatan rutin di lingkungan sekolah. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memastikan kondisi fisik siswa tetap optimal sehingga mampu menunjang proses belajar mengajar.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri Asisten III Setda Balikpapan dr Sri Juliarty, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Jumat (10/3/2026). Dalam kesempatan itu, Sri Juliarty menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan pada anak usia sekolah. Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas pendidikan.
“Dengan kondisi kesehatan yang baik, anak-anak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih optimal. Karena itu, pemeriksaan seperti ini sangat penting untuk dilakukan secara rutin,” ujarnya.
Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan kepada para siswa secara bertahap. Pelaksanaan program ini melibatkan lintas sektor sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak sekolah dalam menjaga kesehatan peserta didik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP, Jamaluddin, S.Pd., menjelaskan bahwa pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 147 siswa dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan. Untuk menjaga efektivitas dan ketertiban, pemeriksaan dilakukan secara bergiliran.
“Sebanyak 147 siswa kami jadwalkan mengikuti pemeriksaan. Teknisnya dibagi dalam beberapa kelompok, masing-masing sekitar 10 siswa per sesi agar proses berjalan tertib dan maksimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan sejak beberapa hari sebelumnya, mulai dari penjadwalan hingga penyediaan ruang pemeriksaan, guna memastikan kegiatan berjalan lancar. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengecekan kondisi umum siswa, seperti pemeriksaan fisik dasar dan deteksi dini potensi gangguan kesehatan.
Langkah ini diharapkan mampu mengidentifikasi masalah kesehatan sejak awal sehingga dapat segera ditangani. Menurut Jamaluddin, program ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan siswa secara keseluruhan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun, khususnya bagi siswa baru kelas VII, agar kondisi kesehatan mereka dapat dipantau sejak awal masuk sekolah,” katanya.
Jamaluddin juga menilai bahwa perhatian terhadap kesehatan siswa merupakan bentuk investasi penting bagi masa depan generasi muda. Dengan tubuh yang sehat, siswa akan lebih fokus dalam belajar, memiliki daya tahan tubuh yang baik, serta mampu berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.
Program pemeriksaan kesehatan ini pun mendapat respons positif dari siswa dan orang tua. Banyak yang menilai kegiatan tersebut memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk lebih memahami kondisi tubuh mereka sendiri serta membangun kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, Pemkot Balikpapan melalui dinas terkait berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program pemeriksaan kesehatan ini ke lebih banyak sekolah. Dengan demikian, seluruh pelajar di Kota Balikpapan dapat merasakan manfaatnya secara merata. Melalui langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Balikpapan tidak hanya ditopang oleh aspek akademik semata, tetapi juga oleh kesehatan siswa sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.











