"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Mahasiswa Unpad Minta Penanganan Transparan dan Tegas atas Dugaan Pelecehan Guru Besar

Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus Unpad Memicu Keprihatinan Mahasiswa

Dugaan tindakan pelecehan seksual yang melibatkan seorang guru besar Universitas Padjajaran (Unpad) berinisial IY kini menjadi perbincangan hangat, terutama setelah kasus tersebut viral di media sosial X (Twitter). Kejadian ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran bagi korban, tetapi juga mencoreng reputasi institusi pendidikan tersebut.

Beberapa mahasiswa mengungkapkan rasa prihatin mereka terhadap situasi ini. Mereka berharap pihak kampus dapat menangani kasus tersebut secara transparan dan tegas. Deni, seorang mahasiswa Magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad, menyampaikan bahwa ia sangat menyayangkan munculnya dugaan kasus ini. Menurutnya, kejadian ini tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga merusak citra kampus.

“Sebagai mahasiswa, saya menyayangkan adanya kasus ini karena mencoreng nama baik kampus tempat saya belajar. Saya juga sudah mengikuti berbagai postingan dari BEM dan pemberitaan, memang sangat disayangkan jika benar terjadi dugaan pelecehan dari dosen kepada mahasiswa,” ujar Deni saat dihubungi.

Ia menilai langkah kampus yang memberhentikan sementara terduga pelaku merupakan langkah awal yang tepat. Namun, ia menekankan pentingnya penyelidikan yang mendalam dan objektif. Jika terbukti ada dugaan tersebut, maka harus ada sanksi berat sesuai aturan yang berlaku di kampus.

Deni juga menyoroti bahwa kasus serupa belakangan ini marak terjadi di sejumlah kampus besar di Indonesia. Ia berharap kejadian seperti ini tidak terus berulang di lingkungan akademik.

“Harapannya tidak ada lagi kejadian pelecehan seksual, baik dari dosen ke mahasiswa, mahasiswa ke mahasiswa, maupun sebaliknya. Kampus seharusnya menjadi tempat aman untuk belajar. Kalau ada kejadian seperti ini, bisa berdampak pada masa depan mahasiswa dan etika di dunia akademik,” katanya.

Penilaian Mahasiswi Terhadap Kasus Ini

Khanza, mahasiswi Ilmu Komunikasi Unpad angkatan 2024, menilai jika dugaan yang beredar di media sosial terbukti benar, maka tindakan tersebut sangat tidak mencerminkan sosok seorang guru besar. Ia menilai bahwa guru besar seharusnya menjadi teladan dengan perilaku yang bisa dicontoh. Namun, jika malah melakukan hal yang melecehkan dan membuat tidak nyaman, itu sangat bertolak belakang.

“Kalau memang yang viral itu benar, sangat disayangkan. Guru besar seharusnya menjadi teladan, punya perilaku yang bisa dicontoh. Tapi kalau malah melakukan hal yang melecehkan dan membuat tidak nyaman, itu sangat bertolak belakang,” ujarnya.

Ia juga mengaku merasa khawatir dengan maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus, termasuk di perguruan tinggi negeri ternama. “Jujur merasa khawatir, karena seolah kasus seperti ini selalu ada di tiap angkatan dan belum pernah benar-benar tuntas. Seakan tidak pernah selesai dan terus berulang,” ungkapnya.

Harapan Untuk Penanganan Kasus

Terkait penanganan kasus, Khanza berharap proses penyelidikan dapat dilakukan secara transparan dan objektif. Jika terbukti bersalah, ia meminta agar pelaku diberikan sanksi tegas. “Harapannya penyelidikan bisa dilakukan secara transparan. Kalau memang terbukti, semoga bisa dihukum seberat-beratnya, bahkan sampai diberhentikan,” ujarnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *