Perpustakaan Desa Waibao Juara 1 Lomba Tingkat Kabupaten Flores Timur
Perpustakaan Desa Waibao berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Flores Timur 2025. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembangunan perpustakaan desa berperan penting dalam meningkatkan literasi masyarakat dan menumbuhkan budaya membaca.
Penilaian lomba diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Flores Timur pada 12–24 November 2025. Sebanyak 20 desa mengisi kuesioner penilaian yang mencakup fasilitas, koleksi buku, kegiatan literasi, dan keterlibatan masyarakat. Dari tahap awal tersebut, 10 desa terbaik melanjutkan ke tahap verifikasi, dan enam desa akhirnya ditetapkan sebagai nominasi utama. Desa Waibao keluar sebagai pemenang pertama berkat kualitas program literasinya yang menonjol.
Kepala Desa Waibao, Hironimus Raga Aran, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras bersama masyarakat selama bertahun-tahun. “Gagasan mendirikan perpustakaan ini sudah dirintis sejak empat tahun lalu. Gedung baru dapat dibangun tahun ini berkat pendanaan murni dari Dana Desa. Hal ini membuktikan bahwa kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat dapat mewujudkan hasil yang nyata,” ujarnya.
Perpustakaan Desa Waibao didukung oleh sejumlah komunitas literasi, seperti Taman Baca Mawar Morona dan Taman Baca Kampung Kabur di Kabupaten Sikka. Komunitas-komunitas tersebut menyumbangkan buku untuk menambah koleksi bacaan. Selain itu, arsip desa yang berisi sejarah lokal, catatan adat, dan dokumen kegiatan masyarakat dimanfaatkan sebagai bahan literasi bagi pelajar dan warga, sehingga pengetahuan lokal tetap terjaga dan tersalurkan dengan baik.
Warga yang tergabung dalam komunitas baca di kampung juga aktif memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar. Mereka bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya (YPPS) dalam berbagai kegiatan literasi, seperti membaca, latihan bahasa Inggris, dan pengenalan kosa kata bahasa Inggris. Kegiatan ini melibatkan anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK), pelajar Sekolah Dasar (SD), hingga siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahkan sebelum gedung perpustakaan berdiri, anak-anak Desa Waibao sudah dilibatkan dalam kegiatan literasi, termasuk pertunjukan tarian budaya, nyanyian adat, serta partisipasi dalam festival lokal. Beberapa anak binaan taman baca Desa Waibao pernah tampil dalam dua festival di Taman Kota, termasuk Festival Bale Nagi, sebagai bagian dari pembelajaran literasi yang dikombinasikan dengan pengenalan budaya.
Hery Aran menekankan bahwa perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang hidup bagi generasi muda. “Kami ingin anak-anak dan remaja menumbuhkan minat baca sejak dini, belajar mandiri, dan tidak terlalu bergantung pada gawai atau media sosial. Perpustakaan adalah tempat mereka menemukan dunia baru melalui buku dan informasi,” jelasnya.
Selain berfungsi sebagai pusat literasi, Perpustakaan Desa Waibao juga menjadi ruang inovasi masyarakat. Berbagai kegiatan, seperti pelatihan menulis, diskusi kelompok, kelas kreatif, dan workshop seni dan budaya, kerap digelar di sana. Aktivitas ini mendorong warga berpartisipasi aktif, membangun kreativitas, dan menyadari pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.
Hery Aran menambahkan bahwa keberhasilan Desa Waibao seharusnya menjadi contoh bagi desa lain. Ia mendorong pemerintah daerah menyelenggarakan lomba perpustakaan secara rutin, karena kompetisi ini memotivasi desa-desa lain mengembangkan program literasi yang inovatif. “Literasi adalah fondasi kekuatan masyarakat. Dengan perpustakaan yang memadai, desa dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Keberhasilan Desa Waibao bukan hanya kemenangan dalam lomba, tetapi juga bukti bahwa perpustakaan desa dapat menjadi pusat belajar, inovasi, dan penguatan literasi yang berdampak nyata. Dedikasi pemerintah desa, kolaborasi dengan komunitas dan YPPS, serta antusiasme masyarakat menjadikan Perpustakaan Desa Waibao sebagai inspirasi bagi pengembangan literasi di Flores Timur dan wilayah lain.











