Penjelasan Lengkap dari Teman Searah Terkait Isu yang Menimpa Inara Rusli
Teman Searah, sebuah majelis yang dikenal sebagai lembaga pendidikan agama dan pengembangan diri, akhir-akhir ini kembali menjadi perbincangan setelah muncul tuduhan bahwa mereka memfasilitasi kedekatan antara Inara Rusli dengan Insanul Fahmi. Dalam pernyataan resmi mereka, pihak kajian menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar dan hanya sekadar isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Fokus Utama Teman Searah adalah Pendidikan Agama dan Pengembangan Diri
Sejak awal berdirinya, Teman Searah telah menetapkan tujuan utamanya sebagai majelis yang fokus pada pembelajaran agama serta pengembangan diri. Mereka menjelaskan bahwa aktivitas yang dilakukan selalu berada dalam batas-batas yang sesuai dengan prinsip-prinsip keagamaan dan etika. Tidak ada ruang bagi tindakan yang bertentangan dengan tujuan mulia tersebut.
Dalam pernyataan terbaru mereka, Teman Searah menyampaikan klarifikasi dengan nada penuh kerendahan hati dan kehati-hatian. Tujuan utama dari pernyataan ini adalah untuk meluruskan informasi yang salah dan menjaga nama baik sang founder, Inara Rusli, sekaligus menjaga kredibilitas lembaga.
Tidak Ada Campur Tangan dalam Relasi Pribadi
Pihak kajian juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah mencampuri relasi pribadi siapa pun, termasuk para founder maupun peserta kajian. Mereka menekankan bahwa interaksi dalam kegiatan kajian bersifat profesional dan terstruktur, bukan ruang untuk menjalin hubungan pribadi.
“Interaksi yang terjadi dalam kajian/majelis bersifat profesional dan berorientasi pada kemajuan manfaat lembaga untuk umat. Relasi yang bersifat personal tidak terjadi dalam lingkungan majelis dan berada sepenuhnya di luar aktivitas Teman Searah,” jelas pihak kajian.
Tanggung Jawab di Luar Aktivitas Kajian
Selain itu, Teman Searah juga menyoroti bahwa segala relasi pribadi yang terjadi di luar kajian bukanlah tanggung jawab mereka. Mereka menegaskan bahwa semua aktivitas yang berlangsung di dalam kajian telah diawasi dan diarahkan agar tetap sesuai tujuan dakwah.
“Seluruh manajemen, pembina, dan guru Teman Searah tidak terlibat secara mendalam berkaitan dengan kasus yang sedang menimpa Inara Rusli dan relasi personalnya, karena proses yang terjadi berada di luar relasi dan kegiatan Teman Searah,” tambahnya.
Tidak Ada Keterlibatan Tidak Wajar dalam Hubungan
Teman Searah juga menolak anggapan bahwa ada unsur kedekatan personal di antara pengurus dengan para peserta secara tidak wajar. Mereka memastikan seluruh manajemen, pembina, serta guru yang terlibat dalam majelis bekerja secara profesional dan tidak melibatkan urusan pribadi.
Dalam pernyataan mereka, disebutkan pula bahwa kasus yang kini menimpa Inara Rusli sama sekali berada di luar aktivitas resmi kajian. Mereka mengambil sikap tegas untuk menjaga nama lembaga agar tidak terseret rumor yang berkembang di masyarakat.
Sikap Tegas terhadap Tuduhan yang Tidak Benar
Teman Searah menolak segala tuduhan yang menyebut bahwa majelis memiliki andil apa pun dalam masalah yang saat ini sedang diproses hukum. Mereka menegaskan bahwa asumsi yang mengaitkan kasus tersebut dengan Teman Searah tidaklah benar.
“Segala proses terkait isu tersebut berada sepenuhnya di luar ranah lembaga. Kami memohon maaf atas segala kekurangan dan berharap doa dari teman-teman agar Teman Searah dapat terus berjalan sesuai niat awal untuk menebarkan manfaat dan kebaikan,” pungkas pihak kajian.











