Pengalaman Makan Bersama Keluarga di Imah Djoglo Bandung
Imah Djoglo adalah salah satu restoran yang menawarkan pengalaman unik bagi keluarga. Berlokasi di Bandung, tempat ini menjadi pilihan ideal untuk makan sekaligus bermain bersama anak-anak. Nama Imah Djoglo menggabungkan dua istilah: “Imah” yang berarti rumah dalam bahasa Sunda dan “Djoglo” yang merujuk pada rumah tradisional khas Jawa. Meski namanya sedikit membingungkan, konsepnya sangat menarik.
Keunikan Restoran Imah Djoglo
Salah satu hal yang membuat Imah Djoglo menonjol adalah kehadiran minifarm di dalamnya. Anak-anak bisa melihat berbagai jenis hewan tanpa harus membayar biaya masuk. Ini menjadi daya tarik utama bagi keluarga yang ingin memberi kesempatan anak-anak untuk belajar tentang binatang sekaligus bersenang-senang.
Saat kami berkunjung, kami langsung menuju minifarm setelah memesan makanan. Di sana terdapat kandang-kandang yang berisi berbagai hewan seperti bebek, burung, kura-kura, kancil, kambing, biri-biri, kelelawar, prairie dogs, iguana, musang mozaik, meerkat, merak, dan ayam. Setiap kandang memiliki ciri khas yang menarik perhatian.
Hewan-hewan Menarik di Minifarm
Yang paling menarik adalah burung gagang bayam. Burung ini memiliki kaki panjang dan tipis seperti flamingo. Mereka sering berdiri dengan satu kaki, sementara kaki lainnya disembunyikan di bawah bulu. Meski terlihat aneh, mereka tetap stabil dan bisa berdiri lama. Suami saya tertawa saat melihat mereka, karena mengatakan “Padahal udah dikasih dua kaki ya biar gak pegel. Kenapa malah berdiri satu kaki.”
Di kandang lain, ada kura-kura yang berjemur di bebatuan atau berenang di kolam. Ada juga dua kelelawar besar yang bergelantungan dengan kepala di bawah. Mereka membuka dan menutup sayap lebar serta menyeringai, membuat suasana sedikit seram. Kami teringat akan vampir dari film-film.
Selain itu, ada prairie dogs yang sebenarnya adalah tupai. Mereka sangat lucu dan aktif. Anak saya tertarik memberi makan kelinci dan marmut, meski makanan tersebut dikenai biaya. Sayangnya, hewan-hewan itu tidak terlalu antusias makan, mungkin karena sudah kenyang.
Menu Khas Imah Djoglo
Setelah berkeliling minifarm, kami kembali ke meja dan memesan sup merah ikan gurame. Ini adalah salah satu menu khas restoran ini. Sup ini memiliki tampilan kemerahan dengan daging ikan gurame yang menonjol dan daun kemangi di sekelilingnya. Saat mencicipinya, rasanya gurih, asam, dan manis segar. Asam manisnya mirip kuah sayur asem, tapi tanpa terasi. Daun kemangi menambah aroma wangi dan rasa.
Daging ikan gurame terasa segar dan lembut. Tidak ada bau lumpur atau amis, yang biasanya jadi ketakutan saat memakan sup ikan air tawar. Kami memuji rasa sup ini dan memakannya dengan lahap, terutama setelah menambahkan sambal cabe rawit merah yang pedas.
Aktivitas Lain di Imah Djoglo
Setelah makan, anak saya tertarik bermain di playground. Kami menemani dia karena playground-nya cukup menantang untuk anak balita. Beberapa saat bermain, dia mencoba berbagai permainan yang tersedia.
Di dekat playground, ada rumah kayu tradisional kecil dengan meja makan di dalamnya. Di dalamnya terdapat ornamen vintage, iklan jadul, dan rak hias. Anak saya tertarik pada topi caping yang tersimpan di dipan dan meminta saya memakainya. Setelah itu, dia meminta hape untuk memfoto saya. Sayangnya, foto hasilnya hanya menampilkan meja dan kursi, bukan saya.
Kesimpulan
Menurut saya, Imah Djoglo adalah restoran yang lengkap. Makanannya enak, suasana nyaman, dan hijau. Keberadaan minifarm dan playground menjadi daya tarik yang menghibur anak-anak dan membuat mereka betah. Anak saya cukup sulit diajak pulang karena masih ingin melihat hewan dan bermain di playground.
Tempat ini cocok bagi keluarga yang ingin makan sekaligus menikmati waktu bersama dalam suasana santai, ramah anak, dan penuh aktivitas menyenangkan.











