"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
News  

Banjir dan Longsor di Sumut, Sumbar, dan Aceh: Bencana Alam atau Buatan?

Bencana Banjir dan Longsor Mengguncang Wilayah Sumatera

Banjir dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh menimbulkan dampak yang sangat parah. Korban jiwa terus bertambah hingga mencapai lebih dari 100 orang. Akses warga terputus, listrik padam, dan pasokan makanan semakin langka. Bencana ini disebut sebagai musibah terparah dalam sejarah.

Faktor Penyebab Bencana

Bencana banjir disebabkan oleh perubahan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka menjadi Siklon Tropis Senyar. Siklon ini bergerak dengan kecepatan sekitar 10 km/jam menuju daratan Aceh. Fenomena ini memicu hujan lebat hingga level ekstrem serta angin kencang. Dalam konferensi pers pada Rabu, 26 November 2025, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyatakan bahwa suplai uap air dari perairan hangat Selat Malaka memperkuat pembentukan awan konvektif di utara Sumatera.

Siklon Senyar diperkirakan bergerak arah barat daya di wilayah Aceh dengan kecepatan tujuh km per jam, lalu melemah menjadi Depresi Tropis dalam 48 jam. Meski intensitasnya akan menurun, potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai di Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumbar, dan wilayah sekitarnya.

Kerusakan Lingkungan sebagai Faktor Utama

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Utara dalam rilis terbarunya menegaskan bahwa faktor curah hujan tinggi bukan faktor utama. Kerusakan lingkungan turut menjadi faktor utama pemicu banjir di berbagai titik. Beredar foto dan video yang memperlihatkan banyaknya batang kayu terbawa arus. Batang kayu tersebut menjadi bukti bahwa area hutan di sekitar lokasi bencana sudah gundul.

Aktivitas manusia ikut memperburuk situasi, sehingga bencana yang muncul bukan lagi murni bencana alam. WALHI juga menyoroti kebijakan pemerintah yang dengan mudahnya memberi ruang bagi perusahaan tambang untuk beroperasi. Aktivitas penebangan pohon oleh perusahaan-perusahaan tersebut, meski berizin, mempercepat deforestasi dan semakin merusak kawasan tersebut.

Kondisi di Sumatera Utara

Di Sumatera Utara, Kabupaten Tapanuli Utara termasuk area yang mengalami dampak paling berat. Berdasarkan laporan terbaru Polres, terdapat sembilan korban meninggal dan 31 orang masih hilang. Total 54 bencana terjadi di wilayah ini, dengan longsor sebagai kejadian terbanyak (40 kasus), yang membuat aktivitas di daerah tersebut hampir sepenuhnya terhenti.

Banjir dan longsor yang melanda 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan 83 orang, sementara 81 lainnya masih dinyatakan hilang. Informasi ini disampaikan oleh tim SAR pada Jumat, 28 November 2025.

Kondisi di Sumatera Barat

Menurut data Kantor SAR Padang pada Jumat (28/11), telah tercatat 22 orang meninggal dunia dan 12 orang masih dalam pencarian. Bencana ini berdampak pada total 12.000 lebih jiwa. Peristiwa banjir dan longsor tersebut terjadi di 13 kabupaten/kota, termasuk Padang, Pariaman, Pasaman Barat, dan Bukittinggi. Pemerintah Daerah Sumbar juga telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak Selasa, 25 November 2025.

Kondisi Darurat di Aceh

Sama seperti Sumatera Barat, kondisi banjir hebat di Aceh mengharuskan pemerintah menetapkan status tanggap darurat pada Kamis, 27 November 2025. “Pada hari ini, saya sebagai Gubernur Aceh menetapkan keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh,” ujar Muzakir, Gubernur Aceh. Status ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 28 November 2025.

Bantuan Pemerintah

Pemerintah menyalurkan berbagai bantuan darurat lewat jalur udara untuk tiga provinsi yang terdampak banjir besar dan longsor, yaitu Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Bantuan tersebut mencakup tenda, generator listrik, hingga perangkat komunikasi.

Nomor Penting untuk Bantuan Korban

  • BNPB: 117
  • Ambulans: 118 atau 119
  • SAR/BASARNAS: 115
  • PLN: 123
  • Posko Bencana Alam: 129
  • BPBD Provinsi Sumatera Utara: (061) 8468469
  • BPBD Aceh Besar: (0651) 92071
  • BPBD Sumatera Barat: (0751) 890721/766957.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *