"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

BRI Bantu UMKM Berkembang hingga Pulau Terpencil di Selatan Negeri

Kehidupan Sahrul Lapulu: Dari Usaha Kecil Hingga Sukses Berkat Pinjaman Modal

Sahrul Lapulu (39) adalah seorang pria asli warga Oelaba, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Ia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan berhasil mengembangkan bisnisnya di bidang kuliner dengan berjualan bakso dan mie ayam. Awalnya, ia hanya melihat situasi di kampungnya yang belum ada warung bakso. Ia merasa bahwa dirinya bisa menjadi yang pertama di kampung tersebut.

Pria ini memulai bisnis kuliner sejak 7 tahun lalu, tepatnya pada tahun 2018. Keberhasilannya bermula dari kemampuannya dalam membaca situasi dan kesempatan. Meskipun daya beli masyarakat tidak stabil, ia tetap memutuskan untuk terjun di dunia usaha.

“Awalnya tidak terpikir untuk usaha ini, hanya, saya melihat situasi di kampung warung bakso belum ada. Saya rasa, saya yang pertama di kampung sini, saya bilang mungkin saya yang pertama, dulu ada tapi jauh, kalau disini mungkin saya yang ramai,” ujarnya.

Sejak 2018, Sahrul membuka usaha kuliner bakso dan mie ayam. Namun, ia baru memutuskan untuk mengambil pinjaman modal usaha pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI di tahun 2020. Ia meminjam modal dari BRI dengan angsuran selama 3 tahun.

“Kalau peminjaman modal sendiri saya baru kali ini, saya rasa sangat membantu, waktu itu saya butuh modal untuk usaha ini, saya merasa bersyukur sedikit banyak terbantukan peminjaman modal ini, dulu 3 tahun ambil sekarang sudah selesai.”

Tak lama setelah meminjam modal usaha, badai besar langsung menerpa UMKM yang baru dirintisnya. Saat itu, Sahrul berjuang mempertahankan usahanya di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia. Akan tetapi, bermula dari informasi dari mulut ke mulut, Sahrul akhirnya mendapatkan informasi terkait adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diturunkan pemerintah melalui BRI.

“Aku dapat informasi dari orang lain ada dari BRI tawarkan dana untuk pelaku usaha mau melakukan usaha itu ada bantuan, ngajuin pakai nama dan NIK kita ajukan ke BRI terdekat kita cek, kalau namanya keluar, bisa kita ambil,” bebernya.

Komitmen BRI Berdayakan UMKM

BRI memiliki komitmen kuat dalam memberdayakan UMKM. Hal ini dibuktikan dari tiga program unggulan permodalan serta beberapa fasilitas pendukung lainnya yang diberikan untuk memberikan makna kepada masyarakat Indonesia.

Tiga program unggulan BRI dalam membantu memberdayakan serta mengembangkan UMKM masyarakat Indonesia antara lain adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Umum Pedesaan Rakyat (KUPRA), dan Kredit Usaha Pedesaan (KUPEDES). Program-program ini disampaikan oleh Universal Banking BRI kantor Cabang Brumbung, Sragen, Muhammad Farhan.

“Untuk produk unggulan BRI yang pertama ada Kredit Umum Pedesaan Rakyat (KUPRA), (Kredit Usaha Pedesaan), kedua ada Kredit Usaha Pedesaan (KUPEDES), dan ketiga subsidi pemerintah yang bekerja sama dengan BRI yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR).” jelas Muhammad Farhan.

Farhan menjelaskan perbedaan dari tiga program unggulan yang dimiliki BRI:

  • KUR memiliki bunga yang paling rendah dibandingkan KUPRA dan KUPEDES, bunganya sekitar 0,2 persen.
  • KUPRA dengan 0,99 persen.
  • KUPEDES dengan bunga tertinggi.

Menurut Farhan, baik KUR, KUPRA, maupun KUPEDES memiliki spesifikasi sasaran sendiri-sendiri:

  • KUR diarahkan untuk para pelaku UMKM kecil yang baru meniti dari 0.
  • KUPRA diperuntukkan untuk UMKM yang sudah berjalan namun belum maksimal.
  • KUPEDES diperuntukkan untuk para pelaku usaha dengan kebutuhan modal yang tinggi.

Selain itu, dalam tiga program unggulan tersebut BRI juga memberikan jaminan asuransi di dalamnya. Perbedaannya, jika KUR dan KUPRA lebih kepada asuransi kecelakaan kerja atau kebakaran usaha, namun, untuk KUPEDES berupa asuransi jiwa atau kematian.

Program Jaminan Lain dari BRI

Bukan hanya menawarkan sistem permodalan, BRI juga turut memberikan program jaminan bantuan bagi masyarakat yang dinamakan Restrukturisasi. Restrukturisasi diperuntukkan untuk masyarakat yang alami kesulitan membayar angsuran baik menunggak maupun tidak pernah penuh dalam membayarkan pokok dan juga bunganya.

“Bukan hanya permodalan saja, kami dari BRI juga punya tameng untuk mengcover nasabah jikalau yang memiliki usaha tadi kesulitan.” jelas Farhan.

Selain Restrukturisasi, ada juga program jaminan lain dari BRI yakni Simpedes Hadiah Langsung (SHL). Program tersebut diperuntukkan BRI guna membantu dan menunjang para pelaku UMKM dalam melakukan simpanan atau menabung, namun bisa mendapatkan reward (penghargaan-red) berupa barang.

“Kalau dari kita pelaku usaha, untuk menunjang UMKM, selain pinjaman juga ada simpanan seperti dari kita itu ada SHL (Simpedes Hadiah Langsung), itu nanti jika nasabah usahanya berjalan lancar dan dapatkan keuntungan banyak, nasabah bisa menyimpannya yaitu tabungan BRI, setelah itu kita bisa ajukan SHL.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *