"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
News  

Dinas Kesehatan TTU Perketat Pengawasan Dapur MBG

Pengawasan Ekstra terhadap Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten TTU

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melakukan pengawasan ekstra terhadap pengelolaan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di setiap Dapur SPPG. Pengawasan ini akan dilakukan secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten TTU.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Basilius Haumein menyampaikan hal ini saat diwawancarai Senin (8/12/2025). Dalam pengelolaan MBG, telah dibentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) yang melibatkan sejumlah instansi termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten TTU.

Pengawasan yang dilakukan mencakup pemeriksaan kesehatan para karyawan di dapur, pemeriksaan kelayakan makanan, serta menilai kepatuhan dari karyawan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh BGN. Salah satu rekomendasi yang diberikan adalah penyediaan alat untuk mendeteksi secara cepat kondisi makanan sebelum didistribusikan.

Pengawasan berkala ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan dan penyajian makanan dalam Program MBG tetap sehat dan berkualitas. Basilius menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kejadian dugaan keracunan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu usai diduga mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT, pada Kamis, 27 November 2025. Pantauan menunjukkan sejumlah siswa PAUD dan SD berada di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kefamenanu. Sejumlah anak telah dipulangkan setelah menerima perawatan medis di UGD.

Belasan orang anak diduga mengalami keracunan atau alergi usai mengonsumsi MBG. Para kepala sekolah, guru-guru, dan orang tua/wali murid tampak hadir di UGD. Beberapa anak terlihat memiliki wajah dan tubuh yang memerah. Petugas medis di RSUD tampak sibuk memberikan perawatan kepada anak-anak tersebut.

Siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengalami gejala mual, muntah, sakit kepala, dan lemas usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, menu yang dikonsumsi adalah nasi kuning, daun ubi tumis, ikan goreng tepung, tahu goreng, dan buah semangka.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Basilius Haumein menjelaskan bahwa pihaknya mengirim tim untuk melakukan investigasi di lapangan pasca kejadian 14 orang siswa sekolah dasar dari tiga sekolah di Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan yang disediakan SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tim investigasi terdiri dari tenaga kesehatan dari Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas Sasi. Langkah pertama yang diambil adalah penanganan terhadap pasien yang diduga keracunan. Selanjutnya, mereka melakukan deteksi terhadap kasus susulan. Langkah ketiga adalah pengambilan sampel makanan dan muntah, yang kemudian dikirim ke laboratorium di Kupang untuk diperiksa.

Sampel tersebut telah dikirim ke Laboratorium Provinsi NTT di Kupang. Pengiriman sampel dilakukan pada pukul 18.12 WITA Kamis, 27 November 2025. Basilius mengakui bahwa pihaknya akan segera mengkonfirmasi hasil laboratorium untuk tindak lanjut selanjutnya.

Total sebanyak 14 orang anak diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan yang disediakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Laporan masuk perdana melalui layanan call center 112 sebanyak 3 orang. Jumlahnya berkembang menjadi 12 orang pada siang hari. Data pertama mencatat 12 orang dengan rincian 9 orang dari SDK Peboko, 2 orang dari SDN Gua Aplasi, dan 1 orang dari SDK Kefamenanu 1.

Setelah itu, terdapat tambahan 2 orang pasien. Seorang anak masuk ke RSUD Kefamenanu dengan gejala yang sama pada sore hari dan 1 orang lainnya dilarikan ke RSUD Kefamenanu pada malam hari. Ke-14 pasien tersebut telah ditangani oleh tim medis dan sudah kembali ke rumah masing-masing.

Sebanyak 14 orang tersebut yang diduga mengalami keracunan yakni; SDK Peboko sebanyak 11 orang anak, SDN Gua Aplasi sebanyak 2 orang anak, dan SDK Kefamenanu 1 sebanyak 1 orang. Tidak ada siswa PAUD yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kefamenanu Tengah II, Adipontius A.Tefi menyebut pihaknya berhenti beroperasi sementara untuk menyediakan makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut memicu penghentian operasional sementara hingga ada arahan lebih lanjut.

Adipontius juga menyebut bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan muntah dari siswa di laboratorium di Kupang. Ia mengakui bahwa pihaknya baru saja selesai melakukan pertemuan bersama Korwil, Dinas Kesehatan, dan sejumlah pihak lainnya membahas tentang kejadian tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *