Perjalanan Rumah Tangga yang Berakhir
Konten kreator Wardatina Mawa (25) dan pengusaha asal Medan, Insanul Fahmi (25), yang telah berjalan selama 6 tahun, akhirnya akan berakhir. Kehidupan rumah tangga mereka terbentuk dengan banyak tantangan, termasuk konflik yang muncul dari hubungan suami sirinya dengan Inara Rusli (32). Dalam situasi ini, Wardatina memilih untuk bercerai, sementara Inara memutuskan untuk berdamai dan menjadi istri yang taat.
Insanul Fahmi menikahi Inara secara siri tanpa sepengetahuan Wardatina Mawa. Hal ini membuat kehidupan rumah tangga Wardatina semakin sulit. Ia tidak ingin dipoligami, sehingga memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Insan. Meski suaminya ingin tetap bertahan, Wardatina tetap teguh pendirian.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya @wardatinamawa, Wardatina menyampaikan curahan hatinya. Ia berusaha mengikhlaskan sang suami yang kini memilih perempuan lain. “Satu pelajaran terbaik untuk akhir tahun ini,” tulisnya. Ia juga menulis, “Jangan terlalu nyesel sama yang udah lewat.” Ia meminta Insan untuk melepaskan dirinya dan berbahagia dengan Inara. “Kalau emang jalannya beda, ya sudah… lepaskanlah aku dan bahagialah kamu.”
Wardatina percaya bahwa Tuhan telah menyiapkan hal indah di balik ujian hidup yang ia hadapi. “Aku lanjut melangkah, percaya Allah punya rencana yang lebih baik,” tutupnya. Caption unggahannya juga menyampaikan kepasrahannya pada Tuhan: “Hasbunallah wa ni’mal wakil. Cukup Allah yang jadi tempat sandar, tempat pulang, dan tempat menitipkan semua rasa. Selebihnya, biar waktu dan takdir yang bekerja.”
Konflik yang Berujung Damai
Insan dan Inara sempat berkonflik, namun kini keduanya sudah damai. Inara juga telah mencabut laporannya terkait dugaan penipuan. Jawaban Insanul Fahmi ketika diminta memilih antara Mawa atau Inara tidak jelas. Ia mengungkap perjuangannya untuk Mawa, meski dalam kondisi hancur dan spekulasi yang aneh-aneh. Namun, ia menegaskan tidak ingin sampai mengorbankan harga dirinya. “Tapi kalau harus sampai bertekuk lutut, kayaknya aku yang menodai harga diri sendiri kan,” ucapnya.
Ia berdalih ingin bertanggung jawab terhadap Inara dan Mawa. “Kalau menurut aku, aku tetap harus tanggung jawab ke dua-duanya,” kata Insan. Namun, Wardatina Mawa menolak poligami. Melalui kuasa hukumnya, Darma Praja Pratama, ia menegaskan tidak ada ruang untuk rujuk jika harus menerima poligami. Keputusan ini telah dipikirkan matang dan bukan sekadar ancaman.
Darma menjelaskan fokus utama Mawa saat ini adalah menyelesaikan proses hukum yang sedang berjalan. “Dia ingin semuanya berjalan sesuai jalurnya. Proses hukum diselesaikan dulu, setelah itu baru melangkah ke tahap berikutnya.” Meski demikian, keputusan untuk berpisah tidak mengubah komitmen Mawa terhadap anak. Ia tetap mengedepankan kepentingan anak di tengah konflik yang terjadi.
Tiga Alasan Inara Berdamai
Inara Rusli memutuskan berdamai dengan Insanul Fahmi hingga mencabut laporan soal penipuan. Ada tiga alasan di balik keputusannya. Pertama, Inara menyebut Insan menunjukkan iktikad baik dengan menemui keluarganya. Kedua, Insan mengklarifikasi permasalahan ke keluarga Inara. Ketiga, Inara ingin tetap menjadi sosok wanita muslimah yang taat kepada suami.
“Saya sebagai muslimah mencoba untuk taat,” ucap Inara. Kuasa hukum Inara, Daru Quthny, membenarkan bahwa kliennya dan Insan sempat melakukan pertemuan dengan dihadiri keluarga. Menurutnya, Insan telah menunjukkan itikad baik usai masalah ini ramai menjadi perbincangan publik. Inara pun akhirnya memilih untuk berdamai dan mencabut laporan yang telah masuk di kepolisian.
Mawa Masih Tidak Mau Berdamai
Di sisi lain, Mawa masih belum mau berdamai dengan Insanul Fahmi. Kuasa hukumnya, Darma Praja, mengungkapkan bahwa sampai detik ini tidak ada arah pembicaraan perdamaian. Sebelumnya, Insan sempat menghubungi Mawa untuk bertemu, namun ditolak mentah-mentah karena ingin bertemu berdua tanpa adanya pihak lain. Darma menegaskan bahwa kliennya belum membicarakan mengenai perdamaian dengan Insan.











