Museum Nasional Indonesia memberikan akses gratis bagi beberapa kategori pengunjung. Informasi ini disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi @museumnasionalindonesia pada Jumat (2/1/2026).
“Kabar gembira untuk Sobat Museum! Museum Nasional Indonesia di tahun 2026 menambah kategori penerima Tiket Rp0,-,” tulis keterangan unggahan tersebut.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa akses masuk Museum Nasional tetap gratis bagi kelompok tertentu.
“Kecuali mungkin kepada disabilitas, berusia lanjut, dan juga anak yatim piatu itu juga bebas (gratis),” ujar Fadli Zon.
Hal ini disampaikan dalam tengah maraknya protes terkait kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional per 1 Januari 2026. Kini, pengunjung yang dapat masuk secara gratis bertambah menjadi tujuh kategori, yaitu:
Anak usia 0-3 tahun
Lanjut usia (lebih dari 60 tahun)
Penyandang disabilitas dan satu orang pendamping
Yatim piatu
Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Pemegang Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK)
* Pemandu rombongan atau pemandu wisata (tour leader)
Tarif masuk Museum Nasional Rp 0 hanya berlaku untuk tiket masuk reguler dan transaksi langsung di loket.
Harga Tiket Masuk Museum Nasional 2026
Harga tiket masuk Museum Nasional mengalami kenaikan sejak 1 Januari 2026. Hal ini disampaikan melalui akun Instagram yang sama pada Senin (29/12/2025).
“Sebagai bagian dari upaya tersebut, mulai 1 Januari 2026 akan diberlakukan penyesuaian tiket masuk Museum Nasional Indonesia,” tulis keterangan unggahan tersebut.
Tarif baru Museum Nasional 2026 naik hingga tiga kali lipat, khususnya bagi turis asing yang dikenakan biaya masuk Rp 150.000 per orang. Sebelumnya, biaya masuk hanya Rp 50.000 per orang.
Turis domestik juga terdampak kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional. Kini, orang dewasa wajib membayar Rp 50.000 untuk masuk ke Museum Gajah tersebut.
Berikut rincian tarif masuk Museum Nasional 2026:
Tiket masuk anak (0-3 tahun): gratis
Tiket masuk pelajar (PAUD/TK/SD/SMP/SMA): Rp 30.000 (sebelumnya gratis untuk pelajar SMA dan Mahasiswa, sedangkan anak 3-12 tahun bayar Rp 15.000)
Tiket masuk dewasa: Rp 50.000 (sebelumnya Rp 25.000)
Tiket masuk warga negara asing (WNA): Rp 150.000 (sebelumnya Rp 50.000)
WNA pemegang KITAS: Rp 50.000
Tiket masuk ruang imersif A: Rp 35.000 (masih sama dengan sebelumnya Rp 35.000)
* Tiket rombongan (minimal 50 orang per kategori):
* Tiket masuk pelajar (PAUD/TK/SD/SMP/SMA): Rp 24.000
* Tiket masuk dewasa: Rp 40.000
Tuai Kritik
Kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional memicu protes dari warganet. Lewat kolom komentar Instagram @museumnasionalindonesia, banyak warganet menyayangkan keputusan ini.
“Tempat edukasi yang dimiliki pemerintah harusnya tidak mahal. Sejarah itu bagi sebagian orang membosankan, ditambah lagi tiket mahal. Kelar sudah,” tulis akun Instagram @hadipurwanto.23.
“Untuk transparansi publik, seharusnya dijelaskan mengapa harga naik dan keuntungan bagi pengunjung kedepannya apa saja,” tulis warganet @steve_harison.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pekerja swasta di Jakarta. Wasti, seorang pekerja swasta di Jakarta menilai, harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia yang sebelumnya Rp 25.000 untuk dewasa dinilai sudah pas. Namun, bila harga tiket tersebut naik menjadi Rp 50.000, ia berkemungkinan akan mengurungkan niat untuk berkunjung ke sana.
“Karena Rp 50.000 sudah mahal, apalagi tujuannya buat wisata edukasi. Kalau harga tiketnya Rp 50.000, nanti tidak semua kalangan bisa teredukasi (di Museum Nasional Indonesia),” kata Wasti.
Pekerja swasta lain bernama Rere, juga menilai tarif Rp 50.000 per orang akan terasa berat bagi pengunjung yang datang bersama keluarga. Menurut Rere, bila satu keluarga terdiri dari empat orang, tarif yang perlu dikeluarkan yaitu sebesar Rp 200.000.
“Kalau dinaikin sampai Rp 50.000, bayangin aja itu Rp 200.000 buat masuk ke museum saja. Belum transportasinya, belum kalau mereka mau jajan, beli oleh-oleh,” ujar dia.











