Lonjakan Harga Emas di Padang: Antara Kekhawatiran dan Peluang
Lonjakan harga emas di Kota Padang tidak hanya menjadi berita yang mengejutkan, tetapi juga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Warga kini menghadapi dilema antara ingin membeli emas sekarang atau menunggu hingga harga turun, namun takut jika harga naik lagi.
Sebelumnya, harga emas berada di kisaran Rp 2.512.000 per gram. Namun, saat ini, harga telah melonjak drastis hingga menembus angka Rp 2.540.000 per gram. Hal ini membuat banyak warga bingung dan khawatir akan kesempatan investasi mereka.
Keputusan yang Sulit bagi Warga
Rosna (45), seorang warga asal Kuranji, mengaku datang ke Pasar Raya pada Minggu (18/1/2026) untuk mengecek harga emas. Namun, ia akhirnya memutuskan untuk tidak membeli.
“Niat hati mau nambah simpanan buat biaya sekolah anak nanti, tapi kalau harganya sudah Rp 2,5 juta lebih begini, uangnya tidak cukup. Saya jadi galau, mau beli sekarang takut kemahalan, tidak beli takut besok naik lagi,” keluh Rosna.
Di sisi lain, Fatma (38) justru melihat kenaikan harga emas sebagai peluang. Ia berniat menjual emas yang ia simpan selama dua tahun terakhir untuk digunakan dalam renovasi rumah.
“Saya ada simpanan emas dari dua tahun lalu. Melihat harganya naik gila-gilaan begini, rasanya ingin saya lepas (jual) saja untuk renovasi rumah. Tapi saya juga takut nanti kalau sudah dijual, harga emas malah naik terus dan saya tidak sanggup beli lagi,” ujarnya.
Perubahan Perilaku Konsumen
Lonjakan harga emas di Kota Padang benar-benar membuat masyarakat terperangah. Pada pertengahan Januari 2026 ini, harga logam mulia tersebut mencetak rekor baru yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.
Pantauan di kawasan Pasar Raya Padang pada sore hari menunjukkan adanya pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih berhati-hati dalam bertransaksi. Warga yang semula berniat menambah koleksi perhiasan, kini terpaksa mengurungkan niatnya.
Di sisi lain, mereka yang sudah memiliki simpanan emas mulai menimbang-nimbang waktu yang tepat untuk menjual.
Harga Emas Pecah Rekor
Alifa, salah satu staf di Toko Emas Murni Pasar Raya Padang, mengungkapkan bahwa saat ini harga emas sudah resmi menembus angka Rp 2.540.000 per gram. Kenaikan ini dirasakan sangat mendadak oleh para pelanggan setianya.
“Memang kenaikannya terasa sekali. Sebelumnya masih di harga Rp 2.512.000 per gram, tapi sekarang sudah naik lagi,” kata Alifa saat diwawancarai pada Minggu (18/1/2026).
Untuk harga buyback atau beli kembali, Toko Emas Murni saat ini mematok harga Rp 2.360.000 per gram. Harga ini dianggap sudah sangat tinggi bagi warga yang membeli emas pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau untuk ukuran besar seperti 2,5 gram, sekarang harganya sudah Rp 6.350.000. Memang butuh budget ekstra bagi warga yang ingin berinvestasi saat ini,” tambah Alifa menjelaskan detail harga di tokonya.
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada emas perhiasan di pasar tradisional. Di Pegadaian, harga emas Antam bahkan melonjak lebih tinggi hingga menyentuh Rp 2.930.000 per gram, disusul cetakan UBS di angka Rp 2.739.000.
Penyebab Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas dunia saat ini didorong oleh sejumlah faktor eksternal. Kombinasi faktor moneter, geopolitik, dan energi membuat emas dan logam mulia kembali menjadi aset pilihan investor.
Dari sektor moneter, ada indikasi Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneternya. Dengan situasi tersebut, peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Januari dinilai cukup besar.
Sikap wait and see bank sentral AS ini turut menopang minat investor terhadap aset lindung nilai seperti emas.
Dari sisi energi, dinamika geopolitik juga diperparah oleh ambisi AS untuk menguasai sebagian besar pasokan minyak mentah dunia. Aktivitas Trump di kawasan Timur Tengah dan Amerika Latin dinilai bertujuan untuk mengawasi perputaran minyak mentah dunia.
Menurut pengamat ekonomi, mata uang & komoditas, Ibrahim Assuaibi, masalah geopolitik sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga emas itu lonjakan luar biasa.
Fokus risiko geopolitik yang tadinya berfokus terhadap Venezuela, nantinya akan kembali bergeser ke kawasan Timur Tengah. Situasi di Iran memanas akibat gelombang demonstrasi besar yang menguasai sejumlah kota utama, disertai kecaman dari Rusia, Tiongkok, serta negara-negara pendukung Iran.
Di kawasan Eropa, ketegangan kembali meningkat setelah upaya gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina yang diprakarsai AS dinilai gagal. Eskalasi konflik tersebut menambah sentimen ketidakpastian global yang mendorong penguatan harga emas.











