"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Industri Wellness Global Capai 6,8 Triliun USD, Bagaimana Peluang Indonesia?



JAKARTA, Dunia sedang mengalami pergeseran signifikan dalam pola konsumsi dan gaya hidup. Laporan bertajud Global Wellness Economy Monitor 2025 yang dirilis oleh Global Wellness Institute (GWI) mengungkapkan sebuah realitas bahwa pasar kebugaran (wellness) global kini telah menembus angka rekor sebesar 6,8 triliun dolar AS. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 35 persen sejak tahun 2019 dan diprediksi akan terus berakselerasi hingga mendekati angka 10 triliun dolar AS pada akhir dekade ini.

Pertumbuhan ini menandakan bahwa sektor kebugaran bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan kekuatan ekonomi masif yang kini telah melampaui industri-industri raksasa lainnya. Sebagai perbandingan, nilai ekonomi wellness kini jauh melampaui industri olahraga (2,7 triliun dolar AS), pariwisata (5 triliun dolar AS), bahkan industri TI (5,3 triliun dolar AS). Fakta paling menarik menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat dunia untuk kebugaran kini setara dengan 60 persen dari total seluruh pengeluaran kesehatan dan medis global.

Pergeseran Paradigma

Fenomena ini didorong oleh perubahan mendasar pada pola pikir konsumen dunia. “Kita sedang melihat perubahan drastis dalam pola pikir konsumen, di mana pencegahan, kesehatan mental, koneksi sosial, serta dampak lingkungan tempat tinggal dan alam menjadi jauh lebih penting di seluruh dunia,” ujar Peneliti Senior GWI, Katherine Johnston.

Masa pemulihan pandemi telah usai, dan kini dunia beralih ke mode akselerasi yang berfokus pada umur panjang (longevity) dan optimalisasi kesehatan yang dipersonalisasi. Sektor yang mencatatkan pertumbuhan paling agresif adalah wellness real estate atau properti yang mengakomodasi kebugaran, melonjak 19,5 persen setiap tahunnya. Kesadaran akan pengaruh lingkungan fisik terhadap kesejahteraan mental dan fisik telah mendorong masyarakat untuk mencari hunian yang tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga ekosistem kesehatan.

Sektor kesehatan mental menyusul di posisi kedua dengan pertumbuhan 12,4 persen per tahun, menegaskan bahwa kesejahteraan emosional kini menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar lagi bagi generasi muda.

Indonesia: Memanen Kearifan Lokal dan Biodiversitas

Di tengah derap global tersebut, Indonesia berdiri pada posisi yang sangat strategis. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas hutan terbesar ketiga secara global, Indonesia memiliki modalitas intrinsik yang luar biasa dalam ekosistem kebugaran. Ekonomi kebugaran di Indonesia berakar pada sumber daya alam dan budaya yang kaya, dengan praktik-praktik penyembuhan tradisional yang telah eksis selama lebih dari 2.000 tahun.

Kekuatan Indonesia terletak pada perpaduan antara kearifan lokal asli dengan pengaruh tradisi dari India, Cina, dan Arab. Destinasi unik seperti Solo dengan tradisi aromaterapi dan jamunya, Yogyakarta dengan ritual istana kerajaan dan retret pedesaannya, serta Bali yang telah menjadi ikon retret mewah ramah lingkungan, adalah pilar utama yang menempatkan Indonesia dalam radar pasar wellness dunia.

Saat ini, pasar kebugaran Indonesia menembus angka 36,4 miliar dolar AS, atau berada di posisi 7 dari total 45 negara Kawasan Asia Pasifik, dan ranking 19 dari total 218 negara dunia.

Proyeksi 2026

Menatap tahun 2026, ruang pertumbuhan bagi industri wellness di Indonesia tetap terbuka lebar. Pemerintah menargetkan angka kunjungan wisatawan mancanegara yang ambisius, sejalan dengan arah pariwisata berkualitas (quality tourism). Sektor pariwisata kebugaran (wellness tourism) global sendiri diprediksi akan tumbuh rata-rata 9,1 persen per tahun hingga 2029.

Pertumbuhan masa depan tidak hanya akan berfokus pada ekspansi fisik, tetapi juga pada kedalaman kualitas pengalaman. Sektor pengobatan tradisional dan komplementer diproyeksikan menjadi penggerak utama dengan angka 5,6 miliar dolar AS, bukan hanya karena integrasi tanaman obat dalam produk suplemen, tetapi juga karena kategori ini kini mencakup pendekatan biohacking dan umur panjang. Mulai dari terapi cahaya merah hingga krioterapi, yang kini mulai umum ditemukan di pusat kebugaran dan resor mewah di Indonesia.

Pariwisata kebugaran di Indonesia menawarkan perjalanan transformatif yang bersumber dari kearifan lokal dengan angka 1,7 miliar dolar AS. Pendekatan ini menggabungkan “lanskap internal” manusia dengan “lanskap eksternal” lingkungan setempat melalui pendekatan perjalanan yang sadar (mindful travel). Dengan memadukan kekayaan geodiversitas, biodiversitas, dan keragaman budaya, Indonesia berada pada lintasan yang tepat untuk menjadi destinasi utama bagi dunia yang semakin haus akan keseimbangan dan pemulihan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *