Soal dan Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12
Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK/MA Kelas XII, terbitan Kemdikbudristek tahun 2022, menyajikan berbagai materi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam berbagai aspek bahasa dan sastra. Salah satu bagian yang menjadi fokus adalah Bab 5 Mengungkapkan Kekaguman dalam Narasi Kearifan Lokal. Dalam bab ini, siswa akan diminta menjawab soal-soal pada bagian Ayo Berlatih.
Soal yang diberikan berkaitan dengan sejarah kopi di Indonesia, termasuk perkembangan budidaya kopi dari masa penjajahan hingga saat ini. Materi ini disajikan dalam bentuk teks informasi dan infografis, sehingga memungkinkan siswa untuk membandingkan dan menganalisis data yang diberikan.
Sejarah Kopi di Indonesia
Masuknya kopi ke Indonesia tidak lepas dari peran Belanda. Pada tahun 1696, Belanda membawa kopi dari Malabar, India, ke Pulau Jawa. Mereka mencoba menanam kopi di Kedawung, sebuah perkebunan dekat Batavia. Namun, upaya ini gagal karena tanaman kopi rusak akibat bencana.
Pada tahun 1699, Belanda mencoba lagi dengan mendatangkan stek pohon kopi dari Malabar. Tahun 1706, sampel kopi dari Jawa dikirim ke negeri Belanda untuk diteliti di Kebun Raya Amsterdam. Hasilnya sukses besar, dan kopi tersebut memiliki kualitas yang baik. Selanjutnya, tanaman kopi ini digunakan sebagai bibit untuk perkebunan di seluruh Indonesia.
Belanda memperluas areal budidaya kopi ke Sumatra, Sulawesi, Bali, Timor, dan pulau-pulau lain. Namun, pada tahun 1878, terjadi tragedi besar ketika hampir seluruh perkebunan kopi di Indonesia, terutama di dataran rendah, rusak akibat penyakit karat daun (Hemileia vastatrix). Untuk mengatasinya, Belanda mendatangkan spesies kopi liberika (Coffea liberica) yang lebih tahan terhadap penyakit tersebut.
Selama beberapa tahun, kopi liberika menggantikan kopi arabika di perkebunan dataran rendah. Di pasar Eropa, kopi liberika dihargai sama dengan arabika. Namun, kopi ini juga akhirnya rusak oleh penyakit yang sama.
Pada tahun 1907, Belanda mendatangkan spesies kopi robusta (Coffea canephora), yang berhasil bertahan hingga saat ini. Setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945, seluruh perkebunan kopi Belanda dinasionalisasi. Sejak itu, Belanda tidak lagi menjadi pemasok kopi dunia.
Sejak kemerdekaan hingga saat ini, kopi menjadi sangat populer di Indonesia. Saat ini, Indonesia menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dalam hal produksi kopi. Beberapa jenis kopi arabika yang populer di Indonesia antara lain kopi Gayo (Aceh), Mandaling (Sumut), Kintamani (Bali), Mangkuraja (Bengkulu), Jawa, dan Kalosi (Toraja). Selain itu, Indonesia juga memiliki kopi luak, yang sangat spesifik dan mahal.
Di samping rasa dan aromanya yang khas, kopi luak diyakini dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, penyakit jantung, dan berbagai penyakit lain.
Setelah membaca dua informasi tentang kopi, siswa diminta menjawab beberapa pertanyaan:
- Bandingkan dua materi informasi tersebut, adakah persamaan atau perbedaan data di antara keduanya?
- Data manakah yang menurut kalian lebih akurat; data di dalam infografik atau di dalam artikel?
- Ceklah akurasi data visual di dalam infografik Gambar 5.3 terkait produsen kopi dunia pada tahun 2014. Sertakanlah sumber informasi yang kalian telusuri!
- Ceklah data terbaru (satu atau dua tahun terakhir) tentang produksi kopi di Indonesia dibandingkan negara lain di dunia. Tampilkan data temuan kalian dalam bentuk infografik. Sertakan sumbernya!
Jawaban
a. Persamaan dan Perbedaan
Terdapat persamaan dan perbedaan antara infografis dan teks informasi. Persamaannya adalah isi informasi yang mulai dari sejarah kopi beserta data yang disajikan. Informasi dalam infografis lebih lengkap dibandingkan dengan teks informasi. Perbedaan utamanya adalah penyajiannya. Informasi dalam bentuk infografis lebih menarik dan mudah dipahami dibandingkan dengan informasi dalam bentuk tulisan.
b. Akurasi Data
Data yang lebih lengkap dan akurat ada dalam infografis.
c. Akurasi Data Visual di Infografis
Dalam infografis, diperoleh informasi bahwa empat negara produsen kopi terbesar dunia adalah Brazil (2,72 juta ton), Vietnam (1,65 juta ton), Columbia (750 ribu ton), dan Indonesia (655 ribu ton). Bila kita cari data dari sumber lain sesuai dengan periodenya, akan diperoleh data yang sama atau bahkan berbeda. Misalnya, pada data tahun 2017/2018, urutan produsen kopi terbesar dunia masih sama, tetapi jumlah produksinya berbeda.
d. Produksi Kopi di Indonesia
Berdasarkan data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), produksi kopi global mencapai 170 juta kantong per 60 kg kopi pada periode 2022/2023. Indonesia tercatat sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-3 di dunia pada 2022/2023 setelah Brazil dan Vietnam. Indonesia telah memproduksi kopi sebanyak 11,85 juta kantong. Rinciannya, Indonesia memproduksi kopi arabika sebanyak 1,3 juta kantong dan kopi robusta sebanyak 10,5 juta kantong.













