Film Aksi Now You See Me: Now You Don’t
Film aksi Now You See Me: Now You Don’t menawarkan pengalaman yang menggabungkan elemen komedi, aksi, dan pemandangan indah yang membuat setiap adegan terasa hidup. Proses pengambilan gambar dilakukan di berbagai lokasi menarik, termasuk tempat-tempat paling fotogenik di Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah kota di Eropa.
Sebagai bagian ketiga dari trilogi Now You See Me, film ini akan dirilis pada 14 November 2025. Pemeran utamanya mencakup Jesse Eisenberg, Woody Harrelson, Isla Fisher, Dave Franco, Morgan Freeman, Rosamund Pike, Mark Ruffalo, Justice Smith, Dominic Sessa, hingga Ariana Greenblatt. Cerita film ini mengikuti langkah para Four Horsemen—kelompok ilusionis terkenal—yang kembali dari masa pensiun untuk melakukan aksi baru. Mereka tidak hanya mencuri berlian ratu terbesar di dunia, tetapi juga menghadapi jaringan kejahatan internasional yang sangat berbahaya.
Bagi penggemar yang penasaran dengan latar belakang film ini, berikut beberapa lokasi syuting yang menjadi sorotan:
1. Louvre Abu Dhabi
Abu Dhabi menjadi salah satu lokasi utama dalam film ini. Louvre Abu Dhabi, dengan kubah futuristiknya, menjadi simbol keindahan seni modern. Menurut sumber, museum ini adalah hasil kerja sama antara UEA dan Prancis. Disebut sebagai “museum universal”, Louvre Abu Dhabi menampilkan karya seni dari berbagai belahan dunia dan lintas zaman, dengan fokus pada hubungan budaya global. Dirancang oleh arsitek Jean Nouvel, museum ini dikenal dengan efek pencahayaan menakjubkan yang disebut “rain of light”.
Selain lokasi museum, beberapa adegan film juga mengambil latar gurun di UEA, menampilkan hamparan bukit pasir keemasan dan lanskap luas yang memperkuat nuansa misteri dan ketegangan. Gurun UEA, bagian dari gurun Arab yang mendominasi wilayah negara tersebut, memiliki iklim kering dengan musim panas yang sangat panas dan curah hujan minimal.
Syuting juga dilakukan di Yas Island, termasuk Ferrari World—rumah bagi roller coaster tercepat di dunia, Formula Rossa—Yas Marina Circuit, dan Jembatan Sheikh Zayed.

2. Antwerp, Belgia
Di Eropa, produksi film banyak mengambil gambar di Antwerp, Belgia. Brabo Fountain di Grand Square tampil mencolok sebagai latar sejumlah adegan, menampilkan pesona arsitektur klasik dan suasana kota tua yang ikonik. Beberapa adegan menunjukkan para tokoh berjalan melintasi alun-alun dengan panorama bangunan bersejarah di sekelilingnya.
Pengambilan gambar untuk di lokasi ini berlangsung pada 28 Agustus hingga 1 September 2024. Monumen yang juga berfungsi sebagai air mancur ini menjadi salah satu ikon di Grand Square, alun-alun utama kota tersebut. Monumen Brabo menggambarkan tokoh legendaris Silvius Brabo yang melempar tangan raksasa ke sungai—kisah rakyat yang diyakini sebagai asal-usul nama Antwerp sekaligus simbol kemenangan atas tirani. Selain itu, sejumlah landmark populer di Antwerp seperti Museum aan de Stroom dan Cathedral of Our Lady juga turut tampil sebagai latar dalam film ini.
3. Nadasdy Castle, Hungaria
Hungaria, khususnya Budapest, juga menjadi panggung penting dalam produksi film ini. Budapest University of Technology and Economics serta beberapa ruas jalan kota digunakan untuk memperkaya atmosfer film dengan sentuhan arsitektur khas Eropa Timur. Di Sarvar, tim produksi melakukan pengambilan gambar di Nadasdy Castle, yang tampil dengan fasad anggun sebagai latar berbagai adegan dramatik.
Dalam film, Kastil Nadasdy digunakan sebagai latar berbagai adegan yang memunculkan suasana magis dan penuh rahasia, sejalan dengan nuansa misteri yang menjadi ciri khas cerita. Dahulu, kastil ini merupakan benteng penting milik keluarga Nadasdy, keluarga berpengaruh yang dikenal atas kontribusi budaya mereka, termasuk mencetak Perjanjian Baru bahasa Hungaria pertama. Kini, kastil tersebut berfungsi sebagai museum yang menampilkan sejarah keluarga Nadasdy serta koleksi artefak dari wilayah sekitarnya.
Annisa Nur Alimah berkontribusi dalam penulisan artikel ini











