"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Budaya  

Festival Ketog Semprong: Wagub Giri Prasta Ajak Warga Merawat Budaya Bali

Peran Nyama Selam dalam Melestarikan Harmoni di Bedugul



Bali, Tabanan – Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta menegaskan bahwa upaya merawat dan menjaga Bali merupakan tanggung jawab bersama. Hal ini termasuk peran nyama selam yang telah menetap di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan sejak dahulu kala.

Pernyataan tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri Ketog Semprong Festival yang digelar oleh Nyama Selam Candikuning di Kebun Raya Eka Karya Bedugul, pada hari Sabtu (11/4). Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat harmoni antarumat beragama di kawasan wisata yang terkenal ini.

Wagub Giri Prasta menyebutkan salah satu versi sejarah nama “Bedugul” yang konon berasal dari gabungan kata bedug (alat musik khas umat Muslim) dan kulkul (kentongan tradisional masyarakat Bali). Menurutnya, asal-usul nama tersebut menjadi bukti bahwa harmoni telah terjalin secara turun-temurun di kawasan wisata favorit ini.

Dari hal tersebut, ia mengapresiasi semangat Nyama Selam Candikuning, baik dari anak-anak, remaja hingga orang tua, dalam merawat toleransi melalui pelaksanaan Ketog Semprong Festival. Ia juga menekankan bahwa kehadiran tokoh-tokoh Muslim di Bali, khususnya di Candikuning, merupakan bagian dari pembangunan Bali yang dilakukan oleh orang-orang suci.

Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Wagub Giri Prasta menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan Ketog Semprong Festival karena sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dalam acara ini, semua nilai seperti Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, hingga Jagat Kerthi telah diwujudkan menjadi tradisi oleh umat Muslim, khususnya di Candikuning.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk memasukkan kegiatan ini ke dalam kalender kegiatan Pemprov Bali yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Dengan demikian, Nyama Selam Candikuning hanya perlu membentuk panitia, sementara dukungan pendanaan akan difasilitasi oleh Pemprov Bali.

Dukungan Finansial dan Keberlanjutan

Mantan Bupati Badung dua periode ini berpesan agar Nyama Selam Candikuning terus menjaga kelestarian dan keasrian kawasan Bedugul sehingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Sebagai bentuk dukungan, Wagub Giri Prasta menyerahkan sumbangan sebesar Rp50 juta yang berasal dari dana pribadi.

Ketog Semprong Festival juga dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, dan Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga. Adi Wiryatama menilai pelaksanaan Ketog Semprong yang bertepatan dengan Lebaran Ketupat merupakan kegiatan luar biasa. Menurutnya, kegiatan yang disebut sebagai satu-satunya di Bali dan tidak ditemukan di daerah lain ini perlu terus dikembangkan dan dilestarikan.

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, juga memberikan apresiasi serupa. Ia menjelaskan bahwa Ketog Semprong merupakan istilah dalam bahasa Bali yang berarti tumpah ruah. Di sini, umat Muslim berkumpul untuk bersilaturahmi dan makan bersama serta melestarikan budaya.

Simbol Kerukunan dan Toleransi

Ia juga menyebut keunikan Desa Candikuning sebagai kawasan dengan masyarakat multikultural. Menurutnya, Candikuning menjadi simbol kerukunan dan toleransi karena masyarakatnya mampu hidup berdampingan secara damai. Oleh karena itu, sangat tepat jika kegiatan ini dijadikan sebagai ajang promosi sekaligus wadah untuk menggali potensi lokal.

Perwakilan Kampung Islam Candikuning, Ariel Dimitri Azkacetta, menjelaskan bahwa Ketog Semprong merupakan kearifan lokal yang bertujuan menjaga kerukunan melalui silaturahmi akbar. Dalam kegiatan ini, mereka bertemu, bersalaman, dan saling mendoakan. Bukan hanya antarkeluarga atau warga, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dan pemimpin, sehingga bersama-sama dapat mewujudkan janji menjadi realisasi.

Ia juga menyampaikan bahwa Ketog Semprong merupakan wujud kolaborasi antara generasi tua dan muda, serta antara sektor swasta dan pemerintah. Kegiatan ini mencerminkan semangat menyama braya antara nyama selam dan nyama Bali, yang juga ditunjukkan melalui penampilan kesenian Bali dalam setiap penyelenggaraan acara.

Ia pun mengajak umat Muslim Candikuning untuk senantiasa menjaga kerukunan demi mendukung kondusifitas kawasan Bedugul sebagai destinasi wisata unggulan. Terlebih, Candikuning merupakan jantung kawasan wisata Bedugul. Ia berharap adanya perhatian yang proporsional dari pemerintah daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *