"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Sumedang Paling Progresif, Terdepan di Koridor Ekonomi Rebana

Sumedang Dinilai Sebagai Daerah Paling Progresif di Ekosistem Rebana

Kabupaten Sumedang kini menjadi sorotan sebagai salah satu daerah paling cepat berkembang dan progresif dalam ekosistem ekonomi Rebana. Penilaian ini disampaikan oleh Deputy CEO BP Rebana, Budhiana Kartawijaya, setelah menjadi moderator sesi CEO Talk dalam West Java Investment Summit (WJIS) 2025 yang berlangsung akhir pekan lalu.

Budhiana menekankan bahwa Sumedang di bawah kepemimpinan Bupati Dony Ahmad Munir telah menunjukkan kesiapan kuat dalam menyambut investor. Hal ini ditandai dengan penyiapan infrastruktur dan digitalisasi layanan secara komprehensif. Menurutnya, Sumedang bukan hanya siap menerima investasi, tetapi juga telah membangun fondasi digital dan infrastruktur yang kokoh.

West Java Investment Summit (WJIS) adalah forum ekonomi tahunan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat. Dalam sesi CEO Talks bertema How West Java Wins: Leveraging Trade, Technology, and Talent for Global Success, Bupati Dony menegaskan komitmen Sumedang untuk membuka ruang investasi dengan regulasi yang ramah investasi dan pemberian insentif.

Menurut Budhiana, salah satu keunggulan Sumedang terletak pada aksesibilitasnya. Kabupaten tersebut memiliki enam pintu keluar Tol Cisumdawu, yang menjadikannya memiliki konektivitas langsung ke Bandung di sisi barat serta Bandara Kertajati di timur. “Tidak ada daerah lain di Rebana yang memiliki akses strategis seperti ini,” ujarnya.

Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur yang Mendukung

Sumedang juga dinilai unggul dalam penyediaan sumber daya manusia. Kawasan Jatinangor yang menjadi lokasi sejumlah perguruan tinggi ternama menjadi ekosistem strategis bagi pengembangan talenta digital, manufaktur, dan jasa. Beberapa perguruan tinggi disebut tengah menjajaki kerja sama dengan Pemkab Sumedang untuk membuka kampus tambahan.

Di sektor sumber daya air, Sumedang memiliki sejumlah bendungan penting, yaitu Bendungan Jatigede, Cipanas, dan Sadawarna. Bendungan Jatigede bahkan disebut sebagai salah satu bendungan terbesar di Indonesia dan berperan dalam penyediaan air baku, energi, serta pengembangan pariwisata.

Potensi wisata Sumedang dinilai sangat besar, mulai dari panorama Jatigede, kawasan pegunungan, kuliner seperti tahu Sumedang, hingga tradisi budaya yang kuat. Budhiana menilai Sumedang berpeluang menjadi destinasi one day trip dari Bandung dan Cirebon, maupun weekend getaway wisatawan Jabodetabek. Ia menekankan pentingnya pengembangan pariwisata berbasis lingkungan dan budaya (green tourism dan smart tourism).

Digitalisasi Birokrasi yang Membantu Investor

Budhiana menyampaikan bahwa Sumedang telah menjadi pelopor digitalisasi birokrasi di tingkat kabupaten. Layanan administrasi, mulai dari KTP, KK hingga layanan kesehatan, dapat diakses cepat dan transparan. Pemerintah daerah bahkan memiliki dashboard fiskal yang membuat aliran anggaran dapat dipantau publik secara harian.

Selain itu, Pemkab Sumedang membangun portal investasi modern invest.sumedangkab.go.id yang memudahkan investor melihat potensi lahan, regulasi, dan layanan investasi. “Ini bukan sekadar membuka pintu investasi, tapi menyediakan jalur yang jelas dan tanpa hambatan,” ujarnya.

Model Penerapan Pemerintahan Modern

Dengan seluruh capaian tersebut, Budhiana menilai Sumedang menjadi daerah paling siap menghadapi perubahan ekonomi global dan menjadi model penerapan pemerintahan modern: digital, transparan, terhubung, dan inklusif.

Kawasan Rebana sendiri mencakup tujuh daerah, yakni Kabupaten Cirebon, Subang, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Sumedang, dan Kota Cirebon. Kawasan ini digagas sebagai koridor ekonomi baru Jawa Barat.

“Jawa Barat ingin menang dalam persaingan ekonomi global, dan itu harus dibangun dengan konektivitas, talenta unggul, keberanian berubah, serta kemampuan membaca arah geopolitik. Sumedang telah memulai langkah itu,” pungkas Budhiana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *