Keuskupan Larantuka Menanti Pengumuman Uskup Baru
Keuskupan Larantuka sedang dalam suasana penuh harapan menjelang pengumuman resmi mengenai uskup baru yang akan menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr. Kabar ini menjadi perhatian utama bagi seluruh umat Katolik di wilayah tersebut. Informasi penting ini dikonfirmasi oleh Sekjen Keuskupan Larantuka, Romo Fransiskus Kwaelaga, dalam acara Lokakarya Keuskupan di Gedung OMK Larantuka pada Jumat, 21 November 2025.
Dalam wawancara dengan awak media, Romo Fransiskus menceritakan bagaimana kabar ini pertama kali disampaikan kepada para anggota Kuria oleh Uskup Kopong Kung. “Beberapa waktu lalu, Bapa Uskup memanggil kami untuk ikut Kuria sekaligus memberikan informasi berita gembira ini. Kami semua sungguh merasakan luar biasa berita ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses penunjukan uskup baru sudah dimulai sejak Uskup Kopong Kung mencapai usia 75 tahun pada 3 Agustus 2025. Secara hukum Gereja, seorang uskup harus mengajukan permohonan untuk berhenti dari jabatannya, dan permohonan itu telah dijawab oleh Paus Leo XIV.
Kabar jawaban tersebut diterima Uskup Kopong Kung setelah mengalami gangguan kesehatan selama Sidang Agung Gereja Katolik pada 3–7 November 2025. Sesudah itu, di tengah lanjutan Sidang Sinodal KWI, beliau dipanggil oleh Nunsius Apostolik, Mgr. Piero Piopo. “Di Nunciatura, Bapa Uskup menerima berita gembira tersebut,” kata Romo Fransiskus.
Paus Leo XIV akan mengumumkan nama uskup baru pada 22 November 2025 pukul 12.00 waktu Vatikan, atau 18.30 WITA di Larantuka. “Bapa Uskup mengimbau seluruh umat, para imam, biarawan dan biarawati untuk menantikan berita gembira ini,” ungkapnya.
Mengiringi penantian itu, Keuskupan Larantuka akan menggelar Vesper Agung di Katedral Larantuka, dipimpin langsung oleh Uskup Kopong Kung bersama para imam. “Kita akan memulai Vesper Agung pada pukul 18.30 WITA sampai pengumuman dari Sri Paus kita terima. Ini momen yang harus disambut dalam doa dan sukacita,” tutur Romo Fransiskus.
Mengenai identitas calon uskup baru, Sekjen menegaskan bahwa semuanya masih dirahasiakan oleh Vatikan. “Siapa orangnya? Semua serba rahasia. Bahkan Bapa Uskup tidak membuka kepada publik. Kita semua menanti dengan penuh harapan dan Roh Kudus,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa keputusan Sri Paus adalah bagian dari perjalanan bersama Gereja universal. “Apa yang menjadi keputusan Sri Paus wajib diterima oleh semua umat. Ini bagian dari Sinodalitas Gereja kita berjalan bersama dari pusat sampai ke akar rumput,” ujarnya.
Romo Fransiskus juga berpesan bahwa penunjukan uskup bukan hanya peristiwa administratif, melainkan panggilan rohani yang harus diterima dengan hati penuh syukur. “Harapan kami, sukacita ini menjadi sukacita bersama. Dan kita wajib mendukung uskup baru untuk karya kegembalaannya di Keuskupan Larantuka,” katanya menutup pernyataan.
Kini, seluruh umat Keuskupan Larantuka menanti dengan doa, sukacita, dan kesiapan menyambut gembala baru yang dipercayakan untuk memimpin perjalanan iman umat di tanah Larantuka.











