"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Budaya  

3 Berita Populer Padang: Hujan Deras Seharian, Chaby Tinggalkan Kabau Sirah dan Peringatan BMKG

Cuaca Ekstrem dan Perubahan di Semen Padang FC

Hujan Deras Mengganggu Lalu Lintas di Kota Padang

Hujan lebat yang terjadi di Kota Padang, Sumatra Barat sejak Sabtu sore hingga Minggu (23/11/2025) siang menyebabkan genangan air di beberapa ruas jalan utama. Salah satu titik yang terdampak adalah jalan Azizi dan Andalas. Genangan air ini terlihat pada sisi kiri jalan dari arah Pasar Raya Padang dengan ketinggian sekitar 7 cm.

Genangan mulai terlihat setelah jembatan dua Andalas, hingga depan Swalayan Andalas, sekitar pukul 13.10 WIB. Akibatnya, kendaraan yang melintas harus berhati-hati sehingga terjadi perlambatan lalu lintas. Jalan tersebut merupakan jalur utama bagi kendaraan umum dan masyarakat yang menuju Simpang By Pass Kampus Unand.

Warga setempat, Ikhsan, mengatakan bahwa genangan air mulai terlihat sejak pukul 10.00 WIB. Ia menjelaskan bahwa hujan yang terus-menerus sejak pagi menyebabkan air naik secara perlahan. Genangan air hari ini menurutnya masih normal karena kemarin malam (Sabtu) genangannya mencapai mata kaki orang dewasa.

Namun, Ikhsan memperkirakan bahwa genangan akan surut dalam waktu sekitar 10 sampai 20 menit setelah hujan berhenti. Air akan mengalir ke banda bakali yang berada di sekitar area tersebut.

Filepe Chaby Tinggalkan Semen Padang FC

Pemain asing Semen Padang FC asal Portugal, Filepe Chaby, mengonfirmasi perpisahannya dengan tim berjuluk Kabau Sirah meskipun kompetisi BRI Super League 2024-2025 masih berada di putaran pertama. Kabar ini diketahui melalui unggahan Chaby di akun media sosial pribadinya.

Chaby, yang direkrut pada pertengahan musim lalu, sebelumnya menjadi bagian penting dari misi penyelamatan Semen Padang FC dari zona degradasi. Ia direkrut atas rekomendasi pelatih saat itu, Eduardo Almeida. Salah satu momen ikonik yang diingat publik Sumbar adalah gol penentu yang ia cetak ke gawang Arema FC pada laga krusial penyelamatan degradasi musim lalu.

Gol yang tercipta pada pertengahan babak kedua tersebut memastikan Semen Padang FC tetap bertahan di BRI Super League, sekaligus membuat Barito Putera, PSS Sleman, dan PSIS Semarang terdegradasi. Kini, Chaby resmi mengucapkan salam perpisahan kepada para suporter Semen Padang FC.

Keputusan hengkang diduga karena tidak lagi masuk dalam skema pelatih Dejan Antonic. “Terima kasih @SemenPadangfc,” tulis Filepe Chaby dalam unggahannya yang disertai beberapa foto saat ia berseragam Kabau Sirah, Minggu (23/11/2025).

Usai unggahan tersebut, sejumlah pemain Semen Padang FC dan suporter ramai-ramai menyampaikan ucapan terima kasih dan doa terbaik untuk mantan pemain Timnas Portugal U-20 itu. Musim ini, Chaby memang jarang mendapatkan menit bermain di bawah asuhan Dejan Antonic. Ia lebih sering menjadi pelapis Pedro Matos.

Hingga pekan ke-13, ia baru tampil selama 323 menit dari 9 pertandingan, namun tetap berhasil menyumbang satu gol melalui eksekusi tendangan bebas saat Semen Padang FC mempermalukan Dewa United 2-0. Sementara pada musim sebelumnya, Chaby tampil lebih dominan dengan 1091 menit bermain dari 15 pertandingan, serta mencetak tiga gol.

Pihak manajemen Semen Padang FC membenarkan kabar perpisahan tersebut. “Kita sudah melakukan pertemuan dengan Chaby mengenai statusnya bersama tim. Ini merupakan bagian dari evaluasi tim pelatih. Hasil evaluasi tersebut memutuskan bahwa Chaby tidak lagi masuk dalam skema tim,” ujar Manajer Semen Padang FC, Masykur Rauf, dalam keterangan resmi klub.

Masykur menambahkan bahwa hasil pertemuan itu membuat kedua belah pihak sepakat mengakhiri kerja sama. “Semua berjalan baik dan ini keputusan bersama,” katanya. Setelah kontrak berakhir, Chaby dijadwalkan kembali ke Portugal bersama keluarganya.

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumatera Barat

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat pada 21–27 November 2025 akibat menguatnya Monsun Asia. Kondisi ini memicu dominasi angin baratan yang membawa massa udara lembap dari Samudra Hindia dan meningkatkan peluang terjadinya hujan lebat.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, mengatakan aliran udara lembap itu berinteraksi dengan topografi Bukit Barisan sehingga memperbesar peluang terbentuknya awan hujan. “Pertemuan massa udara lembap dengan topografi berpotensi memicu pengangkatan udara dan peningkatan pembentukan awan hujan,” ujarnya dalam rilis resmi dilansir Minggu (23/11/2025).

Ia menjelaskan faktor atmosfer lain seperti Indian Ocean Dipole yang masih negatif dan gelombang Rossby Ekuatorial turut memperkuat potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumbar. “Kondisi ini meningkatkan peluang terjadinya hujan intensitas tinggi dan berdurasi panjang,” katanya.

BMKG menilai situasi tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, petir, dan kilat. Sejumlah daerah yang masuk kategori waspada meliputi Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Lima Puluh Kota.

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di titik-titik rawan. Desindra mengimbau warga memantau informasi cuaca sebelum beraktivitas dan menghindari lokasi berisiko saat hujan deras. “Segera cari tempat aman bila hujan turun dengan intensitas tinggi, dan ikuti arahan petugas kebencanaan,” katanya.

Informasi peringatan cuaca Sumatera Barat dapat diakses melalui media sosial BMKG Minangkabau dan aplikasi InfoBMKG.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *