"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Haru! Bupati Klaten Menangis di Hari Guru 2025, Ini Alasannya!

Peringatan Hari Guru 2025 di Klaten Menyentuh Hati

Peringatan Hari Guru tahun 2025 di Kabupaten Klaten berlangsung dengan suasana yang sangat mengharukan. Salah satu momen paling menonjol adalah ketika Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meneteskan air mata saat bertemu dengan guru-gurunya sendiri. Acara ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi para pendidik, tetapi juga menjadi momen emosional yang menyentuh hati seluruh peserta.

Momen Penuh Haru dan Keakraban

Di Alun-alun Klaten, suasana terasa semakin syahdu saat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyerahkan penghargaan kepada para pendidik yang pernah membimbingnya sejak masa Sekolah Dasar hingga SMA. Acara ini dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardianto, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Klaten.

Ketika nama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo disebut, riuh tepuk tangan menggema sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok pemimpin yang dikenal ramah dan menjunjung tinggi nilai pendidikan. Para guru yang pernah mendidik Bupati Klaten juga menunjukkan ekspresi haru, karena momen ini menggambarkan bagaimana hubungan emosional antara murid dan guru tetap terjaga hingga bertahun-tahun lamanya.

Pertemuan yang Mengharukan

Momen yang paling mengharukan terjadi ketika Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo maju ke panggung untuk menyerahkan penghargaan. Ia tiba-tiba meneteskan air mata saat bertemu kembali dengan Sugimo, Guru SMA N 2 Klaten yang dulu mengajarinya olahraga dan baris berbaris. Kehangatan pelukan antara murid dan guru ini membuat suasana semakin emosional.

Dalam pernyataannya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan rasa syukur karena dapat dipertemukan kembali dengan para guru yang pernah membimbingnya. Ia menyampaikan bahwa ia merasa sangat haru saat ketemu dengan Pak Gimo (Sugimo), guru olahraga sekaligus yang pernah mengajarkannya baris berbaris sehingga menjadi anggota Paskib.

“Kita dipertemukan guru guru kita SD,SMP,SMA. Kalau Mas Wakil gurunya masih aktif, kalu kami sudah purna. Saya yang mengharukan saat ketemu sama pak Gimo ( Sugimo) Guru Olahraga sekaligus yang ngajari baris berbaris sehingga menjadi Paskib. Lama ga ketemu rasanya sangat haru karena beliau tahu betul saya seperti apa. Bersyukur sekali dipertemukan di acara moment ini dan bisa memberikan apresiasi kepada beliau,” kata Hamenang Wajar Ismoyo.

Penghargaan untuk Tiga Guru Berpengaruh

Sebanyak tiga guru menerima apresiasi langsung dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, yaitu Purwanto, Sugiyarto, dan Sugimo. Ketiganya merupakan sosok penting dalam perjalanan pendidikan sang bupati hingga mampu menjadi pemimpin daerah seperti sekarang.

Doa dan Harapan dari Guru

Selain Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Bupati Benny Indra Ardianto juga memberikan penghargaan kepada para guru, termasuk Yustina Nevi dan Susi Wulandari. Di sisi lain, Sugimo, guru yang paling mengharukan momen peringatan ini menceritakan bagaimana sosok Bupati Hamenang saat sekolah.

“Beliau itu orangnya pemalu waktu itu tapi supel banget. Prestasinya bagus. Memang awalnya malu-malu saya giring prestasinya luar biasa Paskab Kabupaten Klaten masuk, basketnya masuk, sepakbola masuk, setalah itu terjun politik,” katanya.

Sugimo merasa bangga sekaligus hampir menangis saat menerima penghargaan dari mantan muridnya yang kini menjadi bupati. Ia bahkan menyampaikan doa khusus,

“Semoga Mas Hamenang jadi Gubernur atau Menteri,” kata Sugimo penuh semangat.

Dedikasi Guru dan Penghormatan dari Pemerintah

Peringatan Hari Guru di Klaten tahun ini menjadi bukti nyata bahwa peran guru tidak pernah lekang oleh waktu. Sikap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang begitu menghormati para pendidiknya memberi pesan kuat kepada masyarakat bahwa keberhasilan seseorang tidak terlepas dari jasa para guru.

Momen haru yang disaksikan ribuan warga Klaten juga menggugah kesadaran bahwa penghargaan terhadap guru harus terus dipupuk. Acara tersebut bukan hanya seremoni, tetapi juga simbol penghormatan tulus dari pemimpin daerah terhadap sosok yang membentuk karakter dan masa depan generasi muda.

Harapan pun terpancar dari berbagai pihak agar hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan para pendidik semakin kuat, sekaligus memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Klaten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *