"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Mendorong Pikiran Global, UMMAT Bawa Kampus Menuju Dunia

Seminar Internasional untuk Membangun Kampus yang Berdampak Global

KUIK UMMAT, Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), menggelar Seminar Internasional dua hari bertema “Internationalizing the Mindsets of Students and Staff of UMMAT to Build a More Globally Impactful Campus” pada Kamis, 27 November 2025. Acara ini berlangsung di Auditorium H. Anwar Ikraman UMMAT, dengan fokus pada penguatan global mindset bagi seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen hingga mahasiswa.

Tujuan dan Rencana Pelaksanaan Seminar

Seminar internasional ini merupakan bagian dari strategi UMMAT dalam memperkuat arah pengembangan kampus yang berbasis global engagement. Tujuannya adalah untuk membangun peran UMMAT sebagai perguruan tinggi Islam berkemajuan di kancah internasional. Dengan pelaksanaan selama dua hari, seminar ini dirancang agar mencakup berbagai lapisan sivitas akademika.

Pada hari pertama, 27 November 2025, seminar difokuskan bagi dosen dan staf di lingkungan UMMAT. Sementara itu, hari kedua, 28 November 2025, dikhususkan bagi unsur lembaga kemahasiswaan seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) di seluruh fakultas.

Melalui pola pelaksanaan dua hari ini, KUIK ingin memastikan bahwa proses internasionalisasi di UMMAT menyentuh seluruh lapisan sivitas akademika, baik jajaran dosen dan tenaga kependidikan maupun mahasiswa sebagai generasi penerus dan duta kampus di masa depan.

Apresiasi Rektor UMMAT

Rektor UMMAT, Drs. Abdul Wahab, M.A., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar internasional ini. Ia secara khusus menyambut Mr. Andrew Ezekiel, dosen nasional dari Universiti Singapore sekaligus perwakilan Knosmosis LLP Singapore, yang diundang sebagai narasumber utama.

Rektor menegaskan bahwa kehadiran narasumber internasional bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen nyata UMMAT untuk membuka ruang kolaborasi global. Ia berharap melalui seminar ini, dosen, staf, dan mahasiswa UMMAT semakin terdorong untuk berpikir global, bekerja profesional, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.

Penekanan pada Budaya Kerja Berstandar Internasional

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa internasionalisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kerja sama luar negeri, tetapi juga dari cara pandang dan budaya kerja di lingkungan kampus. Menurutnya, internasionalisasi bermula dari mindset. Ketika cara pandang kita sudah terbuka, budaya kerja kita berubah, dan kita mulai membiasakan standar global dalam aktivitas akademik, maka secara perlahan UMMAT akan mencatatkan jejaknya di dunia internasional.

Pemaparan oleh Narasumber Utama

Dalam sesi pemaparan, Mr. Andrew Ezekiel menjelaskan secara komprehensif mengenai pentingnya global mindset di lingkungan perguruan tinggi. Ia mengawali dengan menggambarkan dinamika dunia pendidikan tinggi yang kian kompetitif dan saling terhubung lintas negara. Menurutnya, perguruan tinggi seperti UMMAT memiliki peluang besar untuk berkontribusi di tingkat global jika berani mengubah cara pandang dan membuka diri terhadap kolaborasi internasional.

Ia menegaskan bahwa internasionalisasi bukan berarti meninggalkan jati diri lokal maupun nilai-nilai keislaman yang dianut UMMAT, melainkan bagaimana menghadirkan nilai-nilai tersebut di panggung global. Ia menyarankan UMMAT untuk menjadikan kekhasan sebagai kampus Islam berkemajuan sebagai nilai tambah di tingkat internasional, misalnya dalam kajian keislaman kontemporer, pendidikan, sosial, maupun kemanusiaan.

Peran KUIK dalam Transformasi Kampus

Kepala KUIK UMMAT, Asbah, M.Hum, menyampaikan bahwa internasionalisasi adalah jalan utama menuju transformative university sebuah kampus yang tidak hanya mengikuti perubahan dunia, tetapi turut membentuknya. Perubahan mindset menjadi fondasi utama, membuka pikiran, melampaui batas, dan menjadikan setiap sivitas akademika agen transformasi global.

Dengan mindset yang terbuka terhadap kolaborasi internasional, UMMAT diharapkan tidak sekadar tumbuh, tetapi melompat menuju masa depan yang lebih berpengaruh dan bermartabat di panggung dunia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *