"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Hangatnya Nasi Gratis untuk Mahasiswa Perantau Sumatera



JAKARTA,

Bantuan untuk Mahasiswa Perantau yang Terdampak Banjir Bandang

Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) tidak hanya mengancam kehidupan masyarakat setempat, tetapi juga berdampak pada mahasiswa perantau asal daerah tersebut. Kehidupan mereka di kota perantauan menjadi semakin sulit karena keluarga mereka tidak lagi bisa mengirimkan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, di tengah situasi yang memprihatinkan ini, banyak orang baik muncul untuk membantu. Salah satu bentuk bantuan yang dilakukan adalah penyediaan makanan gratis bagi para mahasiswa perantau yang terdampak bencana. Aksi solidaritas ini digerakkan oleh Muhammad Arkan (27), seorang Youtuber otomotif, dan Rahmad, pemilik Warung Mie Aceh Semeru di Kota Bogor.

Booking Warteg untuk Mahasiswa Sumatera

Arkan melakukan aksi solidaritas dengan mem-booking dua warung makan untuk menyediakan makanan gratis bagi mahasiswa asal Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ia mulai aksinya pada tanggal 5 Desember dan rencananya akan berlangsung selama dua minggu ke depan.

Dana yang digunakan berasal dari uang pribadi Arkan. Ia menitipkan deposit harian ke dua warteg tersebut untuk menyediakan 50 hingga 100 porsi makanan seharga Rp 15.000 per porsi, yang diberikan secara gratis kepada mahasiswa perantau.

Para mahasiswa dapat memperoleh makanan gratis dengan menunjukkan unggahan program makan gratis di Instagram @mass.arkan di warteg yang dibooking Arkan. Selanjutnya, mereka harus menunjukkan kartu tanda mahasiswa serta menyatakan kota asal mereka kepada pemilik warteg. Setelah proses verifikasi selesai, mahasiswa dapat memilih menu makanan dan minuman apa pun yang tersedia, dengan seluruh biaya ditanggung Arkan.

Sampai saat ini, sekitar 70-an mahasiswa dan mahasiswi telah merasakan manfaat dari aksi ini.

Pengalaman Pribadi yang Menginspirasi

Aksi solidaritas ini muncul dari pengalaman pribadi Arkan. Selama masa kuliah sebagai perantau, ia harus mandiri sejak awal karena tidak ada bantuan keuangan dari orangtua. Ia bahkan bekerja untuk membiayai hidupnya di Ibu Kota meskipun gaji yang diterimanya masih di bawah upah minimum.

Pengalaman itu membuatnya ingin membantu mahasiswa perantau yang keluarganya terdampak bencana dan belum bisa mengirim uang.

“Jangan sampai orang lain ngerasain itu juga, apalagi sekarang kondisinya sedang dalam musibah yang tentunya orangtua mereka enggak bisa kirim uang untuk anaknya,” ujar Arkan.

Ia berharap pemerintah juga turun tangan untuk membantu mahasiswa perantau yang keluarganya terdampak bencana. “Kalau bisa mulai di data saja mahasiswa yang asalnya dari tempat terdampak bencana, karena mereka benar-benar enggak ada penghasilan dan hanya mengandalankan kiriman uang dari orang tua,” tambahnya.

Bantuan Makan Gratis di Bogor

Di sisi lain, di sebuah warung makan di Kota Bogor yang berukuran lebar sekitar enam meter dan panjang 10 meter, makanan gratis disajikan kepada mahasiswa perantau asal Aceh dan Sumatera. Warung makan itu adalah Warung Mie Aceh Semeru, milik Rahmad.

Rahmad memberikan makan secara gratis kepada mahasiswa asal Aceh dan Sumatera yang terdampak bencana. Para mahasiswa bebas memesan menu apa pun yang mereka inginkan tanpa dipungut biaya.

Bagi Rahmad, bantuan ini penting karena sering kali korban-korban yang tidak secara langsung seperti mahasiswa perantauan sering terlupakan.

“Kebetulan saya punya rezeki lebih, jadi saya bantu sebisa mungkin. Sudah saatnya kita saling bantu membantu,” katanya.

Selain makanan gratis, para mahasiswa juga diberikan bantuan berupa sembako dan donasi berupa uang tunai.

Dampak Bencana pada Keluarga dan Komunikasi

Rahmad sendiri juga terdampak atas bencana Sumatera. Rumah keluarganya di Aceh ikut hancur. Hal itu membuatnya sadar bahwa momen inilah saatnya warga saling membantu.

Selain itu, banyak mahasiswa yang mengunjungi warung makannya masih mengalami kendala komunikasi dengan keluarga di kampung halaman. Mereka juga menghadapi masalah keterlambatan transfer uang dari keluarga akibat kondisi tertentu.

Meski begitu, Rahmad berkomitmen untuk terus memberikan bantuan hingga kondisi Aceh dan Sumatera pulih kembali.

“Untuk makan gratis di Mie Aceh Semeru ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Selama belum kondusif, Mie Aceh Semeru ini menjadi rumah kedua bagi mereka. Silakan datang ke sini, makan sepuasnya, makan semaunya,” pungkas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *