"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
News  

36 Pantun Tagih Utang, Pikiran Peminjam Tak Pernah Lepas

Menghadapi Utang yang Tidak Kunjung Dilunasi

Utang dan piutang sering kali menjadi sumber ketegangan dalam hubungan. Bahkan, hubungan yang awalnya baik bisa berubah hanya karena masalah uang. Bagi orang yang meminjamkan uang, situasi ini bisa sangat menantang. Di satu sisi, mereka merasa tidak enak untuk menagih, tetapi di sisi lain, kebutuhan pribadi juga mendesak.

Awalnya, niat untuk mengingatkan agar utang segera dilunasi adalah hal yang wajar. Namun, seringkali hasilnya justru membuat pihak peminjam merasa diperlakukan dengan kurang empati. Ini bisa memicu konflik yang tidak perlu.

Emosi sering kali sulit dikendalikan, terlebih jika melihat si peminjam justru sibuk berlibur atau memamerkan barang mewah di media sosial. Saat ditagih, mereka malah marah atau menghindar. Dalam situasi seperti ini, dibutuhkan cara yang tepat untuk menghadapinya tanpa menimbulkan perselisihan.

Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan menyampaikan sindiran secara halus. Pantun bisa menjadi pilihan yang efektif untuk menyampaikan pesan tersebut. Berikut ini adalah kumpulan pantun yang bisa digunakan sebagai cara menagih utang dengan lembut.

Kumpulan Pantun Menagih Utang

  1. Pergi ke pasar membeli ketupat

    Dimakan siang sebelum basi

    Jalan-jalan sempat, pamer sempat

    Utang kapan mau kau lunasi?

  2. Tanam bakau cegah abrasi

    Jangan sampai bencana merebak

    Kalau memang belum bisa lunasi

    Bilang baik-baik, jangan mengelak.

  3. Setelah empat adalah tiga

    Tulis dengan bahasa Sunda

    Sudah lama tiada berjumpa

    Utang dilupa bagai amnesia.

  4. Nasi goreng diambil gratis

    Sambil makan buah manggis

    Gayanya layaknya seorang selebritis

    Tapi utangnya berlapis-lapis.

  5. Ada orang memakai bedak

    Karena banyak buat tersedak

    Meminjam uang datang mendadak

    Saat diminta, emosinya meledak.

  6. Pagi hari tanam bengkoang

    Ada ular berkelat kelit

    Seringkali pinjam uang

    Giliran ditagih sangat pelit.

  7. Kelapa muda buat sajian

    Tamu datang dengan dadakan

    Tanggal muda pada gajian

    Bayar utang jangan terlewatkan.

  8. Pohon rambutan tumbuh sebatang

    Duduk sebentar pedagang asongan

    Berbulan-bulan menagih utang

    Uang tak dapat, tinggal kenangan.

  9. Disulut korek sampai meringis

    Pedih mata kena minyak tumis

    Merengek-rengek sampai menangis

    Ku tagih utang seperti pengemis.

  10. Kakek tinggal di panti jompo

    Berharap selalu mendapat jodoh

    Sudah banyak kuberi tempo

    Tapi sikapmu masa bodoh.

  1. Bebek putih masak di kuali

    Simpan dagingnya di dalam peti

    Utang ku tagih berkali-kali

    Urat malunya mungkin t’lah mati.

  2. Ke museum lihat sarkofagus

    Sambil mengunyah sebuah krupuk

    Jangan pamer perhiasan bagus

    Kalau utangnya bertumpuk-tumpuk.

  3. Kerja keluar di negeri Spanyol

    Disuruh menebang sebatang pohon

    Dunia terasa semakin konyol

    Yang nagih utang, memohon-mohon.

  4. Ada pembajak mencuri rantang

    Rantang disulap jadi kolintang

    Orang bijak mencicil utang

    Orang bejat menilap utang.

  5. Pohon tomat di tengah sawah

    Petik buahnya buat berlayar

    Di sosmed terlihat mewah

    Tapi utang tak pernah dibayar.

  6. Lantai marmer diinjak buaya

    Marmer mahal dari Eropa

    Silakan pamer di dunia maya

    Tapi utangnya jangan dilupa.

  7. Ayam berbulu tinggal sarangnya

    Suaranya sumbang bunyi kokoknya

    Aku tak perlu bunga-bunganya

    Kembalikan saja pinjaman pokoknya.

  8. Sarapan pagi di Kota Medan

    Setelah sarapan pergi ke gua

    Bukannya aku rindu seorang teman

    Hanya saja ingat utangnya.

  9. Monyet melompat jatuh ke bawah

    Karena membawa sekeranjang nanas

    Jangan sok-sokan terlihat mewah

    Utangnya banyak, tak lunas-lunas.

  10. Naik perahu harus giliran

    Agar sesuai dengan ukuran

    Ini pantun untuk sindiran

    Buat yang lupa sama angsuran.

  11. Malam gelap mata terpejam

    Saat mahgrib kue dihabiskan

    Barang siapa suka meminjam

    Hukumnya wajib mengembalikan.

  12. Tukang sulap ciptakan intrik

    Agar terkesan lebih menarik

    Dari gayanya terlihat nyentrik

    Tapi pinjaman susah ditarik.

  13. Bapak guru membawa pita

    Pita digulung di atas bata

    Jangan mengaku kaum sosialita

    Hutang menggunung bikin menderita.

  14. Pohon pisang tumbuh bertunas

    Daun selembar jatuh di Monas

    Buat yang utangnya belum lunas

    Cepatlah bayar, sebelum hatiku panas.

  15. Daun jerami dari ilalang

    Rusak banyak, tinggal sebatang

    Tali silaturahmi menjadi hilang

    Gara-gara tak bayar hutang.

  16. Adik datang membawa kacang

    Kacang dimasak bersama pacar

    Sungguh tega tidak membayar utang

    Padahal rezekinya amatlah lancar.

  17. Batang geragih dimakan ikan

    Ikan ditangkap buat pepesan

    Utang kutagih, mohon maafkan

    Tolonglah jangan banyak alasan.

  18. Cucian numpuk bikin naik darah

    Terpaksa dikerjain biar nggak bersisa

    Utang ditagih marah-marah

    Giliran minjam manisnya luar biasa.

  19. Makan nasi di daun lontar

    Rasanya nikmat ditambah salak

    Katanya utang cuma sebentar

    Tapi ditagih malah mengelak.

  20. Ke Kota Malang beli bikini

    Mencari selendang di Cimahi

    Sungguh malang nasibku ini

    Menagih utang dimarah-marahi.

  21. Belanja ke toko membeli leci

    Leci tak ada jadinya stroberi

    Lama sudah menanti janji

    Utang ditagih tiada diberi.

  22. Tanah liat dipegang lunak

    Nyamuk datang dimakan katak

    Makanan lezat terasa tak enak

    Menagih utang malah dibentak.

  23. Kulit kurap terkena kudis

    Belang-belang ada sebaris

    Jangan sok-sokan tampil modis

    Kalau utang tak pernah digubris.

  24. Pisau tajam punggungnya tebal

    Sambil mengiris tersengal-sengal

    Saat meminjam pandai ngegombal

    Saat ditagih, kupingnya bengal.

  25. Kue coklat isinya caramel

    Unta di Inggris disebut camel

    Dari gayanya terlihat comel

    Utang ditagih, selalu ngomel.

  26. Jika ingin menjadi penyanyi

    Jangan menyerah, selalu gigih

    Kalau dicari selalu sembunyi

    Yang pinjam uang takut ditagih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *