Menghadapi Utang yang Tidak Kunjung Dilunasi
Utang dan piutang sering kali menjadi sumber ketegangan dalam hubungan. Bahkan, hubungan yang awalnya baik bisa berubah hanya karena masalah uang. Bagi orang yang meminjamkan uang, situasi ini bisa sangat menantang. Di satu sisi, mereka merasa tidak enak untuk menagih, tetapi di sisi lain, kebutuhan pribadi juga mendesak.
Awalnya, niat untuk mengingatkan agar utang segera dilunasi adalah hal yang wajar. Namun, seringkali hasilnya justru membuat pihak peminjam merasa diperlakukan dengan kurang empati. Ini bisa memicu konflik yang tidak perlu.
Emosi sering kali sulit dikendalikan, terlebih jika melihat si peminjam justru sibuk berlibur atau memamerkan barang mewah di media sosial. Saat ditagih, mereka malah marah atau menghindar. Dalam situasi seperti ini, dibutuhkan cara yang tepat untuk menghadapinya tanpa menimbulkan perselisihan.
Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan menyampaikan sindiran secara halus. Pantun bisa menjadi pilihan yang efektif untuk menyampaikan pesan tersebut. Berikut ini adalah kumpulan pantun yang bisa digunakan sebagai cara menagih utang dengan lembut.
Kumpulan Pantun Menagih Utang
-
Pergi ke pasar membeli ketupat
Dimakan siang sebelum basi
Jalan-jalan sempat, pamer sempat
Utang kapan mau kau lunasi? -
Tanam bakau cegah abrasi
Jangan sampai bencana merebak
Kalau memang belum bisa lunasi
Bilang baik-baik, jangan mengelak. -
Setelah empat adalah tiga
Tulis dengan bahasa Sunda
Sudah lama tiada berjumpa
Utang dilupa bagai amnesia. -
Nasi goreng diambil gratis
Sambil makan buah manggis
Gayanya layaknya seorang selebritis
Tapi utangnya berlapis-lapis. -
Ada orang memakai bedak
Karena banyak buat tersedak
Meminjam uang datang mendadak
Saat diminta, emosinya meledak. -
Pagi hari tanam bengkoang
Ada ular berkelat kelit
Seringkali pinjam uang
Giliran ditagih sangat pelit. -
Kelapa muda buat sajian
Tamu datang dengan dadakan
Tanggal muda pada gajian
Bayar utang jangan terlewatkan. -
Pohon rambutan tumbuh sebatang
Duduk sebentar pedagang asongan
Berbulan-bulan menagih utang
Uang tak dapat, tinggal kenangan. -
Disulut korek sampai meringis
Pedih mata kena minyak tumis
Merengek-rengek sampai menangis
Ku tagih utang seperti pengemis. -
Kakek tinggal di panti jompo
Berharap selalu mendapat jodoh
Sudah banyak kuberi tempo
Tapi sikapmu masa bodoh.
-
Bebek putih masak di kuali
Simpan dagingnya di dalam peti
Utang ku tagih berkali-kali
Urat malunya mungkin t’lah mati. -
Ke museum lihat sarkofagus
Sambil mengunyah sebuah krupuk
Jangan pamer perhiasan bagus
Kalau utangnya bertumpuk-tumpuk. -
Kerja keluar di negeri Spanyol
Disuruh menebang sebatang pohon
Dunia terasa semakin konyol
Yang nagih utang, memohon-mohon. -
Ada pembajak mencuri rantang
Rantang disulap jadi kolintang
Orang bijak mencicil utang
Orang bejat menilap utang. -
Pohon tomat di tengah sawah
Petik buahnya buat berlayar
Di sosmed terlihat mewah
Tapi utang tak pernah dibayar. -
Lantai marmer diinjak buaya
Marmer mahal dari Eropa
Silakan pamer di dunia maya
Tapi utangnya jangan dilupa. -
Ayam berbulu tinggal sarangnya
Suaranya sumbang bunyi kokoknya
Aku tak perlu bunga-bunganya
Kembalikan saja pinjaman pokoknya. -
Sarapan pagi di Kota Medan
Setelah sarapan pergi ke gua
Bukannya aku rindu seorang teman
Hanya saja ingat utangnya. -
Monyet melompat jatuh ke bawah
Karena membawa sekeranjang nanas
Jangan sok-sokan terlihat mewah
Utangnya banyak, tak lunas-lunas. -
Naik perahu harus giliran
Agar sesuai dengan ukuran
Ini pantun untuk sindiran
Buat yang lupa sama angsuran. -
Malam gelap mata terpejam
Saat mahgrib kue dihabiskan
Barang siapa suka meminjam
Hukumnya wajib mengembalikan. -
Tukang sulap ciptakan intrik
Agar terkesan lebih menarik
Dari gayanya terlihat nyentrik
Tapi pinjaman susah ditarik. -
Bapak guru membawa pita
Pita digulung di atas bata
Jangan mengaku kaum sosialita
Hutang menggunung bikin menderita. -
Pohon pisang tumbuh bertunas
Daun selembar jatuh di Monas
Buat yang utangnya belum lunas
Cepatlah bayar, sebelum hatiku panas. -
Daun jerami dari ilalang
Rusak banyak, tinggal sebatang
Tali silaturahmi menjadi hilang
Gara-gara tak bayar hutang. -
Adik datang membawa kacang
Kacang dimasak bersama pacar
Sungguh tega tidak membayar utang
Padahal rezekinya amatlah lancar. -
Batang geragih dimakan ikan
Ikan ditangkap buat pepesan
Utang kutagih, mohon maafkan
Tolonglah jangan banyak alasan. -
Cucian numpuk bikin naik darah
Terpaksa dikerjain biar nggak bersisa
Utang ditagih marah-marah
Giliran minjam manisnya luar biasa. -
Makan nasi di daun lontar
Rasanya nikmat ditambah salak
Katanya utang cuma sebentar
Tapi ditagih malah mengelak. -
Ke Kota Malang beli bikini
Mencari selendang di Cimahi
Sungguh malang nasibku ini
Menagih utang dimarah-marahi. -
Belanja ke toko membeli leci
Leci tak ada jadinya stroberi
Lama sudah menanti janji
Utang ditagih tiada diberi. -
Tanah liat dipegang lunak
Nyamuk datang dimakan katak
Makanan lezat terasa tak enak
Menagih utang malah dibentak. -
Kulit kurap terkena kudis
Belang-belang ada sebaris
Jangan sok-sokan tampil modis
Kalau utang tak pernah digubris. -
Pisau tajam punggungnya tebal
Sambil mengiris tersengal-sengal
Saat meminjam pandai ngegombal
Saat ditagih, kupingnya bengal. -
Kue coklat isinya caramel
Unta di Inggris disebut camel
Dari gayanya terlihat comel
Utang ditagih, selalu ngomel. -
Jika ingin menjadi penyanyi
Jangan menyerah, selalu gigih
Kalau dicari selalu sembunyi
Yang pinjam uang takut ditagih.











