Kehidupan yang Berbagi dan Bersama
Bayangkan sekelompok burung kapinis dan bangau yang sedang terbang, bermigrasi dari delta sungai Tana di Kenya hingga semenanjung Tanduk Afrika. Mereka bergerak dengan kegigihan dan kebersamaan, saling mengantarkan menuju tanah Sub-Sahara yang hangat. Kepakan sayap mereka tak pernah berhenti, melewati cuaca dan udara dingin laut Mediterania.
Adaptasi musim dingin dari sekelompok hewan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan navigasi alami yang luar biasa, tetapi juga memberikan makna simbolis tentang rasa saling berbagi, melindungi, dan mengasihi. Kebersamaan ini menjadi cermin dari perilaku budaya penduduk di banyak negara.
Empati, sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani kuno emphatia, terdiri dari morfem en (dalam) dan phatia (pathos), yang memiliki arti luas yaitu penderitaan dan kasih sayang. Daya welas asih yang muncul dari kedalaman jiwa, seperti melintasi samudra lepas di dua belahan Eurasia.
Kebersamaan Turun-Temurun ‘Ubuntu’ di Afrika
Di Afrika Selatan, suku Zulu menyebut konsep kebersamaan sebagai umuntu ngumuntu ngabantu, yang berarti “saya ada karena kita ada”. Rangkai kata ini mungkin terdengar menggelitik, namun mengandung makna mendalam bagi penduduk setempat. Konsep kebersamaan ini tidak hanya berlaku antar manusia, tetapi juga antara kosmik dan para roh leluhur mereka.
Kata Ubu merujuk pada makhluk atau objek abstrak, sementara ntu mengacu pada makhluk yang memiliki daya hidup dan terus bergerak di alam semesta. Mirip dengan gambaran pohon besar Baobab yang hidup ribuan tahun lamanya, pohon ini menjadi simbol kebersamaan dan ikatan kesatuan dengan seluruh keberadaan di sekitarnya.

Berbagi Roti ‘Askida Ekmek’ di Istanbul
Di Istanbul, Turki, tradisi empati disampaikan melalui wangi hangat roti yang disajikan. Tradisi kebaikan Askida Ekmek telah ada sejak masa dinasti Ottoman. Askida Ekmek atau “roti yang digantungkan” menjadi cara berbagi makanan yang turun-temurun dilakukan.

Seorang pembeli yang akan membayar lebih dari harga rotinya, disambut oleh penjual yang meletakkan kelebihan roti ke dalam keranjang yang digantungkan. Roti khas berbentuk bulat cincin, Simit, yang menjadi kegemaran penduduk Anatolia, siap untuk dibagikan. Panganan ini menjadi simbol keramah-tamahan negara dua budaya Timur dan Barat.
Kepekaan Sikap ‘Omoiyari’ di Jepang
Apakah Anda pernah melihat seseorang memberikan atau menyodorkan sesuatu dengan kedua tangan? Etiket universal yang bagi masyarakat Jepang menjadi suatu budaya yang wajib dilakukan. Konsep Omoiyari mengajarkan nilai-nilai penghormatan terhadap seluruh kehadiran yang diciptakan.
Kata omoi berarti menghargai atau memerhatikan, sedangkan yari berarti menerapkan. Konsep altruistik ini adalah melakukan kebaikan tanpa diminta, dengan penerapan kesadaran jiwa sepenuhnya. Salah satunya adalah duduk formal ala Jepang, Seiza, yang membentuk tradisi kesantunan di sana.

Posisi duduk dengan kedua kaki melipat ke belakang, disertai kedua tangan diletakkan tertelungkup ke depan. Sikap bertahan yang diperkenalkan pada banyak upacara minum teh, ritual keagamaan, serta perayaan. Tidak hanya sekadar etika yang diperkenalkan, tapi membangun nilai-nilai kesadaran dalam interaksi sosial di keseharian.
Hari Tetangga ‘Burendag’ di Belanda
“Goedemorgen, Hoe gaat het met u?” Sebuah sapaan pagi hari yang biasa terdengar di negeri Belanda. Negara yang ternyata tak hanya terkenal dengan tata kota dan kanal-kanal indahnya, tetapi juga memiliki budaya toleransi dalam menerima perbedaan dunia.
Orang-orang dari berbagai negara seperti Tiongkok, Maroko, Belgia, hingga Indonesia mendapatkan penerimaan yang setara. Mereka dapat duduk bersama menikmati indah pemandangan taman bunga musim semi Keukenhof di Lisse, Belanda.

Tradisi Burendag atau perayaan “Hari Tetangga” menjadi salah satu cermin kebersamaan yang selalu dinantikan. Mengetuk pintu, bercengkerama, dan berbagi hidangan sup kacang polong erwtensoep tanpa membedakan. Semua berkumpul pada satu meja kayu panjang, diteduhi oleh sebuah tenda yang telah dihias bersama. Tak ada yang ditinggalkan. Tua, muda, penduduk pendatang hingga balita pun turut merasakan. Merayakan sederhana ikatan kemanusiaan, di negara ladang tulip yang tengah bermekaran.












