"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Stok Beras Nasional Tertinggi Pengaruhi Pasar Global

Pencapaian Swasembada Beras Indonesia Berdampak Global

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras telah memberikan dampak positif yang tidak hanya terasa di tingkat nasional, tetapi juga memengaruhi pasar global. Dampak ini ditandai dengan peningkatan stok beras yang mencapai level tertinggi dalam sejarah.

“Saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di awal tahun 2026 telah mencapai 3,25 juta ton. Ini adalah stok tertinggi yang pernah dicatat, mengingat Indonesia sebelumnya tidak pernah memiliki stok di atas 3 juta ton pada periode yang sama,” ujar Mentan dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo di Karawang, Jawa Barat, Rabu.

Amran menjelaskan, peningkatan produksi yang signifikan ini berkat kebijakan pro-petani yang digagas dan dijalankan secara tegas oleh Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian dengan dukungan penuh dari TNI-Polri, Kejaksaan, Kementerian Perdagangan, BUMN, dan Komisi IV DPR.

“Dampak positifnya langsung terasa. Karena Indonesia tidak melakukan impor, pasokan beras dari negara-negara eksportir seperti Vietnam, Thailand, India, dan Pakistan menjadi berlimpah di pasar internasional. Hal ini menyebabkan harga beras dunia turun dari 650 dolar AS per metrik ton menjadi 340 dolar AS per metrik ton, atau turun sebesar 44 persen,” papar Amran.

Ia menekankan bahwa keputusan untuk menghentikan impor beras mulai tahun 2025 adalah langkah bersejarah. Kebijakan ini bukan hanya membuat Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan konsumsi pokok, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas harga pangan dunia.

“Inilah hasil karya petani Indonesia di panggung internasional. Secara tidak langsung, petani dan masyarakat Indonesia telah berkontribusi pada dunia dengan kebijakan ini. Hari ini adalah hari kebahagiaan bagi petani seluruh Indonesia, di mana harga gabah naik dan kesejahteraan mereka meningkat,” ujarnya.

Konfirmasi Data Internasional

Pergerakan harga beras internasional dapat dipantau melalui The FAO All Rice Price Index (FARPI) dari Food and Agriculture Organization (FAO). Data FARPI menunjukkan bahwa indeks harga beras terendah dalam lima tahun terakhir tercatat pada November 2025, yakni di level 96,9. Rekor terendah sebelumnya terjadi pada Agustus 2021 di level 97,9.

Yang menarik, baik pada tahun 2021 maupun 2025, Indonesia sama-sama tidak melakukan impor beras untuk penambahan stok CBP. Kesamaan kondisi ini menggambarkan betapa signifikan pengaruh keputusan impor Indonesia terhadap pasar beras global.

Selain itu, sejarah mencatat bahwa dalam 18 tahun terakhir, stok akhir tahun CBP tanpa adanya pasokan impor belum pernah melebihi 3 juta ton. Sebagai perbandingan, stok akhir tahun pada periode tanpa impor sebelumnya adalah: 1,1 juta ton (2008), 1,6 juta ton (2009), 2,2 juta ton (2019), 1,9 juta ton (2020), dan 0,8 juta ton (2021).

Dengan demikian, capaian stok 3,25 juta ton di awal 2026 tidak hanya merupakan rekor sejarah, tetapi juga bukti nyata keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan produksi dan ketahanan pangan secara mandiri.

Lampaui Era Soeharto

Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog saat ini telah mencapai 3 juta ton. Angka ini melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang tercapai pada era pemerintahan Presiden Soeharto.

“Pada akhir tahun 2025, target swasembada yang kami canangkan untuk empat tahun ternyata bisa dicapai di tahun pertama. Hari ini cadangan beras di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini adalah hasil kerja keras semua unsur,” kata Presiden Prabowo saat memimpin retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Prestasi ini disebutnya sebagai bukti pencapaian target swasembada pangan yang berhasil direalisasikan lebih cepat dari rencana awal. Presiden sebelumnya menargetkan menteri terkait untuk mencapai swasembada dalam kurun empat tahun.



UGM melakukan panen raya perdana padi Gamagora (Gadjah Mada Gogo Rancah) 7 di Ngawi, Jawa Timur. Panen di lahan seluas 1,5 hektare milik warga di Desa Desa Dusun Guyung, Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi ini mampu menghasilkan sebanyak 9.6 ton gabah kering panen per hektare. – (istimewa)

Pentingnya Kemandirian Pangan

Dalam pidatonya, Kepala Negara menekankan arti penting kemandirian pangan bagi kedaulatan bangsa. Ia menyoroti ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik di sejumlah negara yang selama ini menjadi sumber impor beras Indonesia, seperti Thailand dan Kamboja.

“Tidak ada bangsa yang merdeka jika tidak bisa menjamin makanan untuk rakyatnya. Di tengah konflik dunia saat ini, swasembada beras menjadi pondasi ketahanan nasional yang vital,” tegasnya.

Presiden juga menyampaikan komitmennya untuk memperluas cakupan swasembada tidak hanya pada beras, tetapi juga pada sumber karbohidrat lain seperti jagung dan singkong, serta komoditas protein. Langkah ini dianggap krusial untuk membangun ketahanan pangan Indonesia yang berkelanjutan dan mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *