"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Rofii Muzaki Mahasiswa HTN UIN Saizu Juara II Pandega Putra Kwarda Jateng 2025

Kehidupan Seorang Pemuda Berprestasi dari Desa

Di sebuah desa kecil bernama Winduaji, Paguyangan, Brebes, ada seorang pemuda yang menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu berasal dari latar belakang yang mewah. Nama lengkapnya adalah Rofii Muzaki, seorang mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Ia berhasil meraih Juara II Golongan Pandega Putra dalam ajang Lomba Pramuka Garuda Berprestasi Tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2025.

Ini merupakan kompetisi bergengsi yang mengumpulkan para pramuka terbaik di provinsi tersebut. Prestasi ini bukan hanya sekadar kemenangan dalam lomba, tetapi juga menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari ruang sederhana. Rofii Muzaki adalah contoh nyata dari seorang anak desa yang percaya bahwa doa orang tua dan usaha tanpa henti akan membawanya melampaui batas-batas yang ada.

Latar Belakang Keluarga Sederhana

Rofii Muzaki lahir dari keluarga yang hidup dengan keterbatasan. Ayahnya, Yunus Rifa’i, bekerja sebagai buruh harian lepas atau pedagang keliling di daerah Jakarta, sedangkan ibunya, Tuti Astuti, adalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan, Rofii tumbuh dengan semangat dan keyakinan bahwa pendidikan serta pengalaman adalah kunci untuk mengubah masa depan.

“Saya sadar bahwa pendidikan dan pengalaman menjadi jalan untuk mengubah masa depan. Dan Pramuka memberi saya kekuatan untuk terus melangkah,” ujarnya.

Perjalanan Karier di Dunia Kepramukaan

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar hingga kini kuliah, kepramukaan telah menjadi bagian penting dari jiwanya. Rofii aktif sebagai pelatih, pembina, dan juri pada berbagai kegiatan kepramukaan tingkat sekolah, kwartir cabang, hingga kegiatan prestisius tingkat provinsi.

Sebelum meraih juara di Kwarda Jateng 2025, ia telah memiliki sejumlah prestasi yang membanggakan:

  • Juara 1 Pentas Seni SelBa International Festival UIN Imam Bonjol Padang 2024.
  • Pramuka Garuda Berprestasi Kwartir Cabang Banyumas 2024.
  • Juara 2 Pramuka Peduli Award Kwarda Jateng 2023.
  • Juara 2 Lomba Seni PWPN-PTKI IAIN Gorontalo 2022.
  • Juara 2 Debat Competition HTN Fest 2021.

Selain itu, ia juga menjadi pembina dan pelatih ekstrakurikuler Pramuka di berbagai sekolah di Purwokerto sejak 2022, sekaligus guru ngaji di Pondok Pesantren Manbaul Husna.

Persaingan Ketat dalam Lomba Kwarda Jateng

Lomba tingkat Kwarda Jateng bukanlah panggung mudah. Seleksi administrasi yang ketat, penilaian Tanda Kecakapan Khusus (TKK), portofolio pengabdian, hingga wawancara tentang pengembangan kaum muda semua harus dilalui dengan perfeksionisme.

Di hadapan para juri, Rofii Muzaki berbicara sebagai pemuda yang hidup bersama masyarakat. Ia menyampaikan program-program yang telah ia inisiasi, termasuk pembinaan anak-anak desa, kampanye literasi, serta keteladanan generasi muda dalam ibadah.

Harapan dan Mimpi Masa Depan

Ketika namanya diumumkan sebagai Juara II, rasa haru menyergap dirinya. Bukan karena ia telah mencapai puncak perjalanan, tetapi karena ia berhasil membuktikan sesuatu: “Mimpi besar tidak harus lahir dari keluarga berada. Yang kita butuhkan adalah keyakinan, bimbingan, dan kerja keras.”

Kabar prestasi ini mendapat apresiasi tinggi dari civitas akademika UIN Saizu Purwokerto. Pihak kampus menilai Rofii Muzaki adalah salah satu bukti bahwa mahasiswa UIN Saizu tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat mental dan peduli terhadap masyarakat.

“Mahasiswa seperti Rofii Muzaki membawa energi positif. Mereka membuktikan bahwa kampus hijau ini mampu mencetak generasi pemimpin yang peduli, kreatif, dan berkarakter,” ungkap salah satu pimpinan fakultas.

Langkah Menuju Masa Depan

Di tengah rasa bangga, Rofii Muzaki tidak ingin berhenti pada kemenangan hari ini. Ia sadar bahwa seorang Pramuka sejati tidak hidup untuk medali, melainkan untuk pengabdian. “Saya ingin menunjukkan kepada anak-anak desa bahwa mereka bisa. Selama kita mau belajar dan berjuang, Allah akan bukakan jalan,” tambahnya.

Ke depan, ia bertekad terus aktif di dunia pembinaan kaum muda, mengembangkan gerakan sosial, dan memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat. Ia ingin menjadi sosok inspiratif yang bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

Dalam setiap langkahnya, Rofii Muzaki menegaskan bahwa: Pemimpin itu ditempa, bukan muncul tiba-tiba. Pengabdian akan memilih mereka yang ikhlas berbuat. Tidak ada impian yang terlalu tinggi bagi hati yang merendah kepada Allah.

Ia mungkin bukan berasal dari keluarga yang banyak dikenal orang. Tapi berkat tekad, kerja keras, dan doa orang tua, namanya kini berkibar di tingkat Jawa Tengah dan perjalanan itu baru saja dimulai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *