"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Budaya  

Masjid Zayed Solo Kembali Gelar Program Cari Jodoh, Poligami Dilarang Ikut

Program Golek Garwa di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo: Pencarian Jodoh yang Aman dan Sesuai Syariat

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo telah menghadirkan program unik bernama Golek Garwa sebagai upaya untuk mempertemukan jodoh secara aman, terarah, dan sesuai dengan prinsip syariat. Program ini dirancang khusus untuk memberikan ruang yang nyaman bagi para calon pasangan yang ingin mencari jodoh tanpa adanya tekanan atau risiko yang tidak diinginkan.

Salah satu ketentuan utama dalam program ini adalah larangan bagi peserta yang memiliki niat untuk berpoligami. Hal ini bertujuan agar setiap peserta dapat fokus pada proses pencarian jodoh yang lebih jujur dan transparan. Selain itu, seluruh peserta harus menjalani proses seleksi ketat, termasuk menunjukkan bukti sah jika mereka sudah pernah menikah (duda/janda), serta menandatangani pakta integritas.

Data pribadi peserta juga dijamin kerahasiaannya, kecuali jika mereka resmi menyatakan cocok dan bersedia melanjutkan hubungan. Dengan demikian, peserta merasa lebih nyaman dan aman dalam mengikuti program ini.

Awal Mula Terbentuknya Golek Garwa

Golek Garwa lahir dari diskusi internal pengurus masjid dan berbagai masukan masyarakat, terutama melihat fenomena banyaknya warga lajang di Kota Solo. Program ini juga diinisiasi dalam bentuk kerja sama antara Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dengan Fortais dan Kemenag Surakarta.

Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari inisiatif yang terinspirasi oleh kegiatan serupa di Yogyakarta. Tahun 2025 menjadi tahun penting karena tema besar masjid saat itu adalah keluarga, sehingga muncul gagasan untuk menghadirkan forum pencarian jodoh yang lebih aman dan terarah.

“Ini hasil diskusi dengan para pengurus dan berbagai masukan. Di Solo itu banyak yang jomblo. Kegiatan ini juga atas inisiasi Jogja. Tahun 2025 itu tema kita adalah ‘keluarga’, jadi membuat acara Golek Garwa,” ujar Munajat.

Proses Ta’aruf dan Seleksi Ketat

Berbeda dengan layanan pencarian jodoh pada umumnya, Golek Garwa menerapkan proses seleksi ketat. Semua peserta harus lajang, atau jika duda/janda, maka harus melampirkan surat perceraian atau akta meninggal. Mereka juga diminta menandatangani pakta integritas untuk memastikan kejujuran dalam mengikuti program.

Selain itu, peserta diminta terbuka mengenai kekurangan dan kendala yang selama ini membuat mereka belum mendapatkan pasangan. Meski demikian, data pribadi pendaftar tetap dijaga kerahasiaannya.

Antusiasme Peserta dan Beragam Usia

Sejak pertama kali digelar, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Golek Garwa terbilang tinggi. Pada pelaksanaan perdana tahun 2025, ta’aruf perdana yang digelar pada Sabtu–Minggu, 8–9 Maret 2025, diikuti sekitar 700 pendaftar. Antusiasme serupa juga terjadi pada Golek Garwa kedua yang digelar pada 5–6 Juli 2025.

Sementara pada sesi ketiga yang akan berlangsung 28 Februari–1 Maret 2026, jumlah pendaftar telah mencapai ratusan orang. Sampai hari ini, sekitar 250-an orang telah mendaftar, meskipun sebagian mengundurkan diri karena telah mendapatkan jodoh di tempat lain.

Usia peserta pun sangat beragam, mulai dari 20 hingga 78 tahun. Dalam pelaksanaannya, Golek Garwa tidak menggunakan sistem perjodohan oleh panitia. Setiap peserta diberikan kebebasan memilih sendiri pasangan yang dirasa cocok saat sesi pengenalan.

Hasil yang Menggembirakan

Dari dua kegiatan yang telah berjalan, tercatat sekitar 40 pasangan melaporkan telah resmi bersama. Bahkan, pada 2 Desember lalu, enam pasangan yang bertemu melalui Golek Garwa dinikahkan langsung di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Fasilitas seperti honeymoon di hotel bintang empat, rias, cincin kawin, dan mahar 100 dirham juga disediakan.

Hingga kini, pihak masjid mengaku belum menerima keluhan dari para peserta. “Sejauh ini tidak ada komplain,” katanya.

Harapan di Tahun 2026

Munajat berharap Golek Garwa terus membawa keberkahan dan semakin banyak membantu masyarakat menemukan jodoh pada 2026. “Harapannya semoga banyak yang berjodoh di 2026. Kita diniati baik untuk menyempurnakan ibadah. Kalau niatnya baik, kebaikan akan bergulir,” tambahnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *