"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Ketua OSIS SMK Negeri 3 Berbak Jambi Bongkar Kelakuan Guru Agus yang Menyebalkan

Siswa SMK Negeri 3 Berbak Mengungkap Fakta di Balik Viralnya Video Pengeroyokan Guru

Sebuah video yang menampilkan aksi pengeroyokan terhadap seorang guru di SMK Negeri 3 Berbak, Tanjung Jabung Timur, Jambi, telah menjadi sorotan masyarakat. Video tersebut beredar luas di media sosial dan memicu perdebatan mengenai tindakan siswa dan tanggung jawab guru dalam lingkungan sekolah.

Guru Bahasa Inggris, Agus Saputra, yang telah bertugas selama 15 tahun di sekolah tersebut, mengaku bahwa dirinya menjadi korban bullying dari para siswanya selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, kejadian ini tidak hanya terjadi satu atau dua orang, melainkan hampir seluruh kelas. Ia juga menyebutkan bahwa banyak siswa laki-laki yang terlibat dalam tindakan merundung tersebut.

Namun, pengakuan Agus justru bertolak belakang dengan pernyataan dari pihak siswa. Banyak dari mereka mengaku merasa ditindas oleh guru tersebut, sehingga membuat mereka tidak nyaman di sekolah. Akibatnya, para siswa meminta agar Agus dipindahkan dari SMK Negeri 3 Berbak.

Pengakuan Ketua OSIS dan Permintaan Maaf

Pasca kejadian pengeroyokan, Ketua OSIS SMK Negeri 3 Berbak menyampaikan permintaan maaf atas viralnya video tersebut. Dalam pernyataannya, ia mengklaim bahwa aksi pengeroyokan terjadi karena guru tersebut sering menindas siswanya. Ia juga menegaskan bahwa para siswa hanya ingin Agus dipindahkan ke tempat lain karena merasa tidak nyaman.

Perwakilan siswa tersebut mengatakan, “Kami hanya ingin beliau dipindahkan ke tempat yang lain, karena kami tidak nyaman beliau ada di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur ini.”

Detik-Detik Pengeroyokan

Menurut Agus, aksi pengeroyokan terjadi setelah ia ditegur oleh seorang siswa dengan nada tidak sopan saat proses belajar mengajar berlangsung. Ia kemudian masuk ke kelas tersebut untuk menanyakan hal itu. Saat itu, siswa tersebut menantangnya dan akhirnya Agus refleks menampar wajah siswa tersebut.

Kejadian tersebut berlanjut hingga jam istirahat. Setelah mediasi, Agus mencoba menjaga ketenangan dan tetap berada di dalam kantor dengan adanya CCTV sebagai bukti. Namun, pada akhirnya, ia dikeroyok oleh siswa-siswa dari kelas X hingga XII. Agus mengaku mengalami cedera seperti bengkak tangan dan memar di bagian punggung.

Setelah kejadian tersebut, Agus melaporkan aksi pengeroyokan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Ia berharap baik guru maupun murid dapat saling menghargai dan menjaga hubungan yang harmonis di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah Bertindak

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Ranto M, memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar berjalan normal usai kejadian. Permasalahan telah dimediasi oleh sekolah dan petugas kepolisian. Ia meminta masyarakat tidak terpancing informasi yang belum tentu benar dan percaya penanganannya kepada pihak sekolah, TNI, dan Polri.

Kronologi Kejadian

Agus menjelaskan bahwa kejadian bermula saat dirinya ditegur oleh seorang siswa saat proses belajar mengajar berlangsung. Teguran tersebut bernada tidak sopan dan sempat direkam. Ia kemudian masuk ke kelas tersebut dan menanyakan siapa yang memanggilnya dengan cara tidak hormat. Siswa tersebut langsung menantangnya, dan Agus refleks menampar wajahnya.

Pada jam istirahat, Agus ditantang kembali oleh siswa tersebut. Mediasi dilakukan sebelum pengeroyokan terjadi. Ia mencoba tenang dan tetap berada di dalam kantor dengan adanya CCTV. Selama mediasi, ia menanyakan apa keinginan siswa tersebut. Mereka meminta Agus meminta maaf untuk hal yang tidak ia lakukan, sehingga Agus menawarkan alternatif berupa pembuatan petisi.

Setelah mediasi, Agus diajak komite sekolah ke ruang kantor, di mana terjadi pengeroyokan oleh siswa dari kelas X hingga XII. Agus mengaku bahwa ada videonya dan beberapa siswa membawa senjata. Ia berharap semua pihak dapat menjaga keharmonisan dan saling menghormati di lingkungan sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *