Kisah Widyarlina, Istri Kedua Pilot yang Setia Menunggu di Makassar
Widyarlina, istri kedua Capt Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500, terus menunggu di Makassar sejak pesawat yang dikemudikannya jatuh di Maros. Harapan untuk bertemu suaminya untuk terakhir kalinya menjadi motivasi utamanya dalam menjalani proses pencarian korban yang masih berlangsung hingga hari kelima.
Ia rela melakukan perjalanan jauh dari Sorokawo, Kabupaten Luwu Timur, hanya untuk bisa melihat wajah suaminya. Di tengah kecemasan dan rasa sakit yang mendalam, ia tetap memberikan doa serta dukungan kepada Tim SAR yang bekerja keras di bawah kondisi cuaca ekstrem.
Kisah menyentuh ini menggambarkan betapa besar cinta dan pengorbanan seorang istri yang tetap setia meski kabar duka terus datang. Harapan akan kabar baik tetap menggantung di hati Widyarlina, yang memohon agar bisa bertemu dengan Capt Andy Dahananto untuk terakhir kalinya.
Sosok Widyarlina
Dari penelusuran informasi yang ada, Widyarlina atau akrab disapa Lina memiliki akun Facebook yang cukup aktif. Ia sering kali membagikan foto tentang aktivitasnya sebagai karyawan PT Vale. Selain itu, ia juga masih menyimpan potret pernikahannya dengan Capt Andy Dahananto.
Foto pernikahan tersebut diposting pada 10 April 2022. Dalam foto itu, Lina mengenakan kebaya warna biru sederhana, sedangkan Capt Andy Dahananto tampil dalam seragam kebesaran sebagai pilot. Mereka berpose di depan pelaminan, dengan hadirnya anak-anak Lina. Foto tersebut langsung dibanjiri ucapan selamat dan doa-doa kebaikan.
Berharap Ketemu untuk Terakhir Kalinya
Lina juga membagikan percakapan singkat dengan rekan yang diduga merupakan anggota Tim SAR gabungan. Dalam percakapan tersebut, ia menyampaikan kekhawatiran atas kondisi para petugas di lapangan yang bekerja keras di bawah cuaca ekstrem.
“Sehat2 ko Phiank, kasiannya kodong temenku, gak tega ka liat kecapean, kehujanan dan kelaparan… Ya Allah lindung dan mudahkan segalanya buat temenku ya Allah…,” tulis Lina dalam pesan singkatnya.
Ia juga mengonfirmasi bahwa ia masih bertahan di Makassar, hanya ingin bertatap muka dengan sang suami untuk terakhir kalinya. “Iya Phiank, nunggu di Makassar ka Phiank. Mau ka ketemu Mas Andy tuk terakhir kalinya…,” ujarnya lirih.
Permintaan sederhana namun menyayat hati ini dibalas dengan janji dari rekan tersebut. “Mudah2 an kami bisa temukan lin.” Doa yang diamini oleh Lina dengan ucapan “Aamiiinn ya Allah.”
Istri Pertama dan Anak-anak Tes DNA
Sementara itu, istri pertama Capt Andy Dahananto, Ibu Erwin, juga telah hadir di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Ibu Erwin datang bersama anak-anaknya untuk melakukan tes DNA, yang akan digunakan untuk identifikasi jenazah.
Capt Andy Dahananto dikenal sebagai sosok yang sangat dihormati di lingkungan tempat tinggalnya di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Selama 30 tahun menetap di sana, ia dikenal sebagai pribadi yang berwibawa namun rendah hati. Tetangga sekitar mengenangnya sebagai sosok yang gemar bergaul dan tidak segan menyapa warga di sela-sela jadwal terbangnya yang padat.
Pesawat ATR 42-500 Jatuh
Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto pada pagi hari setelah dinyatakan memenuhi seluruh prosedur keamanan dan operasional penerbangan.
Dalam penerbangan itu, pesawat membawa tujuh kru dan tiga penumpang. Saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pesawat diketahui tidak berada pada jalur yang seharusnya. Petugas pemandu lalu lintas udara sempat memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat. Namun, komunikasi antara Air Traffic Controller (ATC) dan pesawat tiba-tiba terputus sebelum pesawat berhasil kembali ke jalur pendaratan.
Menindaklanjuti hilangnya kontak tersebut, ATC menetapkan status darurat penerbangan. Berdasarkan data koordinat terakhir, posisi pesawat diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Black Box Pesawat Ditemukan
Setelah empat hari, tim SAR gabungan berhasil menemukan posisi black box atau kotak hitam pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan di Sulawesi Selatan pada Selasa (20/1/2026). Posisinya berada di tebing curam di sisi selatan gunung.
Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menuturkan posisi ekor pesawat lokasi black box berada sudah diketahui. “Lokasi ekor pesawat sudah kita ketahui di mana,” katanya. Ia memastikan bahwa lokasinya berada di sisi bagian selatan gunung.
Keberadaan black box dipastikan setelah melakukan koordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Lantaran berada di lokasi yang curam, tim SAR gabungan masih kesulitan untuk melakukan penjangkauan. Tim SAR saat ini memerlukan tali hingga 100 meter agar bisa menuju ke area pesawat yang tepat berada di tebing.











