"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"

Ayah Lula Lahfah Menyesal Usai Putrinya Meninggal: Kami Tahu Penyakitnya dari Teman

Kematian Lula Lahfah: Keluarga Menyesali Tidak Mengetahui Kondisi Kesehatannya

Lula Lahfah, seorang selebgram yang dikenal dengan aktivitasnya di media sosial, meninggal dunia di apartemennya pada Jumat (23/1/2026). Kepergiannya menimbulkan duka mendalam bagi keluarganya, khususnya ayahnya, Feroz Marikar. Dalam pernyataannya, Feroz mengungkapkan penyesalan karena selama ini ia tidak mengetahui secara pasti kondisi kesehatan putrinya.

Penyakit yang Menghiasi Kehidupan Lula

Feroz menjelaskan bahwa selama ini dirinya tidak tahu secara detail tentang penyakit yang dialami Lula. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa Lula cenderung tertutup dan tidak pernah menceritakan masalah kesehatannya kepada keluarga. Informasi mengenai kondisi kesehatannya hanya didapat dari teman-temannya.

“Dia (Lula) enggak pernah curhat,” ujar Feroz saat ditemui di Taman Pemakaman Umum (TPU) Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Feroz, Lula mengalami GERD kronis dan pembengkakan usus. Kedua penyakit tersebut sering menjadi keluhan Lula dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia tidak pernah menyampaikan rasa sakitnya kepada keluarga, melainkan hanya berbagi dengan teman dekatnya.

Kronologi Kematian Lula Lahfah

Lula ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya di lantai 25 apartemen wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026). Penemuan dilakukan oleh asisten rumah tangga (ART), Asiah, setelah tidak mendapat respons dari korban saat ingin membuka pintu kamarnya.

Berdasarkan informasi kepolisian, Asiah curiga karena pintu kamar korban dalam keadaan terkunci dari dalam dan Lula tidak juga keluar kamar. Asiah kemudian meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka pintu kamar.

Setelah pintu berhasil dibuka sekitar pukul 18.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi terlentang di atas kasur, berselimut, mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam. “Ternyata almarhum sudah kondisi terlentang silang dan kondisi mulut terbuka dan berwana kebiruan, dan cek denyut nadi, detak jantung udah tidak berjalan,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Asiah kemudian menghubungi asisten pribadi Lula, Cindy Azzahra Putri, yang saat itu berada di luar apartemen. Sekitar 15 menit kemudian, asisten pribadi korban tiba di lokasi. Cindy mengaku terakhir berkomunikasi dengan Asiah pada sore hari. Ia langsung menuju apartemen setelah mendapat kabar bahwa Lula tidak bernapas.

“Dia di telpon Mbak Asiah sekitar pukul 17.30 WIB dan bilang ‘Cin..Cin.. kak Lula udah enggak ada napas’,” jelas Murodih.

Karena masih belum yakin dengan kabar itu, Cindy meminta Asiah untuk mengecek kondisi Lula kembali dan memintanya untuk membawa ke rumah sakit terdekat, yaitu RS Brawijaya. Kemudian Cindy pun tiba di lokasi dan melihat langsung kondisi Lula yang sudah tidak bernyawa.

Sekitar pukul 19.23 WIB, dokter pribadi Lula datang ke lokasi untuk memeriksa kondisi jenazah. “Dokter tiba untuk mengecek korban dan ditemukan obat,” imbuh dia.

Selanjutnya, pukul 20.20 WIB, tim identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat dilakukan olah TKP, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Lula. “Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI,” jelas Murodih.

Lalu, pukul 21.20 WIB, Jenazah Lula Lahfah kemudian dibawa ke RS Fatmawati untuk dilakukan visum. “Untuk penyebab kematian masih kami selidiki. Kami menunggu hasil visum dari rumah sakit,” ucap dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *