"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
News  

Gempa M4,6 Guncang Gunungkidul, Getaran Terasa di Bantul dan Sleman

Gempa Bumi Magnitudo 4,6 Guncang Gunungkidul

Pada hari Minggu (25/1/2026), sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. BMKG mencatat bahwa gempa tersebut terjadi pada pukul 15.51.24 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 8.88 LS dan 110.24 BT, dengan kedalaman sekitar 10 km. Lokasi pusat gempa berada di laut, sekitar 106 km barat daya Gunungkidul.

Getaran akibat gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah seperti Bantul, Yogyakarta, Pacitan, Sleman, hingga Kulonprogo. Dalam informasi yang diberikan oleh @infobmkg, gempa ini memiliki skala MMI (Modified Mercalli Intensity) antara II hingga III di beberapa wilayah. Berikut detailnya:

  • MMI II-III: Dirasakan di Bantul, Yogyakarta, Gunungkidul, dan Pacitan.
  • MMI II: Dirasakan di Sleman dan Kulonprogo.

Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa

Gempa bumi bisa terjadi kapan saja, dan penting untuk mengetahui tindakan yang tepat agar tetap aman. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

  1. Tetap Tenang

    Saat gempa terjadi, usahakan tidak panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu lihat kondisi sekitar dan cari tempat yang aman untuk berlindung.

  2. Di Dalam Rumah

    Jika sedang berada di dalam rumah atau penginapan, segera berlindung di bawah meja atau area yang aman. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau bahkan tangan yang tertelungkup.

  3. Di Luar Ruangan

    Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi bangunan dan tiang listrik, lalu menuju area terbuka. Tetap tenang dan hindari melakukan aktivitas apapun karena bisa saja terjadi gempa susulan.

  4. Di Kerumunan

    Jika sedang berada di kerumunan, ikuti arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat untuk mencari tempat yang lebih aman.

  5. Di Gunung atau Dataran Tinggi

    Jika sedang berada di gunung atau dataran tinggi, segera berpindah ke area lapang. Hindari daerah dekat lereng karena risiko longsor cukup tinggi.

  6. Di Laut

    Gempa bumi di bawah laut dapat menyebabkan gelombang tsunami. Oleh karena itu, segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi.

  7. Di Dalam Kendaraan

    Jika sedang berkendara saat gempa terjadi, peganglah kemudi dengan erat dan segera berhenti di tempat yang lapang. Jangan berhenti di bawah jembatan atau pohon.

Skala MMI dan Tingkat Getaran Gempa

BMKG menggunakan skala MMI untuk mengukur intensitas getaran gempa. Berikut penjelasan skala MMI:

  • I MMI: Getaran tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
  • II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan bergoyang.
  • III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah.
  • IV MMI: Dirasakan oleh banyak orang di dalam dan luar rumah, gerabah pecah, jendela bergoyang.
  • V MMI: Dirasakan oleh hampir semua orang, barang terpelanting, tiang dan benda besar bergoyang.
  • VI MMI: Semua orang merasa terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh.
  • VII MMI: Semua orang keluar dari rumah, bangunan rusak ringan.
  • VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan kuat, keretakan pada bangunan kurang baik.
  • IX MMI: Bangunan kuat rusak, pipa dalam rumah putus.
  • X MMI: Bangunan kayu rusak total, tanah terbelah.
  • XI MMI: Hanya sedikit bangunan yang masih berdiri, jembatan rusak.
  • XII MMI: Hancur total, permukaan tanah berubah.

Dengan memahami skala MMI, masyarakat dapat lebih siap menghadapi gempa dan mengambil tindakan yang tepat untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *