Prediksi Kenaikan Harga Emas dan Logam Mulia di Tengah Ketidakpastian Global
Harga emas dunia dan logam mulia diproyeksikan terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu ke depan. Seorang pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memprediksi bahwa harga logam mulia bisa menembus angka Rp 3 juta per gram pada pekan depan. Berdasarkan data yang ia kutip, harga emas dunia pada hari Sabtu (24/1/2026) ditutup di level 4.985 dolar AS per troy ons. Sementara itu, harga logam mulia di pasar domestik berada di posisi Rp 2,88 juta per gram.
Ibrahim menjelaskan bahwa harga emas dunia diperkirakan akan naik menuju level 5.020 dolar AS per troy ons pada minggu depan. Adapun harga logam mulia diperkirakan mencapai Rp 2,99 juta per gram. Jika tren kenaikan terus berlanjut, resisten kedua untuk harga emas dunia adalah 5.100 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia bisa mencapai Rp 3,09 juta per gram. “Jadi sepertinya tidak mencapai Rp 3,1 juta per gram, tapi di kisaran Rp 3,092 juta per gram,” ujarnya.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Banyak faktor yang memengaruhi kenaikan harga emas. Pertama, situasi geopolitik yang masih memanas. Meski isu pencaplokan Greenland agak mereda, hubungan antara Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Uni Eropa masih tegang. Hal ini berkaitan dengan konflik di berbagai wilayah, termasuk Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Selain itu, perang dagang antara AS dan Eropa juga menjadi salah satu pemicu. Meskipun telah ada kesepakatan untuk menghindari tarif dagang, tarif sebesar 15 persen tetap berlaku hingga Februari. Ini dapat menciptakan ketegangan tersendiri di pasar.
Perpolitikan AS juga menjadi sentimen penting. Trump baru saja menentukan calon Gubernur Bank Sentral AS. Ada empat nama yang disetujui, yaitu Kevin Warsh, Kevin Hassett, Christopher Waller, dan Rick Rieder. Dari keempatnya, kemungkinan besar yang akan terpilih adalah Kevin Hassett atau Kevin Warsh.
Dari sisi permintaan dan pasokan, data terbaru menunjukkan bahwa bank-bank sentral seperti China dan Rusia terus menambah cadangan devisanya dengan logam mulia. Hal serupa juga dilakukan oleh Bank Sentral India, Eropa, dan Inggris. Mereka melakukannya karena melihat kondisi ekonomi global yang tidak stabil dan cenderung memburuk.
Stok Logam Mulia Terbatas
Karena permintaan tinggi dan pasokan terbatas, harga emas atau logam mulia terus meningkat. Di Indonesia pun, meskipun rupiah mengalami penguatan, supply dan demand tidak seimbang. Barang (emas) menjadi langka, sehingga sulit bagi masyarakat untuk melakukan pembelian.
Emas Digital sebagai Alternatif Investasi
Salah satu hal menarik yang diperhatikan oleh Ibrahim adalah adanya emas digital. Emas digital dijual dengan harga lebih murah karena memiliki berbagai pilihan pecahan. Bahkan dengan hanya puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah, masyarakat bisa melakukan cicilan emas digital. Ini menjadi alternatif investasi yang menarik.
Emas digital sangat diminati oleh masyarakat, baik melalui bullion bank maupun platform lainnya. Bagi investor yang merasa harga emas terlalu tinggi, membeli emas digital dengan harga relatif lebih murah adalah solusi. Harga yang bisa dicicil bahkan bisa mencapai 0,01 gram, dengan spread yang tidak terlalu besar. Hal ini membuat banyak orang beralih ke emas digital.
Emas Masih Jadi Investasi Aman
Dengan tingginya permintaan dan inovasi dari pelaku usaha, emas atau logam mulia tetap menjadi investasi safe haven yang diminati. Harganya terus mengalami tren peningkatan. Pada akhirnya, diprediksi harga emas akan menembus Rp 3 juta per gram dalam waktu dekat, yang jauh lebih tinggi dibandingkan awal tahun 2025 di level Rp 1,55 juta per gram.











