Panduan Lengkap Sholat Tarawih dan Doa Setelahnya di Bulan Ramadan 2026
Bulan puasa Ramadan semakin dekat, dan bagi umat Islam, kesempatan untuk meningkatkan ibadah sunnah seperti sholat tarawih menjadi sangat penting. Sholat tarawih dapat dikerjakan secara berjamaah di masjid atau sendiri di rumah. Bagi yang ingin melakukannya di rumah, berikut panduan lengkap mengenai tata cara sholat tarawih serta bacaan doa setelahnya.
Niat Sholat Tarawih
Sebelum memulai sholat tarawih, niat adalah hal yang penting. Berikut bacaan niat sholat tarawih:
-
Imam:
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni imāman lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah SWT.” -
Makmum:
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT.”
Panduan Sholat Tarawih di Rumah
Sholat tarawih memiliki jumlah rakaat yang lebih banyak dibandingkan sholat wajib. Ada dua pilihan jumlah rakaat sholat tarawih:
- Melakukan sholat tarawih sejumlah 8 rakaat dan melakukan sholat witir sebanyak 3 rakaat.
- Melakukan sholat tarawih dengan rakaat lebih banyak yaitu berjumlah 20 rakaat dan juga melaksanakan sholat witir sebanyak 3 rakaat.
Umumnya sholat tarawih dikerjakan dengan cara melakukan 2 rakaat sekali salam. Hal ini terus berlanjut hingga tercapai 8 atau 20 rakaat sholat tarawih.
Tata Cara Sholat Tarawih
Sholat tarawih memiliki urutan pelaksanaan yang mirip dengan sholat wajib. Berikut urutan tata caranya:
- Melafalkan niat sholat tarawih
- Takbiratul ihram
- Membaca Surat Al-Fatihah
- Membaca beberapa Surat Al-Qur’an
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Bangkit dari duduk lalu mengulangi mengerjakan rakaat kedua dengan melakukan urutan tata cara sholat yang sama seperti rakaat pertama.
- Kemudian mengakhirinya dengan duduk tasyahud akhir dan salam pada saat sujud terakhirnya.
Sholat Witir yang Jumlah Rakaatnya Ganjil
Melaksanakan sholat tarawih dianjurkan ditutup dengan melakukan sholat witir yang memiliki jumlah ganjil. Dalam hadis riwayat Bukhari Muslim disebutkan:
“Jadikan shalatmu yang paling akhir di waktu malam berupa shalat witir.” (HR. Bukhari Muslim)
Witir memiliki arti yaitu ganjil, sehingga jumlah rakaat pada sholat witir biasanya juga ganjil. Sebagai penutup sholat tarawih, kamu dapat memilih melaksanakan antara 1 rakaat atau 11 rakaat ganjil sholat witir.
Dalam pelaksanaannya, bisa dipisah dengan melakukan sholat 2 rakaat dan diikuti 1 rakaat, atau 3 rakaat sekaligus. Tentunya niat sholat witir juga berbeda dari sholat tarawih. Untuk itu lafalkanlah bacaan niat sholat witir di bawah ini:
-
Niat Sholat Witir 1 Rakaat:
Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’ala (Saya berniat melakukan sholat witir satu rakaat karena Allah Ta’alaa) -
Niat Sholat Witir 2 Rakaat:
Ushalli sunnatan rak’ataini minal-witri illahi ta’ala (Saya berniat melakukan sholat sunnah 2 rakaat dari witir karena Allah Ta’alaa) -
Niat Sholat Witir 3 Rakaat:
Ushalli sunnatal witri tsalatsa rak’ataini lillahi ta’ala (Saya berniat melakukan sholat witir tiga rakaat karena Allah Ta’alaa)
Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih (Doa Kamilin)
Setelah melakukan sholat tarawih dan sholat witir, ada baiknya jika kamu menyempatkan diri untuk membaca doa sholat tarawih dan doa setelah sholat witir. Yaitu dengan berdzikir membaca Asmaul Husna lalu membaca doa kamilin setelah tarawih sebagai berikut:
Artinya: Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam.











