Kalender Liturgi Katolik untuk Perayaan Wajib Santa Skolastika, Perawan
Pada hari Selasa tanggal 10 Februari 2026, kalender liturgi katolik akan menyambut perayaan wajib Santa Skolastika, seorang perawan. Dalam perayaan ini, warna liturgi yang digunakan adalah putih, yang menggambarkan kebersihan dan kesucian.
Bacaan Pertama
Bacaan pertama dalam perayaan ini terdiri dari beberapa kitab:
-
1Raj 8:22-23,27-30
Dalam ayat ini, Raja Salomo berdiri di depan mezbah Tuhan dan menadahkan tangannya ke langit. Ia berdoa dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan adalah satu-satunya Allah yang layak disembah. -
Mzm 84:3,4,5,10,11
Mazmur ini mengungkapkan rasa syukur dan pengharapan terhadap Tuhan. Ayat-ayatnya menggambarkan betapa indahnya tinggal di rumah Tuhan dan bagaimana kasih-Nya memberikan perlindungan dan kebahagiaan bagi orang-orang yang hidup dalam kebenaran. -
Mrk 7:1-13
Injil ini menceritakan tentang Yesus yang menghadapi kritik dari para Farisi dan ahli Taurat karena murid-murid-Nya tidak mematuhi adat istiadat pembasuhan tangan. Yesus menegaskan bahwa ajaran manusia tidak boleh menggantikan perintah Tuhan. -
Kej 41:55-42:26
Kitab Kejadian ini menceritakan tentang Yusuf yang menjadi pemimpin Mesir setelah mengalami banyak kesulitan. Di tengah kelaparan, ia menjual gandum kepada orang-orang Mesir dan juga orang-orang dari seluruh dunia.
Kehidupan Santa Skolastika
Santa Skolastika adalah adik kandung Santo Benediktus, pendiri Ordo Benediktin. Dari usia muda, ia telah memiliki keinginan kuat untuk menjadi biarawati dan menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Tuhan melalui doa dan tapa. Setelah menjadi biarawati, ia mendirikan sebuah biara sendiri yang dekat dengan biara Monte Kasino.
Banyak wanita lain ikut mengikuti jejaknya dan tinggal di biara tersebut. Kedua kakak beradik ini tetap saling mengunjungi dan saling mendukung dalam perjalanan rohani mereka. Skolastika sering mengunjungi Benediktus untuk meminta bimbingan spiritual, sementara Benediktus juga mengunjungi suster-suster Skolastika untuk memberi bimbingan.
Saat ajal tiba, Skolastika membujuk Benediktus untuk menemani dia saat ia sedang menceritakan kisah-kisah orang-orang kudus. Tak lama setelah itu, Skolastika meninggal dunia di hadapan kakaknya sendiri. Jenazahnya dikuburkan di Monte Kasino, di kubur yang telah disiapkan oleh Benediktus.
Menyaksikan kesedihan para biarawan dan biarawati, Benediktus berkata: “Janganlah menangis dan sedih! Yesus telah memanggil Skolastika dari tengah-tengah kita supaya ia menjadi pembantu dan pelindung bagi kita yang masih mengembara di dunia ini.”
Santo Zenon, Pertapa
Santo Zenon dikenal sebagai murid Santo Basilius Agung. Ia adalah seorang prajurit rendah pada masa pemerintahan Kaisar Maksimianus. Ia hidup sekitar tahun 350 hingga 419.
Atas dorongan rahmat Tuhan, ia memohon agar diberhentikan dari tugasnya sebagai prajurit Romawi. Selanjutnya, ia menjadi seorang pertapa di tempat sunyi dekat Antiokia, Syria, selama 40 tahun.











