Kenaikan Harga Tomat di Pasar Raya Padang
Sepekan menjelang Ramadan 2026, harga sejumlah komoditas di Kota Padang masih tergolong stabil. Namun, satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan adalah tomat. Harga tomat naik hingga 100% dibandingkan dengan harga pada Januari 2026. Pedagang di Pasar Raya Padang, Yuni, menyebutkan bahwa harga tomat mencapai Rp16.000 per kilogram, meningkat dari Rp8.000 per kilogram pada Januari lalu.
“Sejak akhir Januari hingga sekarang, harga tomat terus meningkat. Pernah mencapai Rp24.000 per kilogram pada pekan kemarin, dan saat ini berada di angka Rp16.000 per kilogram,” ujar Yuni, Rabu (11/2/2026). Meski secara mingguan harga turun, namun kenaikan tersebut dinilai signifikan karena biasanya harga tomat tidak pernah melebihi Rp10.000 per kilogram.
Kenaikan harga tomat ini memengaruhi daya beli masyarakat. Pembeli yang biasanya membeli minimal 1 kilogram kini lebih memilih membeli setengah kilogram saja. Yuni juga menjelaskan bahwa tomat ukuran kecil memiliki harga lebih murah, yaitu Rp12.000 per kilogram, tetapi minat pembeli terhadap tomat ukuran kecil sedikit. Sebaliknya, tomat ukuran besar lebih diminati karena cocok untuk membuat jus atau kebutuhan masak.
Tomat yang dijual oleh Yuni berasal dari petani lokal di Sumbar, khususnya dari Alahan Panjang, Kabupaten Solok, yang merupakan salah satu sentra hortikultura. Meskipun ada tomat asal Medan, Sumatra Utara (Sumut), yang masuk ke Pasar Raya Padang, tidak banyak pedagang yang berani menampungnya. Hal ini disebabkan oleh kualitas yang mulai menurun serta harga yang tergolong mahal.
Selain tomat, beberapa komoditas pangan lain seperti cabai merah, bawang merah, wortel, brokoli, sayur seledri, dan kacang buncis juga mengalami kenaikan harga. Namun, permintaan terhadap komoditas-komoditas ini tidak sebesar permintaan terhadap tomat.
Pemasok komoditas pangan ke Pasar Raya Padang, Upiak, menjelaskan bahwa kenaikan harga tomat disebabkan oleh sedikitnya jumlah petani yang menanam tomat dan lebih memilih menanam bawang merah. Kondisi ini menyebabkan pasokan tomat ke pasar menjadi terbatas. Dalam kondisi normal, pasokan tomat cukup melimpah sehingga harga tidak melebihi Rp10.000 per kilogram.
Uppiak mengatakan bahwa situasi ini membuatnya ragu untuk tetap memasok tomat ke pasar-pasar. Selain itu, ia memperkirakan bahwa pada momen Ramadan nanti, komoditas cabai merah dan bawang merah juga bisa mengalami kenaikan harga. Hal ini disebabkan oleh belum memasukinya musim panen bawang merah di Alahan Panjang Solok serta sedikitnya petani di Sumbar yang menanam cabai merah.
Menurut Upiak, kebutuhan stok pedagang di Pasar Raya Padang diprioritaskan dari hasil pertanian lokal, seperti dari Solok, Bukittinggi, Agam, hingga Tanah Datar. Hal ini dikarenakan harga dan kualitas bahan pangan dari daerah lokal lebih stabil.
Langkah Pemerintah Kota Padang dalam Memastikan Ketersediaan Pangan
Sebelumnya, Pemerintah Kota Padang menyatakan akan memastikan ketersediaan pangan aman selama Ramadan 2026 dan bahkan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah. Hal ini dinyatakan saat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang pada Selasa (10/2/2026).
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menjelaskan bahwa secara umum kondisi pangan di pasar tidak mengalami kelangkaan atau kenaikan yang signifikan. Komoditas seperti beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, gula, dan lainnya tersedia dalam jumlah yang cukup.
Alfiadi menyebutkan bahwa berdasarkan neraca pangan pokok strategis pada 9 Februari 2026, 10 komoditas dalam status aman. Keberadaan bahan pangan pokok seperti beras, cabai rawit, cabai besar, bawang putih, bawang merah, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng dipastikan aman hingga beberapa pekan ke depan.
Meskipun pada bulan Februari ini sempat terjadi kenaikan harga pada cabai besar, Alfiadi menjelaskan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh kurangnya pasokan dari daerah penghasil dan peningkatan permintaan masyarakat menjelang Ramadan.
Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pangan di Kota Padang, Pemkot Padang melakukan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah melaksanakan penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Tahun 2026, pengadaan CPPD Kota Padang sebesar 30 ton.
Selain itu, Pemkot Padang juga akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk mengurangi gejolak harga komoditas pangan. Pemantauan harga harian dan intervensi cepat ketika terjadi lonjakan harga tidak wajar juga akan dilakukan.
Pemkot Padang juga akan melakukan pemantauan dan pengawasan secara kontinyu terhadap ketersediaan dan pasokan pangan di pasar-pasar dan distributor pangan. Pemantauan dilakukan sekali seminggu. Selain itu, kerja sama dengan daerah penghasil bahan pangan juga akan dilakukan untuk memastikan kelancaran ketersediaan dan pasokan pangan.











