Video Hiburan yang Berujung Kontroversi
Sebuah video yang menunjukkan dua selebgram Makassar tengah menghirup Whip Pink kini menjadi perhatian publik. Video tersebut beredar luas di media sosial dan dikaitkan dengan kasus kematian Lula Lahfah, seorang selebgram yang meninggal secara mendadak.
Whip Pink, yang merupakan merek dari gas nitrous oxide (N2O), sering disalahgunakan sebagai bahan hiburan. Namun, penggunaannya memiliki risiko serius, termasuk hipoksia, gangguan jantung, dan kerusakan saraf. Dalam video yang viral, terlihat dua selebgram yang diduga berinisial P dan C sedang menghirup gas tersebut di dalam ruangan yang sepi.
Beberapa detik kemudian, salah satu dari mereka terlihat berteriak-teriak dan sempoyongan. Video ini dibagikan melalui akun Instagram @makassar_iinfo. Selain video, beberapa foto juga turut beredar, menunjukkan adegan serupa di mana orang-orang menghirup tabung Whip Pink secara bergantian.
Tidak ada informasi resmi dari pihak kepolisian maupun dari P dan C terkait video dan foto yang beredar. Kini, kedua selebgram itu menjadi sorotan dan diperbincangkan oleh netizen.
Apa Itu Whip Pink?
Whip Pink adalah merek tabung berisi gas nitrous oxide (N2O) dengan kemasan berwarna merah muda. Awalnya, produk ini digunakan dalam industri makanan sebagai pendorong krim kocok. Namun, dalam praktiknya, banyak orang menggunakan gas ini untuk tujuan hiburan, yaitu dengan cara dihirup untuk mendapatkan efek euforia sesaat.
Kematian Lula Lahfah pada Jumat (23/1/2026) membuat Whip Pink kembali menjadi sorotan. Jenazahnya ditemukan di apartemen di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan di lokasi kejadian ditemukan tabung Whip Pink berisi N2O.
Dicky Budiman, dokter dan pakar kesehatan masyarakat, menyatakan bahwa persepsi “legal berarti aman” adalah keliru. Ia menegaskan bahwa penggunaan N2O tanpa pengawasan dapat sangat berbahaya.
Efek Sesaat yang Menipu
Meski dalam jangka pendek, menghirup N2O dapat memberikan rasa relaks atau euforia, efek ini sering disertai gejala seperti kesemutan, pusing, mengantuk, sakit kepala, dan hilang keseimbangan. Banyak pengguna menganggapnya tidak berbahaya karena efeknya cepat muncul dan cepat hilang.
Namun, di balik sensasi singkat itu, terdapat risiko serius. Berikut adalah empat mekanisme bahaya yang bisa terjadi:
-
Hipoksia (Kekurangan Oksigen)
Saat dihirup, N2O menggantikan oksigen di paru-paru. Akibatnya, otak dan jantung kekurangan suplai oksigen. Kondisi ini bisa menyebabkan pingsan mendadak, henti napas, bahkan henti jantung tanpa peringatan. -
Gangguan Irama Jantung
Gas ini dapat mengacaukan sinyal listrik jantung dan memicu aritmia berbahaya, bahkan pada orang muda tanpa riwayat penyakit jantung. -
Kerusakan Saraf Akibat Gangguan Vitamin B12
Nitrous oxide menghambat kerja vitamin B12, nutrisi penting untuk pembentukan sel saraf dan sel darah. Kekurangan B12 dapat memicu kesemutan kronis, gangguan berjalan, kelemahan otot, hingga kelumpuhan permanen bila penggunaan berlangsung rutin. -
Dampak Neurologis dan Psikologis
Dalam kasus langka, penggunaan dapat memicu halusinasi berat yang memerlukan penanganan medis. Penggunaan jangka panjang juga dikaitkan dengan gangguan fungsi otak, meski penelitian lanjutan masih terus dilakukan.
Bahaya yang Tidak Terlihat
Fenomena Whip Pink menunjukkan bahwa bahaya zat tidak selalu datang dari narkoba ilegal. Produk legal pun bisa mematikan bila disalahgunakan. Para pakar menekankan pentingnya edukasi publik, terutama bagi remaja dan dewasa muda, agar memahami bahwa efek euforia sesaat tidak sebanding dengan risiko kerusakan permanen pada otak, saraf, dan jantung.











