Program Hafiz Indonesia Kembali Hadir di Layar Kaca
Program religi anak yang paling populer di Tanah Air, Hafiz Indonesia, kembali hadir di layar kaca pada tahun 2026. Program ini merupakan ajang kompetisi yang menampilkan anak-anak penghafal Al-Qur’an atau disebut juga hafiz cilik. Istilah hafiz merujuk pada seseorang yang mampu menghafal Al-Qur’an secara utuh atau sebagian besar dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid.
Jumlah hafalan mereka biasa diukur dengan satuan juz, yaitu bagian dari Al-Qur’an yang terbagi menjadi 30 bagian. Artinya, anak dengan hafalan 30 juz berarti telah menghafal seluruh Al-Qur’an. Ajang yang menampilkan kemampuan luar biasa anak-anak penghafal Al-Qur’an ini selalu dinantikan masyarakat setiap bulan Ramadhan.
Tahun ini, Hafiz Indonesia 2026 dijadwalkan mulai tayang pada Kamis, 19 Februari 2026, pukul 13.30 WIB, dan dapat disaksikan secara eksklusif di RCTI. Kehadiran Hafiz Indonesia 2026 bukan sekadar hiburan religi, melainkan juga menjadi ruang edukasi spiritual bagi keluarga Indonesia.
Program ini menampilkan anak-anak dengan kemampuan hafalan Al-Qur’an yang mengagumkan di usia sangat muda. Mereka tidak hanya diuji kemampuan membaca dan menghafal ayat, tetapi juga diuji pemahaman, adab, serta ketenangan dalam menjawab tantangan dari dewan juri.
Menjelang penayangan perdana, akun Instagram resmi @hafizrcti mulai mengunggah satu per satu profil peserta Hafiz Indonesia 2026. Hingga hari ini, Senin (16/2/2026), tercatat ada 18 peserta sementara yang telah diumumkan. Menariknya, salah satu peserta berasal dari Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, yang membuat masyarakat Kaltim semakin antusias menyambut tayangan ini.
Program ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.
Peserta Sementara Hafiz Indonesia 2026
Berikut daftar peserta sementara yang telah diunggah oleh @hafizrcti hingga Senin (16/2/2026):
- Kayline – 9 tahun – 4 juz
- Keilano – 10 tahun – 3 juz
- Khadijah – 7 tahun – 30 juz
- Izzy – 8 tahun – 30 juz
- Husain – 9 tahun – 6 juz
- Hana – 9 tahun – 3 juz
- Gibran – 10 tahun – 6 juz
- Fatih – 9 tahun – 6 juz
- Fariz – 9 tahun – 3 juz
- Evano – 8 tahun – 6 juz
- Alifan – 10 tahun – 3 juz
- Adel – 10 tahun – 4 juz
- ElFath – 10 tahun – 4 juz
- Ashura – 6 tahun – 5 juz
- Arun – 10 tahun – 7 juz
- Almeera – 8 tahun – 30 juz
- Al Kindi – 9 tahun – 4 juz
- Aksari – 9 tahun – 4 juz
Sosok Muhammad Nur Ashura
Salah satu sosok yang mencuri perhatian di Hafiz Indonesia 2026 adalah Muhammad Nur Ashura, seorang anak berusia 6 tahun asal Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ashura menunjukkan dedikasi yang luar biasa terhadap kitab suci Al-Quran.
Penghafal 5 Juz di Usia 6 Tahun
Ashura, anak 6 tahun yang tinggal di Tenggarong, Kukar, Kaltim. Dalam video perkenalannya, ia menyebutkan telah menghafal sebanyak 5 juz Al-Quran. Menurut Ashura, kondisi fisiknya bukanlah sebuah penghalang untuk terus berinteraksi dengan ayat-ayat suci. “Kondisiku tidak menghalangi kegiatanku, karena semua ciptaan Allah itu pasti yang terbaik,” ujar Ashura dengan nada tenang dan penuh keyakinan.
Dalam cuplikan video tersebut, Ashura terlihat seperti anak-anak pada umumnya yang gemar bermain. Ia tampak asyik menyusun mainan blok (lego) bersama adik laki-lakinya. Namun, di sela waktu bermain, Ashura tetap disiplin mengulang hafalannya didampingi oleh sang ibunda.
Dukungan penuh juga datang dari sang ayah, Wahyu Rahmadi. Wahyu merupakan seorang pelatih tenis meja di Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kalimantan Timur. Di tengah kesibukannya melatih atlet tenis meja, Wahyu tetap memberikan perhatian besar bagi tumbuh kembang dan pendidikan Al-Quran putranya.
Jadwal Hafiz Indonesia 2026
Berdasarkan unggahan Instagram @hafizrcti, Hafiz Indonesia 2026 tayang perdana mulai Kamis 19 Februari pukul 13.30 WIB eksklusif di RCTI. Jangan lupa saksikan dan beri dukungan untuk perwakilan Kalimantan Timur, Muhammad Nur Ashura.
Daftar Juara Hafiz Indonesia dari Tahun ke Tahun
- 2013: Hilya (Jakarta), Farid (Lampung), Rifa (Jakarta)
- 2014: Musa (Bangka Belitung), Aza (Jambi), Fuadi (NTB)
- 2015: Aulia (Jawa Tengah), Askar (Aceh), Miftah (Aceh)
- 2016: Ahsani (Karawang), Desofwa (Ciamis), Unaysa (Yogyakarta)
- 2017: Ahmad (Tegal), Enri (Ternate), Kamil (Magelang)
- 2018: Aida (Malang), Muslim (Makkah), Aisyah (Batu Raja)
- 2019: Annisa (Bengkalis), Humaira (Bengkalis), Zuhrah (Sidrap)
- 2020: Afiqah (Malinau), Azka (Jakarta), Icha (Bangkalan)
- 2021: Aqeelah (Sidoarjo), Rayyan (Tebo, Jambi), Khansa (Pangkal Pinang)
- 2022: Lukman (Auckland), Nadhif (Banyuwangi), Billy (Jakarta)
- 2023: Akil (Riau), Sulaiman (Mesir), Kautsar (Jawa Tengah)
- 2024: Gibran (Sumatera Utara), Yukiko (Jawa Barat), Arfan (Kepulauan Riau)
- 2025: Yasmin (Jawa Timur), Naufal (Australia), Izzah (Maluku Utara)











