"Fokus Banten: Info Lokal, Wawasan Global"
Budaya  

Cara Shalat Tahajud di Bulan Ramadhan 2026 Meski Sudah Witir, UAH Beri Pandangan

Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Mengenai Shalat Witir dan Tahajud

Shalat witir sering disebut sebagai shalat penutup malam. Oleh karena itu, sebagian orang memilih untuk melaksanakan witir setelah shalat tahajud. Namun, bagaimana pandangan dalam konteks ibadah yang benar? Ustadz Adi Hidayat memberikan penjelasan mengenai shalat witir dan tahajud khususnya pada Ramadhan 2026.

Biasanya, di bulan Ramadhan, shalat witir dilakukan setelah shalat tarawih. Namun, banyak umat Muslim yang kembali melaksanakan shalat tahajud meskipun sudah melakukan witir. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang hukum mengerjakan shalat tahajud setelah witir.

Shalat witir adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari dengan jumlah rakaat ganjil. Disebut sebagai sholat penutup malam, namun apakah boleh mengerjakan shalat tahajud setelah witir?

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa secara bahasa, kata “witir” merujuk pada sesuatu yang ganjil. Allah SWT disebut sebagai satu-satunya yang sempurna dan menyukai hal-hal yang ganjil. Dalam konteks ibadah, para ulama memiliki dua pendekatan terkait witir. Pendekatan pertama menyatakan bahwa witir merupakan penutup dari rangkaian shalat malam. Sementara pendekatan kedua menyatakan bahwa witir bisa dibuka kembali jika diperlukan.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, ada dalil yang mendukung pemahaman kedua ini. Contohnya, Nabi Muhammad SAW pernah melakukan witir, lalu kemudian melanjutkan shalat lagi setelah adzan berkumandang. Hal ini menunjukkan bahwa witir bukanlah penghalang untuk melaksanakan shalat tahajud.

Dalam panduan shalat tahajud, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa shalat ini sangat dianjurkan selama Ramadhan 2026. Salah satu manfaatnya adalah mendapatkan ketenangan jiwa dan keberkahan dari Allah SWT. Selain itu, shalat tahajud juga dapat membantu menurunkan stres dan menjaga keseimbangan tubuh.

Berikut adalah tata cara melaksanakan shalat tahajud:

  1. Niat

    Niat shalat tahajud adalah:

    أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala”.

  2. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah (kumpulan doa iftitah).

  3. Membaca surat Al Fatihah.

  4. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Rasulullah biasa membaca surat yang panjang-panjang.

  5. Ruku’ dengan tuma’ninah.

  6. I’tidal dengan tuma’ninah.

  7. Sujud dengan tuma’ninah.

  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.

  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah.

  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua.

  11. Membaca surat Al Fatihah.

  12. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Rasulullah biasa membaca surat yang panjang.

  13. Ruku’ dengan tuma’ninah.

  14. I’tidal dengan tuma’ninah.

  15. Sujud dengan tuma’ninah.

  16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.

  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah.

  18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah.

  19. Salam.

Proses ini diulangi hingga delapan rakaat dengan empat kali salam.

Keutamaan Shalat Tahajud

Shalat tahajud memiliki banyak keutamaan. Selain menjadi sarana untuk berdoa dan berserah diri kepada Allah, shalat ini juga bisa menjadi obat hati yang memberikan ketenangan jiwa. Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa rutin melaksanakan shalat tahajud dapat membantu seseorang mendapatkan pertolongan Allah dalam menghadapi kesulitan hidup.

Selain itu, shalat tahajud juga bisa meningkatkan keimanan dan memperkuat hubungan dengan Allah. Dengan melaksanakan shalat ini, umat Muslim akan merasa lebih tenang dan optimis dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Panduan Ibadah Malam

Pada Ramadhan 2026, umat Islam dianjurkan untuk terus memperkuat keimanan melalui amalan-amalan sunnah seperti shalat tahajud. Waktu terbaik untuk melaksanakan shalat ini adalah di sepertiga malam akhir, saat suasana tenang dan lingkungan tidak terganggu.

Dengan mengikuti tata cara yang benar dan menjalankannya secara konsisten, shalat tahajud akan memberikan banyak manfaat spiritual dan fisik bagi umat Muslim. Ustadz Adi Hidayat menyarankan agar setiap orang memilih metode yang paling nyaman untuk mereka jalani, sesuai dengan pemahaman para ulama.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *